
"Jauhkanlah tanganmu darinya",ujar Faris menatap tajam pria yang sedang berusaha untuk menyentuh Kaira.
"Jangan ikut campur",jawab pria itu tanpa takut sedikitpun.
Kaira menegang saat mendengar suara beriton yang sedang berdiri dibelakangnya.Ia tau siapa pemilik suara itu yang tak lain adalah tunangannya.
"Aku akan ikut campur karena yang kau ganggu adalah tunanganku",ujar Faris menatap pria itu dengan tatapan membunuh.
"What?", pekik Anggun sementara Kaira memejamkan kedua matanya saat mendengar pengakuan Faris dihadapan semua orang.
Faris menarik paksa Kaira dari hadapan pria itu lalu membawanya pergi dari kafe itu dengan menggengam tangan Kaira.
"Masuk!",ujar Faris saat mereka sampai di basement Mall.
Kaira hanya menurut saja karena tak ingin berdebat dengan pria itu.Faris menutup pintu setelah memastikan Kaira duduk dengan nyaman.Pria itu duduk dibalik kemudi lalu menjalankan mobilnya meninggalkan basement Mall.
Kaira mengirim pesan pada temannya untuk meminta maaf karena meninggalkannya.
"Sengaja tebar pesona dengan gaunmu seperti ini",tanya Faris dengan rahang mengetat.
"Kenapa dengan gaun ku Kak,gak terlalu terbuka juga",jawab Kaira.
"Apanya yang terbuka, lihatlah bagian dadamu cukup terbuka dan itu yang kamu bilang tak terlalu terbuka",ujar Faris.
"Ini--
"Kamu tau pria tadi tak henti hentinya melirik kearah dadamu.Atau kamu sengaja memamerkan asetmu itu?",tanya Faris.
"Kak...kamu--
"Kaira... kamu tau... kejahatan terhadap pelecehan seksual sangat banyak saat ini,dan aku tak ingin kamu mengalaminya",ujar Faris.
Faris menghentikan mobilnya di rest area lalu mematikan mesin mobilnya.Pria itu membuka jasnya laku menutup dada Kaira yang cukup terbuka.
Sontak hal itu membuat Kaira menatap Faris dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan pernah memamerkan sesuatu yang nantinya adalah hak suamimu",ujar Faris dengan lembut.
"Kak... kenapa kamu marah saat aku diganggu pria lain?", tanya Kaira.
"Aku hanya berusaha melindungimu karena--
"Karena apa Kak?",tanya Kaira.
"Karena kamu adik Pak Kalen", jawab Faris.
Kaira memejamkan matanya,ia berharap Faris mengatakan jika ia cemburu pada pria itu.Tapi itu hanya harapannya saja.
__ADS_1
"Aku tak butuh jasmu Kak",ujar Kaira melempar jas itu kembali pada Faris.
Faris mengetatkan rahangnya."Apa maumu?",tanya Faris.
"Aku kesal dengan mu Kak,kamu melarangku seolah olah aku milikmu.Tapi kenyataanya--
"Kenyataannya kamu tunanganku",ujar Faris.
"Tapi tak ada cinta diantara kita",jawab Kaira tersenyum miris.
"Dan parahnya kamu masih memiliki perasaan pada Kakak iparku", sambung Kaira.
"Cukup Kaira, bukankah aku sudah mengatakan untuk kamu membuatku melupakannya",ujar Faris.
"Tapi jika kamu tak bisa melupakannya percuma aku membantumu Kak",jawab Kaira.
"Aku akan mundur jika semuanya hanya permainan untukmu Kak, aku juga punya hati yang tak bisa kamu mainkan begitu saja", sambung Kaira.
Faris menatap tajam Kaira lalu menarik tengkuk gadis itu lalu m****** bibir mungil itu dengan lembut.
Kaira yang terkejut awalnya diam saja namun ciuman itu lambat laun membuat gadis itupun terbuai hingga ia meringis kecil saat ciuman Faris pindah ke leher jenjangnya dan meninggalkan jejaknya disana.
