
"Mas...dimana aku meletakkan buku-buku ini?",tanya Kaira saat mereka sampai di apartemen Faris.
"Di ruang kerjaku saja sayang,Mas sudah menyiapkan meja untuk kamu disana,tapi sebelum ini temui Mama dulu sana di dapur",ujar Faris.
"Mama ke disini Mas?",tanya Kaira.
"Iya. Tadi pas Mama menghubungi Mas katanya dia mau masak.Mungkin masih didapur",ujar Faris.
"Baiklah...",jawab Kaira berjalan menuju dapur sementara Faris membawa koper berisi buku buku milik Kaira ke ruang kerjanya yang berada disebelah kamar utama.
"Mama...",sapa Kaira pada sang mertua yang tampak fokus pada masakannya.
"Kaira...kamu sudah datang",jawab Arita mematikan kompor lalu menghampiri sang menantu dan memeluknya.
"Mama kapan datangnya?",tanya Kaira saat mengurai pelukan mereka.
"Baru satu jam,kata Faris kalian akan kembali makanya Mama masak",jawab Arita.
"Mama masak apa?",tanya Kaira menengok wajan.
"Ayam lada hitam sama tumis kangkung",jawab Arita.
"Hummm Mama tau apa makanan kesukaan aku",kekeh Kaira.
"Iya dong, Faris pernah memasakkannya untuk kamu saat direstoran makanya Mama tau",jawab Arita.
"Udah matang Ma?",tanya Kaira.
"Sudah...",jawab Arita.
"Ada lagi yang bisa aku bantu Ma?",tanya Kaira.
__ADS_1
"Mas mau seblak sayang",ujar Faris.
"Kamu ngagetin saja Mas",seru Kaira yang tersentak kaget.
"Maafkan Mas sayang",jawab Faris.
"Ya sudah biar aku buatkan",ujar Kaira.
"Mama juga mau?",tanya Kaira pada sang mertua.
"Gak usah sayang.buatkan untuk Faris saja.Mama ke depan dulu ya mau nonton",ujar Arita meninggalkan anak menantunya itu berdua.
Setelah memastikan Mamanya pergi Faris mengahampiri sang istri yang sedang meracik bumbu.Baginya Kaira makin terlihat cantik saat memakai apron miliknya itu.
"Ada yang bisa Mas bantu sayang", bisik Faris memeluk sang istri dari belakang lalu menciumi tengkuk sang istri yang terbuka karena rambut Kaira ia cepol asal keatas dan itu terlihat main sexy dimata Faris.
"Mas...jangan mengangguku,nanti seblaknya gak jadi",ujar Kaira namun tak dipedulikan pria itu malah tangannya bergerak nakal menyentuh dua benda kesukaannya.
"Mas...nanti Mama lihat", bisik Kaira yang tampak mulai panik.
"Mas...ini seblaknya jadi apa enggak sih, kamu malah mengangguku", rengek Kaira.
"Tidak usah,Mas mau kamu", bisik Faris melepaskan apron yang dipakai Kaira lalu menggendong sang istri menuju kamar mereka.Andai tak ada Mama mungkin Faris sudah melakukannya disana tapi lain waktu akan ia coba.
Kaira hanya pasrah karena menolak juga percuma,pertama dosa menolak suami,yang kedua Faris tidak akan berhenti menganggunya sebelum mendapatkan apa yang pria itu mau.
Faris merebahkan tubuh sang istri diatas ranjangnya, pria itu menatap penuh damba sang istri setelah berhasil membuka seluruh pakaian yang Kaira kenakan.
"Tubuhmu sangat indah baby,Mas tidak akan pernah rela jika ada orang lain melihatnya", bisik Faris melabuhkan kecupan basah di telinga Kaira hingga wanita itu mendesah tertahan.
"Jangan lagi memakai pakaian sexymu itu lagi,atau Mas akan membuatmu tak bisa berjalan setelahnya",racau Faris yang begitu sangat posesif pada istri cantik nya itu.
__ADS_1
Kaira tak menjawab,wanita itu menikmati apa yang di lakukan suaminya pada tubuhnya.
*
*
*
*
Faris mengecup kening sang istri setelah mendapatkan pelepasannya."Terimakasih sayang", bisik Faris.
Kaira mengangguk pelan dengan mata terpejam.Tubuhnya begitu sangat lelah karena Faris tak memberinya ampun sebelum ia terkulai lemas.
Kaira memasuki alam mimpinya membuat Faris tersenyum tipis.Wanitanya itu membuatnya begitu kecanduan akan tubuhnya.Faris melepaskan penyatuan mereka lalu menyelimuti tubuh polos sang istri dengan selimut.
Pria itu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket.Pria itu tersenyum melihat tubuhnya yang dihiasi jejak cinta sang istri.Pria itu begitu teringat betapa liarnya sang istri diatas ranjang.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya Faris mengambil pakaian ganti baju di lemari dan memakainya.Lalu pria itu kembali keluar karena Mamanya saat ini pasti mencari keberadaan mereka.
"Ris...Kaira mana?",tanya Arita yang tak menemukan keberadaan menantunya.
"Lagi tidur dikamar Ma", jawab Faris.
Arita mengehela nafas berat,ia tau apa yang terjadi pada kedua anak menantunya itu.Melihat rambut anaknya yang basah Arita hanya tersenyum dalam hati.
"Jangan keseringan melakukannya Ris",ujar Arita saat sang anak duduk disebelahnya memangku laptopnya.
"Bukankah Mama ingin cucu", jawab Faris telak.
"Iya sih.Tapi kasihan Kaira kamu gempur terus",ujar Arita.
__ADS_1
"Iya Ma...",jawab Faris.
...****************...