Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Siapa yang cemburu?


__ADS_3

"Selamat malam Tuan William...",ujar wanita paruh baya yang masih cantik diusianya yang memasuki kepala empat.


"Selamat malam Nyonya Sandra,apa kabar?",jawab Tuan William pada wanita paruh baya itu.


"Alhamdulillah baik...",jawab Sandra tersenyum tipis.


"Mari... silahkan nikmati pestanya",ujar Tuan Wiliam tersenyum hangat.


"Iya...terima kasih Tuan Wiliam,suatu kehormatan untuk saya menghadiri pernikahan cucu sulung anda",jawab Sandra tersenyum tak kalah ramah.


Tuan Wiliam tersenyum tipis seraya mengangguk pelan.


"Selamat datang dikediaman kami Nyonya Sandra,wah...suatu kehormatan bagi kita kedatangan seorang pengusaha seperti anda",ujar Marisa yang baru saja datang menghampiri tamunya itu.


"Iya...saya lah yang merasa beruntung bisa bertemu langsung dengan Tuan Wiliam dan keluarga",jawab Sandra.


"Oh ya ngomong ngomong pengantinnya mana ini?",sambung Sandra yang tak melihat pelaminan ataupun kedua pengantin.


Karena ini bukanlah pesta pernikahan namun pengumuman pernikahan.Karena pesta pernikahan telah dilangsungkan sebelumnya secara tertutup.Jadi tak ada pelaminan ataupun baju pengantin karena Dea hanya memakai gaun malam saja.


Marisa menatap sekilas sang suami dan Papa mertuanya yang mengangguk pelan."Ah ya...itu lagi makan malam disana",ujar Marisa menunjuk anak dan menantunya yang tengah menikmati makan malam mereka.


"Oh... sepertinya menantumu sangat cantik... lihatlah dari belakang saja aku yakin dia tak kalah cantiknya denganmu",gurau Sandra.


"Ah...kamu bisa saja jeng...ya bedalah.Cantik kan menantuku usianya pun juga masih sangat muda dibandingkan aku yang sudah tua ini",jawab Marisa tersenyum tipis.


"Tapi masih tetap cantik loh...",puji Sandra.


"Ah ya...Pak Dion kemana?",tanya Rendra yang dari tadi hanya menyimak saja.


"Maaf sekali tak bisa hadir Pak Rendra karena ada perjalanan bisnis keluar kota",jawab Sandra.


"Wah sayang sekali ya...",ujar Rendra.


"Sepertinya Kalen dan Dea telah selesai makan,ayo saya antar ke pengantinnya", ujar Marisa.


"Baiklah...saya juga buru buru mau nyusul suami",jawab Sandra.


Mereka akhirnya melangkah menuju Kalen dan Dea yang sedang menikmati hidangan penutup.


"Kalen...Dea,kita kedatangan tamu istimewa",ujar Marissa pada anak dan menantunya.


Kalen menatap datar Sandra namun berbeda dengan Dea,gadis itu tampak terkejut.Dea membeku saat melihat Sandra yang begitu mirip dengan ibu yang telah meninggalkannya sepuluh tahun lamanya.Namun bedanya saat ini wanita yang ada dihadapannya tampak begitu berkelas berbeda dengan ibunya yang hanyalah wanita sederhana.


"Kenalkan Jeng...ini menantu saya Dea",ujar Marissa mengenal Dea pada Sandra.


"Hai...benar dugaan saya kalau kamu itu cantik bahkan sangat cantik.Beruntung Nak Kalen mendapatkan istri secantik kamu",ujar Marisa mengulurkan tangannya.


"Dea...",bisik Marisa karena menantunya itu terlihat melamun.


"Ah...ya.Terima kasih atas pujiannya Nyonya,anda juga terlihat cantik",jawab Dea menyambut uluran tangan Sandra dengan raut wajah yang masih terlihat terkejut.

__ADS_1


"Kamu mengingatkan saya dengan seseorang.Dan--


Drrt....


"Oh maaf...saya angkat telfon sebentar",ujar Sandra berjalan menjauhi ketiga orang itu.


Dea masih menatap Sandra dari kejauhan,wanita itu sungguh sangat mirip dengan wanita yang selalu ia rindukan selama ini.


"Dea...",ujar Kalen menyadarkan Dea dari lamunannya.


"Ya Kak...ada apa?",tanya Dea.


"Kamu lihat apa?",ujar Kalen.


"Bukan apa apa Kak...",kilah Dea dengan senyuman yang dipaksakan.


"Yakin...?",tanya Kalen.


"Iya...apakah aku boleh tanya sesuatu sama Kakak?",tanya Dea.


