Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#250


__ADS_3

Kaira dan Faris didalam perjalanan menuju kediaman Kakaknya.Ia membawa begitu banyak oleh oleh yang mereka beli saat di Maldives.Terutama untuk si kecil Rania, Kaira membelikan beberapa mainan dan juga pakaian.Wanita itu begitu menyayangi keponakannya itu.Mungkin sebentar lagi kasih sayangnya terbagi dengan kelahiran anak Kakaknya,Kaisan.Mika saat ini hamil enam bulan dan itu artinya beberapa bulan lagi ia akan mendapatkan satu keponakan lagi.


"Mas... mampir ke toko kue dulu ya",ujar Kaira pada Faris.


"Baiklah my queen",jawab Faris.


"Apaan sih Mas",ujar Kaira tersipu mendengar Faris menyebut dirinya ratunya.


"Kenapa,kamu ratu di rumah tangga kita juga dihatiku.Lalu dimana salahnya sayang?",tanya Faris mengerutkan keningnya.


Kaira mengggeleng membuat Faris tersenyum lebar melihat pipi sang istri yang saat ini merona merah.Pria itu tau sekarang, wanitanya itu sedang tersipu malu saat ini.


Faris memarkirkan mobilnya di depan sebuah toko bakery.Ia dan Kaira turun lalu memasuki toko kue itu.Kaira membeli dua buah kue berbeda untuk Mama dan Kakak iparnya.Juga kue disert untuk Rania.Setelah membayar keduanya kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan mereka.


Tak lama mobil mereka sampai di kediaman Kalen.Kaira turun lebih dulu dan menenteng paper bag berisi kue itu.Sementara Faris membuka bagasi mengeluarkan oleh oleh yang mereka bawakan untuk semua orang.


"Assalamualaikum...",ujar Kaira saat memasuki rumah kakaknya itu.


"Waalaikum salam...",jawab semua orang yang sudah menunggu kedatangannya.


"Onty...", sikecil Rania langsung turun dari pangkuan Papinya lalu berlari menghampiri Kaira.


Kaira yang melihat Rania berlari padanya memeberikan paper bag itu pada pelayan.Kaira menangkap tubuh kecil Rania lalu membawanya kedalam gendongannya.

__ADS_1


"Onty,Nia lindu",oceh gadis kecil itu yang kini mulai fasih mengucapkan kalimat meski sedikit cadel.


"Onty juga rindu Rania",jawab Kaira menghujani wajah keponakannya itu dengan ciuman.


"Assalamualaikum...", ucap Faris yang masuk dengan menenteng begitu banyak paper bag.


"Waalaikum salam..."


Faris meletakan paper bag itu diatas meja dan menyusunnya.Biarlah sang istri nantinya membagikannya karena ia tak tahu menahu tentang hadiah hadiah itu.


"Bagaimana perjalanan kalian Nak?",tanya Marisa.


"Alhamdulillah menyenangkan Ma",jawab Faris menyalami punggung tangan kedua mertuanya.


"Rania...Auntynya masih cepek sayang",ujar Dea.


"Tidak apa apa Kak,aku juga merindukannya",jawab Kaira lalu duduk di sebelah Faris.


"Mau gendong sama Paman?",tanya Faris seketika gadis kecil itu mengangguk.


Faris meraih Rania dari gendongan Kaira dan mendudukkannya diatas pangkuannya lalu mengacak pelan rambut tipis Rania.


Pelayan menyajikan minuman berserta kue yang Kaira bawa kuah disert untuk Rania.Semua orang menikmati makanan itu dan juga Rania yang begitu menyukai disert di suapi oleh Faris.

__ADS_1


"Kalian sudah cocok jika punya anak",ujar Dea melihat bagaimana telatennya Faris menyuapi Rania.


Kaira hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan kakak iparnya itu.


"Kalian tidak menunda momongan kan Ra?",tanya Marisa.


"Ti-tidak Ma... sedikasihnya saja",jawab Kaira gelagapan.


"Bagus itu...",ujar Marisa.


Faris,Kalen dan Rendra sibuk membicarakan bisnis mereka melihat itu para wanita memilih menyingkir untuk menyiapkan makan malam mereka.Sementara Rania bermain dengan pengasuhnya dengan mainan yang di belikan Kaira.


"Ra...gimana honeymoonnya,Faris perkasa gak?", bisik Dea yang saat ini tengah berdua saja dengan Kaira di dapur.Ia tak ada niatan untuk kepo hanya sekedar menggoda sang adik ipar karena ia tau pria seperti Faris pasti akan seperti suaminya yang memiliki tubuh maco.


"Apaan sih Kak, rahasia perusahaan",jawab Kaira dengan wajah memanas teringat bagaimana perkasanya suaminya itu menggagahinya.


"Hahaha...hak perlu dijawab Ra,Kakak sudah tau jawabannya dari wajah kamu yang memerah", gelak Dea.


"Apaan sih Kak", gerutu Kaira.


"Ada apa ini, kalian kelihatannya senang sekali?",tanya Marisa yang baru saja datang menghampiri anak menantunya itu.


"Oh itu--

__ADS_1


...****************...


Segini dulu ya....


__ADS_2