
"Kak...aku--
"Apa sayang,hum?",ujar Kalen mendudukan Dea diatas pangkuannya.
"Aku...gak nyangka kamu benar benar menganggap aku sebagai istri kamu",jawab Dea mengalungkan kedua tangannya dileher Kalen.
"Jangan pernah mengatakan itu lagi sayang.Kamu istriku sekarang dan selamanya",ujar Kalen.
"Kak... di lemari pendingin ada bahan makanan gak?",tanya Dea.
"Kamu lapar?",jawab Kalen mengusap punggung Dea.
"Huumm..."
"Kayaknya ada,karena sebelum kita berangkat ke Bali lemari itu siap di isi",jawab Kalen.
"Kamu mau aku masakin apa Kak...?",tanya Dea.
"Apa saja asalkan istriku ini yang memasak",jawab Kalen mencubit gemas hidung mancung Dea.
"Kamu tunggu disini Kak",ujar Dea beranjak dari atas pangkuan sang suami.
"Eits...gak semudah itu my little wife", jawab Kalen menahan pinggang Dea dan menunjuk bibirnya.
Dea mengehela nafas berat kemudian mengecup bibir sang suami sekilas namun pria itu menahan tengkuk Dea dan m****** bibir tipis Dea.
"Mesum...",kesal Dea saat Kalen melepaskan pagutannya.Ia heran maki kesini pria itu makin mesum dan tak mau lepas darinya.
"Hahaha...aku candu akan semua yang ada pada dirimu Dera...",jawab Kalen terkekeh pelan.
Dea meloloskan diri dari pangkuan Kalen sebelum pria itu membawanya ke ranjang.Wanita itu memasuki dapur dan membuka lemari pendingin.Tenyata bahan makanan masih banyak.Dea memilih membuat oseng daging.
Setelah menyiapkan bahan bahan yang akan ia gunakan Dea mengambil apron yang terletak di samping lemari pendingin.
Dea memulai membuat masakannya dan fokus pada wajan.Tanpa ia sadari Kalen menatapnya sembari bersidekap di dada.Pria itu tersenyum melihat sang istri yang tampak makin cantik dengan rambutnya yang di ikat asal ke atas.
"Kamu makin cantik sayang", bisik Kalen memeluk Dea dari belakang.
"Kak... lepasin dulu aku lagi masak",ujar Dea yang sedang mengaduk masakannya.
"Cuma memeluk Dera",jawab Kalen.
"Kak...jika kayak gini yang ada masakan aku gosong", rengek Dea.
"Tinggal pesan aja, gampang kan?",ujar Kalen tak mau kalah.
"Aku lagi kepengen masakan rumahan",jawab Dea menyingkirkan tangan sang suami dari pinggangnya.
Cup
"Kakak...ih...",kesal Dea saat pria itu mencuri kecupan dibibirnya.
"Hahahaha...cepat selesaikan masakanmu Dera,aku gak sabar untuk menyantap masakan kamu dan--kamu", bisik Kalen.
"Ck... mesum...", sungut Dea kembali fokus pada masakannya.
__ADS_1
"Dea..."
"Ya Kak,ada apa?",tanya Dea yang tak mengalihkan pandangannya dari masakannya.
"Setelah aku pikir pikir aku akan mempekerjakan satu pelayan disini agar kamu gak kecapekan",ujar Kalen.
"Gak perlu Kak.Aku gak nyaman jika ada perempuan lain di apartemen ini",jawab Dea.
"Kamu cemburu?",goda Kalen.
"Istri mana sih Kak yang gak cemburu jika suaminya di lirik wanita lain",jawab Dea mematikan kompor lalu menyalin masakannya keatas piring saji.
"Jadi benar kamu cemburu?",tanya Kalen mengikuti langkah Dea ke meja makan.
"Ya... puas",jawab Dea.
"Sangat puas itu artinya kamu sangat mencintaiku dan takut kehilanganku",Kekeh Kalen tersenyum bahagia.
Dea tersenyum melihat sang suami yang tampak bahagia mendengar ucapannya.
"Ayo makan Kak",ujar Dea mengambilkan sedikit nasi karena Kalen sangat menjaga pola makannya.Beda dengan Dea yang biasa makan dengan porsi nasi yang banyak..
"Gak baik terlalu banyak memakan nasi sayang",ujar Kalen saat melihat piring Dea.
"Hehehe... begini rasanya bersuamikan dokter pola makan harus dijaga",kekeh Dea.
"Kamu ini di bilangin susah",ujar Kalen.