"Ya... silahkan",jawab Kalen menatap sang istri yang tampak tengah memikirkan sesuatu.


"Dia...apakah Kakak mengenalnya lebih dekat?",tanya Dea menunjuk Sandra yang masih sibuk menerima telfon.


"Oh...dia adalah salah satu wanita tersukses di kota ini.Dan juga memiliki beberapa butik terkenal di kota lainnya",jawab Kalen.


"Maksudku kelurganya",ujar Dea.


Dea tersenyum kecut karena ia tak mendapatkan informasi apapun dari wanita yang begitu mirip dengan ibunya itu.


"Apakah kamu pernah bertemu dengannya sebelumnya?",tanya Kalen karena ia merasa ada yang disembunyikan oleh istrinya ini.


"Ah... tidak Kak.Aku hanya merasa dia mirip dengan seseorang",jawab Dea.


"Ibumu...",tebak Kalen.


"Kakak tau--


"Sekilas wajah kalian ada kemiripan,tapi itu tidak mungkin karena setau ku putri Nyonya Sandra telah meninggal dunia dalam sebuah tragedi kecelakaan sepuluh tahun yang lalu",ujar Kalen yang cukup tau akan peristiwa naas itu.


Dea tampak tersenyum tipis mendengar ucapan Kalen.Ia sudah berharap jika Sandra mungkin saja ibu kandungnya.Tapi menurut cerita Kalen membuatnya tak lagi punya harapan untuk bertemu dengan wanita yang selama ini ia tunggu kedatangannya.


"Oh...Kalen,Dea.Tante pamit dulu,ada pekerjaan yang harus diselesaikan.Selamat ya atas pernikahan kalian semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah",ujar Sandra berpamitan untuk. pergi.


"Ya Tante... terimakasih atas ucapannya",jawab Kalen.


"Dea..."


"Ya Kak..."


"Aku ke sana sebentar",ujar Kalen menunjuk Tuan Wiliam.

__ADS_1


"Iya Kak",jawab Dea.


" Ingat...!,jangan tebar pesona",ujar Kalen meninggalkan Dea yang bingung dengan maksud ucapannya.


Dea menatap kepergian Kalen dengan kening berkerut.Sungguh ia tak mengerti maksud dari kata kata Kalen."Siapa yang tebar pesona?",gumam Dea.


"Ya kamu lah... siapa lagi",ujar Kaisan tiba tiba.


"Hah?"


"Kamu lihat Dea hampir seluruh pria disini diam diam memperhatikanmu!",ujar Kaisan menunjuk beberapa pria menatap ke arah Dea.


"Tapi kau tak merasa melakukan itu", lirih Dea.


"Hahaha...ya.Tapi kecantikan kamu ini yang membuat mereka tak bosannya memandangimu.Bahkan sepertinya sebentar lagi Kakakku akan bucin denganmu",kekeh Kaisan yang melihat Kalen tampak menatap tajam padanya dari kejauhan.


"Mana mungkin Kak aku bukanlah tipe dari wanita idaman Kak Kalen",jawab Dea.


"Itu hanya dibibir saja menutupi semuanya karena ia tak ingin menjadi pedofil dengan menikahimu",ujar Kaisan.


"Pedofil...",beo Dea.


"Ya...karena kamu sangat belia untuk Kakakku yang sudah berusia 25 tahun.Apa namanya jika tidak pedofil",ujar Kaisan.


"Eh...?"


"Lihatlah Pria posesif itu menuju kesini!",ujar Kaisan menunjuk Kakaknya yang berjalan menuju mereka dengan rahang yang mengetat.


Dea menatap pria yang merupakan suaminya itu berjalan dengan wajah datarnya.


"Baru aku tinggal sebentar saja kau mendekati istiriku lagi Kai...",ketus Kalen.


"Haha... aku hanya menjaganya Kak dari Pria yang ingin mengganggunya",kekeh Kaisan.


"Dan kau juga ikut menganggunya",ujar Kalen.


"Itu beda Kak...dia Kakak iparku jadi tak ada namanya yang menganggu",jawab Kaisan.


"Apakah kau pernah mendengar jika ipar itu adalah maut",ujar Kalen menatap tajam sang adik.


"Hahaha...kamu lucu Kak jika sedang cemburu",gelak Kaisan.


"Si-siapa yang cemburu?",kilah Kalen.


"Ya kamu lah Kak, siapa lagi",jawab Kaisan.


"Sok tau kamu",ujar Kalen menarik Dea seri hadapan Kaisan.


"Hehehe...akui saja kalau kamu mulai menyukai Dea Kak",kekeh Kaisan menatap kepergian Kakaknya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2