Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Dugaan


__ADS_3

"Pusing kenapa sayang,hum?",tanya Kalen memijit kepala sang istri dengan pelan.


"Gak tau Kak...tiba tiba saja",jawab Dea.


"Aku perhatikan akhir akhir ini kamu sering ngeluh pusing sayang.Dan saat dicek tekanan darah kamu normal normal aja kok",ujar Kalen.


"Mungkin kurang tidur Kak",jawab Dea asal.


"Kamu istirahat dulu nanti jika udah mendingan kita baru pulang ke apartemen",ujar Kalen.


"Gak Kak...aku mau disini saja dulu",jawab Dea.


"Sayang...aku ingin kita--


"Ya sudah kalau Kakak gak mau",rajuk Dea.


"Hufffhh...baiklah kita disini dulu",ujar Kalen akhirnya mengalah.


"Sungguh?",tanya Dea dengan mata berbinar.


"Ya..."


"Aku ganti baju sebentar ya",ujar Kalen beranjak menuju walk in closet.


Dea berusaha untuk duduk meski rasa pusing kembali datang.Ia tak mau manja hanya dengan tiduran.Dea menyandarkan kepalanya didasbor tempat tidur dengan posisi duduk.Rasa pusing makin ia rasakan ditambah lagi perutnya yang terasa diaduk aduk serasa ingin muntah.


Dengan pelan ia turun dari tempat tidur untuk menuju ke kamar mandi.Ia tak ingin mengotori tempat tidur dengan muntahannya nantinya.


Dengan sempoyongan Dea melangkah pelan menuju kamar mandi seraya menahan muntahannya.Namun tiba tiba semuanya gelap hingga ia jatuh tak sadarkan diri seiring dengan Kalen yang keluar dari ruang ganti.


"Dea...", pekik Kalen berlari menghampiri sang istri yang sudah tak sadarkan diri.


"Dea...hei... sayang.Bangun..!",ujar Kalen menepuk pelan pipi Dea yang terlihat begitu pucat.


Kalen segera menggendong Dea dan berencana membawa Dea ke rumah sakit.Dengan langkah tergesa gesa Kalen menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai dasar.


"Ma...Mama...",teriak Kalen.

__ADS_1


"Ya ampun Kalen,Dea kenapa?",tanya Marisa yang datang dari arah dapur.Ia menatap wajah pucat menantunya didalam gendongan Kalen.


"Dea pingsan Ma,Mama ikut aku ya bawa Dea ke rumah sakit",jawab Kalen.


"Ya sudah... ayo!",ujar Marisa mengikuti langkah sang anak dari belakang.


Marisa masuk kedalam kursi penumpang lebih dahulu dan setelah barulah Kalen meletakkan Dea dengan kepala Dea berada diatas pangkuan Mamanya.


"Ayo Kalen...buruan!",ujar Marisa mengusap rambut Dea dengan lembut.


"Iya Ma...",jawab Kalen masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi.


Kalen langsung menyalakan mobil dan melakukannya dengan kecepatan tinggi.Ia sungguh sangat kuawatir dengan keadaan sang istri.Ia memang seorang dokter namun itu bukan ranahnya


Sesampainya dirumah sakit Kalen langsung membawa Dea menuju UGD.


"Dok...tolong istri saya",ujar Kalen pada rekan seprofesinya.


"Baik Dok...mohon tunggu diluar",jawab sang Dokter.


Marisa mengusap bahu sang anak untuk menenangkan Kalen."Mama yakin...Dea baik baik saja kok Kalen",ujar Marisa.


"Entahlah Ma... akhir akhir ini Dea sering sekaki ngeluh pusing.Tapi saat aku cek tensi darahnya semuanya normal saja",jawab Kalen.


"Kak...Dea kenapa?",tanya Kaisan yang datang mengahampiri sang Kakak saat ia mendengar kabar jika istri Kayaknya itu tak sadarkan diri.


"Pingsan Kai...", jawab Marisa karena Kalen hanya diam saja.


Tak lama pintu ruangan UGD terbuka,Kalen langsung menghampiri sang dokter.


"Dok... bagaimana keadaan istri saya",tanya Kalen yang tak sabaran.


"Istri Dokter Kalen baik baik saja,tak ada yang perlu di kuawatirkan, tapi-


"Tapi apa Dok?",ujar Kalen.


Dokter bitu tersenyum tipis."Menurut dugaan saya istri dokter tengah mengandung,tapi untuk lebih jelasnya silahkan periksakan ke poli kandungan",jawab Dokter itu.

__ADS_1


"Is-istri saya mengandung Dok...?",tanya Kalen tersenyum tipis ingin memastikan pendengarannya


"Baru dugaan saya Dok...lebih jelasnya silahkan cek ke dokter kandungan",jawab dokter itu.


Marisa dan Kaisan tersenyum lega jika Dea baik baik saja dan bahkan tengah mengandung meski itu baru dugaan.Namun Marisa sangat yakin jika menantunya itu tengah berbadan dua.


"Boleh saya ketemu istri saya Dok?",tanya Kalen.


"Silahkan...!",jawab Dokter itu memberi ruang untuk Kalen masuk.


Kalen langsung masuk keruangan UGD dengan raut wajah campur aduk..


"Sayang..."


"Kak...", lirih Dea yang baru saja sadar.


"Kenapa kamu tak meminta bantuan ku jika menginginkan sesuatu sayang",ujar Kalen menghujani Dea dengan ciuman.


"Maaf Kak...tadi aku mual banget, jadi--


"Kita periksa ke dokter kandungan ya",ujar Kalen.


"Maksud Kakak?,aku--


"Ya... baru dugaan sayang.Jika disini ada buah cinta kita",ujar Kalen mengusap perut rata Dea.


"Benarkah Kak?",tanya Dea dengan mata berkaca-kaca.


"Ya sayang...aku gendong ya",ujar Kalen.


"Pakai kursi roda saja Kak",jawab Dea.


"Ya sudah... aku ambil dulu",balas Kalen.


"Dea..."


...****************...

__ADS_1


__ADS_2