
"Kakek...", gumam Kalen.
"Apa kamu tak akan mempersilahkan Kakekmu ini masuk?", tanya Tuan Wiliam.
"Ah ya... masuklah Kek",jawab Kalen membukakan pintu lebar lebar untuk kakeknya itu.
"Kakek...",ujar Dea tersenyum lebar melihat kedatangan Tuan Wiliam.
"Ya Nak...bagaimana keadaanmu?", tanya Tuan Wiliam.
"Lihatlah Kek...cucumu mengurungku disini",adu Dea pada Tuan Wiliam membuat pria tua itu terkekeh.
Kalen menghembuskan nafas panjang melihat bagaimana manjanya sang istri pada Kakeknya.
"Oh ya...tapi itu demi kebaikanmu nak",jawab Tuan Wiliam.
"Kek--
"Kembalilah pulang dan bekerja dirumah sakit ini lagi Kalen.Kursi CEO menunggumu",ujar Tuan Wiliam.
"Maaf Kek,aku tidak bisa",jawab Kalen datar.
"Kenapa?,dengan apa kamu memberi makan cucu menantuku jika kamu tidak bekerja Kalen ",ujar Tuan Wiliam.
"Aku--
"Maafkan Kakek saat itu yang terbawa emosi.Kakek hanya--
"Semuanya sudah berlalu Kek, berikan kursi CEO pada Papa sebelum Kaisan layak untuk dijadikan CEO",jawab Kalen..
"Tidak Nak...kamu--
"Kek...aku tidak akan menjilat ludahku sendiri.Mungkin dengan begini aku bisa mandiri dengan tidak lagi bekerja di AMJ Group",ujar Kalen.
Ting
Tuan aku sudah didepan rumah sakit
"Baby... aku turun sebentar ada hal yang harus aku selesaikan.Kamu sama Kakek dulu ya",ujar Kalen mendekati sang istri lalu mengecup pucuk kepala sang istri dengan lembut.
"Kemana?",lirih Dea.
"Faris ada dibawah,ada yang harus aku tanda tangani",bisik Kalen.
"Kamu sama Kakek dulu.Tentang liburan,kita bahas lagi nanti,oke", sambung Kalen tersenyum tipis.
"Ya Kak..."
"Oh ya jangan lupa makan, sebentar lagi soto kamu datang",ujar Kalen sebelum benar benar pergi.
"Kek...aku turun sebentar",ujar Kalen.
"Ya...",angguk Tuan Wiliam lemah menatap kepergian cucu kebanggaannya itu.
"Nak..."
"Ya Kek..."
"Apakah Kalen memperlakukan kamu dengan baik selama tidak lagi tinggal dengan kita?",tanya Tuan Wiliam.
"Baik kok Kek.Kakek tenang saja Kak Kalen sudah memiliki pekerjaan.Aku dan calon cucu buyut Kakek tidak akan kekurangan apapun",jawab Dea.
__ADS_1
"Oh syukurlah...",balas Tuan Wiliam.
"Kakek sehat kan?",tanya Dea.
"Sehat Nak,hanya saja setiap hari Kakek kepikiran kalian.Tolong bujuk Kalen untuk mau bekerja lagi disini",jawab Tuan Wiliam.
"Aku gak janji Kek,Kakek tau sendiri Kak Kalen orangnya gak mau dibantah jika sudah mengambil keputusan",ujar Dea.
"Tapi jika kamu yang minta Kakek yakin dia pasti akan mengabulkannya",jawab Tuan Wiliam.
"Akan aku coba Kek",balas Dea tersenyum tipis.
"Kakek yakin dia pasti luluh jika kamu yang meminta",ujar Tuan Wiliam.
Ting nong
"Masuk",ujar Dea setengah berteriak.
Ceklek
"Maaf ini pesanan anda Nyonya Muda",ujar salah satu OB yang bekerja dirumah sakit.
"Oh terimakasih Kak,tolong diletakan disitu aja",jawab Dea menunjuk nakas.
Setelah kepergian OB tadi Dea kembali melanjutkan perbincangannya dengan Tuan Wiliam hingga pria itu berpamitan untuk pulang.
Dea memakan sotonya meski tak lagi hangat.Wanita hamil itu memaksakan untuk makan meski rasa sotonya tak lagi nikmat.
