Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Kekesalan Faris


__ADS_3

"Ra..."


"Ya Kak",jawab Kaira yang sedang asyik bermain game diponselnya.


"Minta tolong antarin berkas ini ke kantor ya,Kakak kamu butuh sekarang karena ketinggalan tadi pagi.Kakak lagi menyusui Rania",ujar Dea yang datang menghampiri Kaira dengan Rani dalam gendongannya.


"Oh...baiklah Kak",jawab Kaira.


"Kamu pakai mobil Kakak aja,kuncinya ada di laci",ujar Dea.


"Untuk pertama kalinya aku membawa mobil termahal di dunia ini,satu satunya lagi",ujar Kaira begitu senang.


"Kamu ini ada ada saja Ra",kekeh Dea.


"Papa begitu menyayangimu Kak,aku anaknya saja hanya memakai mobil produksi Indo",ujar Kaira.


"Papa juga menyayangimu Kaira.Mobil itu adalah hadiah pernikahan dari Papa untuk kami,Kaira.Ayo buruan Kakak kamu bisa ngamuk jika kelamaan",jawab Dea.


"Ya sudah aku berangkat ya Kak",ujar Kaira langsung berlari keluar rumah menuju bagasi mobil.


Dengan hati yang begitu senang gadis itu mengendarai mobil mewah itu."Ya ampun mobil ini sangat nyaman", puji Kaira.


Tak lama gadis itu sampai di perusahaan Kakaknya.Ia sengaja memarkirkan mobilnya didepan loby karena ia hanya sebentar saja.


Gadis itu memasuki kantor Kakaknya dan menghampiri resepsionis.


"Ada yang bisa dibantu Dek?",tanya resepsionis itu ramah.


"Aku mau ke ruangan Kak Kalen,lantai berapa ya?", tanya Kaira.


"Apakah sudah membuat janji?",tanya resepsionis itu.


"Aku mau mengantarkan berkas ini.Tadi ketinggalan di rumah,saya adiknya",jawab Kaira.


"Oh Silahkan menaiki lift itu Nona dan ruangan Pak Kalen di lantai sepuluh",ujar resepsionis itu menunjuk lift khusus petinggi perusahaan.


"Terimakasih ya Kak",jawab Kaira diangguki resepsionis itu.

__ADS_1


Kaira segera memasuki lift yang akan mengantar diriinya menuju lantai dimana ruangan Kakaknya berada.


Setelah pintu lift terbuka Kaira dikejutkan oleh Faris yang juga berdiri didepan lift.


"Kak Faris...",gumam Kaira.


Faris menatap Kaira dengan kening berkerut."Kenapa gadis ini ada di kantor?",batin Faris.


Kaira keluar dari lift dengan mengenggam berkas ditangannya."Kak...ruangan Kak Kalen dimana?",tanya Kaira.


"Oh itu ada di sana",tunjuk Faris pada ruangan yang bertuliskan Chief Executive Officer.


"Terimakasih Kak",jawab Kaira.


Gadis itu melangkah meninggalkan Faris yang menatap kepergiannya dengan tatapan yang entah.


Sesampainya di depan ruangan sang Kakak, gadis itu mengetuk pintu.Setelah terdengar perintah dari sang Kakak dari dalam untuk masuk gadis itu membuka pintu.


Ceklek


"Kak....ink berkasnya",ujar Kaira.


"Tadi Kak Dea lagi menyusui Rania Kak",jawab Kaira meletakkan berkas itu diatas meja kerja sang Kakak.


"Oh..."


"Apakah kamu akan langsung pulang?",tanya Kalen.


"Kenapa memangnya Kak?",tanya Kaira.


"Kamu bisa kan membantu Faris untuk meeting,dia butuh seseorang untuk mencatat poin poin penting.Kakak juga akan bertemu investor setelah ini",jawab Kalen.


"Hmmm gimana ya Kak,aku--


"Kakak akan memberimu uang saku,tenang saja Kakak akan tetap menggajimu",ujar Kalen.


"Ya Baiklah Kak",jawab Kaira pasrah.Niat hati untuk menjauhi pria itu malah Kakaknya kini memintanya untuk menemani pria itu.

__ADS_1


"Faris...ke ruanganku sekarang!",ujar Kalen dari sambungan telepon.


Tak lama pintu ruangan itu terbuka,pria itu masuk bersamaan dengan Kaira yang juga menoleh padanya.


"Ya Pak",ujar Faris mengabaikan tatapan Kaira padanya.


"Kamu akan ditemani Kaira untuk meeting kali ini",ujar Kalen membuat pria itu seketika menoleh pada gadis itu.


"Baik Pak",jawab Faris.


"Hmmm... berangkatlah!",ujar Kalen diangguki Faris.


"Kak ingat janji kamu,jangan lupa transfer uangnya",tutur Kaira.


"Ya... lakukan dulu pekerjaanmu",jawab Kalen.


***


Faris dan Kaira berangkat menuju salah satu restoran untuk meeting.Kaira hanya diam saja sepanjang perjalanan.Begitu juga dengan Faris pria itu tak berniat untuk menegur gadis yang duduk disebelahnya.


Tak lama mobil mereka sampai di sebuah restoran.Keduanya turun dan masuk kedalam restoran itu menuju ruangan VIP yang telah dipesan oleh klien mereka.


"Maaf terlambat Tuan",ujar Faris menjabat tangan pria yang sudah menunggunya.


Tidak apa apa Pak Faris,saya juga baru sampai",jawab pria itu.


"Siapa dia",tanya pria itu menunjuk Kaira.


"Dia... asisten saya,Kaira namanya",jawab Faris.


Senang bertemu anda Nona,kamu terlihat begitu sangat cantik",puji pria itu menjabat tangan Kaira.


"Terimakasih atas pujiannya Pak",jawab Kaira tersenyum tipis.


Faris mengeraskan rahangnya, entah kenapa ia tak suka pria itu memuji Kaira.Rasanya ingin ia berikan bogeman pada pria itu jika tak ingat jika pria itu adalah klien penting mereka.


Ia begitu kesal sehingga selama meeting berlangsung pria itu hanya berbicara seperlunya.Ia makin kesal saat pria itu berusaha mencari perhatian Kaira.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2