
"Ayo...kita maka diluar",ucap Faris mengusap perut rata Kaira dan didalam hati pria itu berharap istrinya segera hamil anaknya.Ia tak sabaran melihat duplikatnya dan Kaira lahir ke dunia ini.
"Enggak Mas,aku malas",jawab Kaira yang masih berada diatas pangkuan Faris memainkan kancing kemeja pria itu.
"Malas kenapa,hm?",tanya Faris lembut.
"Moodku hancur gara gara wanita tadi", cicit Kaira.
"Ayolah sayang,jangan karena dia kamu menghukum diri kamu sendiri dengan tidak mau makan begini",bujuk Faris.
"Aku malas untuk pergi Mas,jika kamu ingin makan diluar pergi saja sendiri",jawab Kaira.
Faris terdiam, kenapa tiba tiba istrinya bertingkah seperti ini.Ia memang pertama kalinya melihat Kaira dalam mode mengamuk.Biasanya wanita ini banyak diam jika ditindas.Tadi saat dirinya di goda terang terangan wanita itu berubah menjadi singa betina.
"Kita makan disini saja, bagaimana?",tanya Faris.
Kaira menangguk pelan sebagai jawabannya."Mas jika tadi gak ada aku kamu akan menerima ajakan wanita tadi?",tanya Kaira tiba-tiba membuat Faris terkejut dengan pertanyaan sang istri.
"Tidak...aku tak tertarik wanita manapun selain kamu sayang.Lihat mata Mas sayang!",ucap Faris menangkup pipi Kaira.
"Mas janji hanya ada kamu didalamnya,dimata Mas dan juga hati Mas",ucap Faris lembut.
"Aku hanya takut kamu tergoda Mas, penampilan wanita itu sangat sexy dan juga--
"Bagi Mas,kamu jauh lebih sexy sayang.Apalagi kita kamu tak memakai--
"Mesum",ucap Kaira.
"Hahaha...Mas bisa bicara sefrontal itu hanya sama kamu sayang",jawab Faris.
"Dan juga tertawa seperti ini juga sama kamu", sambung Faris.
"Kamu tak pernah tertawa dengan bawahan atau klien kamu Mas?",tanya Kaira.
"Tidak... hanya sama kamu.Dihadapan karyawan Mas itu banyak diam dan lebih ke tegas.Sementara klien Mas lebih serius, kami para pimpinan jarang sekali untuk tertawa lepas sayang",jawab Faris.
"Oh..."
__ADS_1
"Bagaimana?,mau makan di sini atau diluar?",tanya Faris.
"Disini saja Mas", jawab Kaira.
"Baiklah,istri Mas mau makan apa,hm?",tanya Faris.
"Chicken katsu Mas",jawab Kaira.
"Ada lagi?",tanya Faris.
"Enggak...",geleng Kaira.
Faris menelepon OB untuk membelikan pesanan mereka.Setelahnya ia melanjutkan memeriksa beberapa file miliknya dengan salah satu tangan pria itu mengusap paha sang istri yang sedikit terbuka karena Kaira memakai gaun kali ini.
Kaira membiarkan saja sang suami melakukan apapun pada tubuhnya.Dia hanya menikmatinya saja.
"Sayang..."
"Ya Mas... kenapa?", tanya Kaira mengadahkan kepalanya menatapi Faris.
Pria itu tersenyum tipis lalu mengecup kening Kaira."Apakah kamu sangat lapar?",tanya Faris lembut.
Faris tersenyum penuh arti, tangannya yang masih berada di atas paha sang istri merangkak naik ke sela kedua paha sang istri.
"Mas apa yang kamu--
"Nikmati saja baby",bisik Faris.
"I-ini kantor Mas", ucap Kaira terbata bata karena gairahnya mulai naik.
"Kamu lupa jika aku memiliki kamar pribadi disini?",bisik Faris dengan suara serak.
"Mas...a-aku--
Tangan pria itu terus bermain di area inti sang istri sementara bibirnya mulai mencumbui leher jenjang Kaira.
"Mashhh....", Kaira akhirnya mendapatkan pelepasannya.
__ADS_1
Faris tersenyum lalu mengangkat tubuh sang istri menuju kamar pribadinya.Pria itu menidurkan Kaira diatas tempat tidur dengan pelan lalu mengungkungnya.
"Kamu hanya milik Mas sayang,milik Mas",bisik pria itu lalu melucuti pakaian yang digunakan Kaira.
"Kamu sangat sexy,baby",puji Faris membuat Kaira tersipu malu dipuji seperti itu oleh suaminya sendiri.
Keduanya saling memuaskan satu sama lain, bagi Faris tubuh sang istri adalah candunya.Sedari tadi ia menahan gairahnya tapi pekerjaannya juga penting.Sekarang pria itu akan membuat sang istri puas dengan apa yang ia lakukan.
*
*
*
"Cepat tumbuh sayang",gumam Faris di depan perut rata Kaira setelah percintaan panas mereka.
Faris menyelimuti tubuh polos sang istri dengan selimut.Karena Kaira sudah memasuki alam mimpinya karena kelelahan.
Pria itu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket.
Setelah selesai Faris kembali berpakaian dan melaksanakan sholat Dzuhur empat rakaat.Ia berusaha untuk tidak meninggalkan kewajibannya.
Faris membangunkan sang istri dengan pelan."Sayang...ayo bangun!",ucap Faris lembut.
"Mas...jangan mengangguku", rengek Kaira seketika membuat Faris terkekeh.
"Sholat dulu sayang, setelah itu kamu boleh melanjutkan tidurmu lagi!",ujar Faris.
Kaira membuka perlahan kedua matanya dan bangkit dari tidurnya.Wanita itu berjalan menuju kamar mandi dengan pelan menuju kamar mandi.
Tubuhmu sebenarnya terasa begitu lelah dan remuk saat ini.Tapi ia harus melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.
Setelah selesai Kaira keluar dari kamar mandi dengan memakai bathroof.Ia tak lagi melihat sang suami di kamar itu.Hanya saja tempat tidur sudah kembali rapi.Kaira mengerjakan sholatnya dan setelahnya kembali berpakaian.
Wanita itu keluar dari kamar dan menemukan sang suami yang sedang menelepon seseorang.Kaira duduk di sofa mendengarkan sang suami yang sedang membicarakan tentang bisnisnya di ujung telepon.
"Mau makan sekarang,hm?",tanya Faris menghampiri sang istri.
__ADS_1
"Ya...",angguk Kaira.
...****************...