Akhirnya Dea menyudahi makannya setelah beberapa suap.Ia begitu eneg dengan kuah soto yang sudah dingin.Salahnya juga tadi tak langsung memakannya karena keasyikan berbincang dengan Kakek mertuanya.
Ceklek
"Ris...maaf ya saat itu aku gak datang dihari bahagia kamu",ujar Dea penuh sesal karena saat pernikahan Aris dan dokter Sasha ia juga berulang tahun dan Kalen mengajaknya menginap di Villa.
"Gak apa apa,aku yakin kamu gak datang.Soalnya Dokter Kalen sudah mengabarkan jika ia akan membuat kejutan ulang tahunmu.Aku yang salah nikah disaat hari ulang tahun kamu",jawab Aris.
"Gimana keadaan kamu Dea?", tanya Dokter Sasha.
"Alhamdulillah sudah membaik Kak",jawab Dea.
"Tapi selamat untuk kamu dan Dokter Sasha semoga langgeng dan segera diberikan momongan",ucap Dea tulus.
"Ya terimakasih Dee",jawab Aris.
"Oh ya kadonya nyusul ya",kekeh Dea.
"Dokter Kalen sudah kirim kadonya ke kita Dee,jadi gak usah lagi,oke",jawab Aris.
"Kapan?,kok aku gak tau?", tanya Dea.
"Pas dihari pernikahan kita",jawab Aris.
"Apa kadonya Ris?",tanya Dea membuat Aris dan sang istri saling lempar senyuman.
"Ada deh...",jawab Aris.
"Ih...kamu gak asyik Ris",sungut Dea.
"Nanti kamu juga tau,ya kan Sha?",ujar Aris meminta dukungan dari sang istri.
"Iya...nanti juga kamu tau,yang penting kamu sembuh total dulu",jawab Dokter Sasha.
__ADS_1
"Ehemmm..."
"Kak... kamu kirim kado apa ke Aris dan Kak Sasha?",cerocos Dea.
"Oh itu.Hmmm...bukan apa apa sayang.Hanya bingkisan kecil",jawab Kalen menghampiri sang istri.
"Kamu gak rahasiakan sesuatu dari aku kan Kak?",tanya Dea penuh selidik.
"Gak sayangku",jawab Kalen gemas lalu mengecup pipi sang istri.
"Kak... ih.Malu sama Aris dan Kak Sasha", gerutu Dea.
"Kenapa malu.Mereka jika juga mau bisa juga kok",jawab Kalen asal membuat Aris dan Dokter Sasha tersenyum kikuk.
"Dee...aku pamit ya,mau nugas sebentar lagi",ujar Aris.
"Terimakasih ya Ris, Kak Sasha",jawab Dea.
"Iya Dea",jawab Dokter Sasha tersenyum lembut.
"Soto kamu kenapa gak dihabiskan baby?",tanya Kalen.
"Gak enak Kak",jawab Dea asal.
"Baiklah...jika begitu mau makan apa?",tanya Kalen.
"Gak...aku gak lapar",jawab Dea menyandarkan kepalanya di dada bidang Kalen.
"Oh ya...gimana dengan rencana liburan kita Kak", tanya Dea.
"Paris.Kita akan ke Paris",jawab Kalen.
"Jauh Kak,aku--
"Gak ada kata jauh sayang.Karena kita berangkat dengan pesawat pribadi serta ada dokter yang menemani",jawab Kalen..
"Hah?,kamu maksudnya dokternya Kak?",tanya Dea.
"Lihat saja nanti baby",jawab Kalen membungkam bibir Dea dengan bibirnya.
"Kak..kamu ih...main nyosor aja",kesal Dea saat Kalen melepaskan pagutannya
"Hahaha sama istri sendiri apa salahnya baby",gemas Kalen menghapus jajak salivanya di bibir Dea.
"Kak..."
"Ya..."
"Tadi Kakek minta aku untuk bujuk kamu balik lagi ke rumah sakit ini",ujar Dea.
"Terus...?"
"Ya...apa jawaban kamu Kak?", tanya Dea.
"Enggak...aku akan fokus pada perusahaan kita",jawab Kalen tak mau dibantah.
"Sudah aku duga", sambung Dea.
"Hah?"
...****************...
__ADS_1