"Aku udah biasa dari kecil makan dengan porsi segini Kak,jadi jika kurang aku malah merasa belum kenyang",jawab Dea.
"Kali ini aja ya kak",mohon Dea.
"Ya... mulai besok kurangi,oke",ujar Kalen.
"Ya... kok kamu cerewet banget sih Kak",jawab Dea.
"Demi kesehatan kamu sayang",ujar Kalen.
Keduanya makan dengan khidmat tanpa mengeluarkan suara apapun hanya dentingan sendok yang terdengar.
Kalen tersenyum disela suapannya melihat sang istri makan begitu lahapnya.Ia akui masakan Dea sangat pas di lidahnya.
Dea menyudahi makannya dan menatap sang suami yang juga menatapnya."Ada apa Kak?",tanya Dea.
"Gak...makan kamu banyak tapi badan kamu tetap langsing",ujar Kalen yang heran dengan istrinya itu.
"Hehehe...aku juga gak tau Kak.Mungkin ini salah satu hal yang patut aku syukuri.Karena banyak perempuan yang menjaga pola makannya yang terkadang bisa menyakiti tubuhnya sendiri demi terlihat langsing dan menarik",jawab Dea.
"Ya kamu benar...", balas Kalen membenarkan ucapan sang istri.
"Jadi... sedikit tau banyaknya aku makan aku tidak akan gendut Kak",ujar Dea.
"Tapi sebentar lagi kamu pasti akan gendut",jawab Kalen.
"Gak akan",ujar Dea.
__ADS_1
"Kamu yakin gak akan hamil,hum?.Bibitku sangat unggul baby jadi bersiaplah sebentar lagi kamu akan hamil dan gen--
"Jika aku gendut apakah Kakak akan mencari wanita lain?",sela Dea.
"Hey...siapa yang bilang seperti itu?",tanya Kalen.
"Aku...karena kebanyakan pria akan bosan dengan istri yang gendut lalu mencari--
"Aku bukan pria seperti itu sayang.Jika kamu gendut setelah melahirkan kamu bisa olahraga sayang jika gak nyaman",ujar Kalen.
"Kakak pengen banget ya aku hamil?", tanya Dea.
"Suami mana yang tak ingin istrinya hamil sayang.Aku ingin kamu hamil anakku karena dengan adanya anak pernikahan kita akan semakin kuat",jawab Kalen.
Dea mengangguk pelan,ia masih sedikit takut jika hamil karena ia masih ingin menggapai impiannya.Tapi melihat keinginan sang suami membuat ia mau tak mau harus ikut kemauan sang suami.
"Kamu tenang saja aku akan mendampingi kamu selama kamu hamil",ujar Kalen.
"Ya Kak...",jawab Dea.
"Kak...besok kamu masuk kerja kan?",tanya Dea.
"Iya...besok aku ada jadwal operasi, kenapa?", tanya Kalen.
"Gak...aku lihat grup kelas aku besok ada acara di kampus jadi aku berangkatnya agak siang",jawab Dea.
"Oh... berangkat jam berapa.Aku besok gak ada kelas untuk mengajar.Biar besok aku jemput lagi ke sini",ujar Kalen.
"Gak usah Kak...aku naik tak--
"Akan aku jemput, berangkat jam berapa?",tanya Kalen.
"Jam 10:00 Kak",jawab Dea.
"Biar besok aku antar ke kampus",ujar Kalen tak mau dibantah.
"Nanti akan merepotkan Kakak"jawab Dea.
"Gak Dera sayang... prioritasku saat ini adalah kamu",ujar Kalen menatap sang istri penuh cinta.
"Baiklah Kak",jawab Dea akhirnya.
Kalen membawa piring kotor mereka ke westafel untuk di cuci.Sedangkan Dea membersihkan kembali meja makan.
Dea melangkah menuju kamar untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian santai karena ia masih memakai gaun.
Setelah selesai Dea mencari keberadaan sang suami.Terlihat Kalen setelah sedang menatap layar laptopnya.
Dea membiarkan sang suami fokus pada laptopnya karena ia yakin pekerjaan suaminya itu pasti sangat banyak ditambah beberapa hari Kalen cuti karena hannymoon mereka.
Dea menyalakan televisi untuk membunuh kebosanannya.Namun tak ada yang menarik perhatiannya.Hingga ia memutuskan untuk mengecek ponselnya siapa tau ada yang penting.
Tring
Kak Wulan is calling...
__ADS_1
...****************...