"Your be Mine Kaira Venolia Atmaja", bisik Faris menatap dalam gadis itu yang masih tampak terkejut dengan apa yang terjadi.
Kaira memukul keras lengan Faris karena kesal dengan pria yang sudah merampas ciuman pertamamya.
"Aku adalah calon suamimu,jadi dimana salahnya jika nanti aku juga yang akan mendapatkannya",jawab Faris enteng.
"Aku membencimu Kak", pekik Kaira yang berusaha membuka pintu mobil namun usahanya sia sia karena Faris menguncinya secara otomatis.
"Buka Kak,aku mau turun",ujar Kaira.
"Dengan penampilanmu seperti ini, jangan harap aku akan membiarkan kamu turun dari mobil", jawab Faris kembali melajukan mobilnya.
"Huffhhh... dasar tukang atur", gerutu Kaira.
"Aku tak mendengarnya", jawab Faris.
Faris mengantarkan Kaira pulang kembali ke rumah."Turunlah.Dan ingat jangan memakai gaun seperti ini lagi",ujar Faris.
"Aku tidak janji",jawab Kaira.
Faris menahan lengan gadis itu."Jangan salahkan aku jika kamu akan melakukan hal yang lebih dari tadi padamu",ujar Faris.
"Mesum...",kesal Kaira.
"Tutup ini dengan rambutmu",ujar Faris menutup bekas kissmark yang tadi ia tinggalkan di leher Kaira dengan rambut panjang gadis itu.
__ADS_1
Kaira mendelik tajam pada Faris."Kakak meninggalkan jejak di leherku?",jawab Kaira.
"Hmmmm..."
"Ish...kesal tau gak",gerutu Kaira memukul lengan Faris bertubi-tubi.
"Hentikan Kaira...!",ujar Faris menahan kedua tangan gadis itu.
"Jika semua orang melihatnya bagaimana?", tanya Kaira.
"Makanya tutupi dengan rambutmu",jawab Faris.
"Ish... menyebalkan,masih cinta masa yang lain tapi malah main nyosor aja", gerutu Kaira saat akan turun.
Faris menahan lengan Kaira."Apa aku harus menyumpal mulutmu lagi seperti tadi?",ujar Faris menatap tajam Kaira.
Gluk
Kaira menggeleng cepat."Gak...", jawab Kaira menutup bibirnya dengan tangan kirinya.
Faris terkekeh geli melihat reaksi Kaira."Bibirmu manis", bisik Faris lalu melepaskan genggaman tangan di lengan Kaira.
"Kak Faris, nyebelin tau gak",ujar Kaira lalu turun dari mobil dan menutup pintu degan kasar.
"Dasar mesum",gerutu Kaira berlari masuk kedalam rumah.
Faris tersenyum tipis mengingat keberaniannya tadi mencium gadis itu.Jujur ini adalah pengalaman pertama juga untuknya."Gadis yang unik", batin Faris.
Setelah memastikan Kaira memasuki rumah Faris kembali melajukan mobil meninggalkan kediaman Kalen untuk kembali ke kantor.
Sementara itu di rumah Kaira masih saja menggerutu tak jelas.Ia kesal pada dirinya sendiri kenapa mau saja dicium oleh Faris.
"Ra..."
Kiara menghentikan langkahnya saat sang Kakak ipar memanggilnya.
"Kak Mika..."
"Kata Mama kamu pergi sama teman kamu kenapa pulangnya diantar Faris",tanya Mika.
"Oh itu tadi teman aku ada keperluan lain Kak,dan kebetulan Kak Faris juga selesai meeting disana.Jadi di antar aku pulang,gak masalah kan Kak?",jawab Kaira.
"Ya gak masalah kok Ra", balas Mika.
"Ya sudah aku ke kamar dulu",ujar Kaira menaiki tangga menuju kamarnya dilantai atas.
"Ya..."
__ADS_1
...****************...