
Faris menatap fokus pada jalanan dan juga fokus pada stir mobilnya karena jalanan yang mulai padat oleh kendaraan karena bertepatan dengan jam makan siang.
Sedangkan Kaira hanya diam saja dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Mau makan siang dimana?",tanya Faris membuka suara.
"Terserah Kak Faris saja maunya dimana",jawab Kaira.
Kaira mengikat rambutnya keatas secara asal membuta Faris menoleh dengan apa yang dilakukan gadis itu.Terlihat bekas kismark yang ia tinggalkan tadi dileher Kaira terekspos jelas.
"Kenapa rambut kamu diikat",tanya Faris.
"Nyaman aja kayak gini Kak",jawab Kaira.
"Kamu bawa Foundition?",tanya Faris.
"Bawa, kenapa Kak?", tanya Kaira menatap Faris.
"Tutupi bekas yang aku tinggalkan tadi dilehermu",ujar Faris.
"Kakak ninggalin jejak lagi?", tanya Kaira merengut kesal.
"Ya... kenapa?, bukankah kamu milikku alias tunanganku",jawab Faris tanpa beban.
"Hmmm,tapi cintanya sama orang lain", ketus Kaira mengoleskan foundotion pada lehernya.
"Jika aku cinta sama kamu, lalu apakah kamu mencintaiku?",telak Faris membuat Kaira menegang seketika.
Kaira sendiri juga tidak tau dengan perasaannya sendiri pada Faris.Tapi entah kenapa setiap kali Faris menciumnya dia mau saja dan tak menolak.Contohnya tadi dia bahkan membalas ciuman pria itu.
"Kenapa gak jawab?",tanya Faris.
"Memangnya Kak Faris mencintaiku?", jawab Kaira kembali bertanya.
Faris diam tak menjawab, pria itu tak tau juga apa yang harus ia jawab.Ia terjebak dalam pertanyaannya sendiri.
"Kak...jika kita cemburu melihat seseorang yang dekat dengan kita didekati orang lain apakah itu namanya kita mencintai orang itu?",tanya Kaira tiba tiba.
"Ya... kenapa?", tanya Faris.
"Gak...tanya aja",jawab Kaira tersenyum smirk.
"Aku akan membuktikan jika kamu mencintaiku atau tidak Kak",batin Kaira yang tampak tengah merencanakan sesuatu.
Tak lama mobil mereka sampai di pelataran sebuah restoran.Keduannya turun lalu masuk ke dalam restoran.
"Duduk disini aja Kak",ujar Kaira melihat meja kosong.
"Ya...",jawab Faris.
Keduanya duduk dan memesan makanan setelah waiters mendatangi mereka.
"Kaira..."
"Ya ... siapa ya?",tanya Kaira mengerutkan keningnya menatap seorang pria yang menegurnya.
__ADS_1
"Kenalkan aku Deril,yang kemarin minta nomor kamu lewat Anggun",ujar pria itu mengulurkan tangannya.
"Oh...Kaira...",jawab Kaira menyambut uluran tangan pria itu.
"Kamu sama Kakak kamu?", tanya Deril yang menatap Faris hanya diam saja.
Kaira menatap Faris aku tersenyum tipis."Dia teman Kakakku",jawab Kaira membuat Faris mengepalkan kedua tangannya di bawah meja.
"Oh...salam kenal Kak,aku Deril teman jurusan Kaira",ujar Deril.
"Aku Faris tunangan Kaira",jawab Faris menatap tajam Deril.
Kaira mengulum senyumannya karena rencananya berhasil."Gengsian kamu Kak",batin Kaira menyunggingkan senyumannya.
"Kaira...benar dia tunanganmu,sejak kapan?", tanya Deril menatap Kaira menuntut sebuah jawaban dari Kaira.
"Hmmm i-iya",jawab Kaira.
"Oh...tapi masih tunangan kan Kak,masih ada kesempatan sebelum janur kuning melengkung",ujar Deril.
Faris mengeraskan rahangnya menatap pria itu dengan tatapan tajamnya."Apa maumu?",tanya Faris dengan suara datar dan dinginnya yang penuh dengan intimidasi.
"Ya...aku menyukai Kaira,jadi kita akan memperebutkan cintanya Kaira",jawab pria itu berusaha tenang meski ia saat ini sebenarnya sudah takut dengan tatapan tajam Faris.
"Kaira kamu mau dengannya?",tanya Faris.
"Hah?, maksudnya?",jawab Kaira.
"Jika kamu menyukainya,aku mundur",ujar Faris.
Deg
"Kaira berarti dia tak menyukaimu,buktinya dia tak mau memperjuangkanmu",ujar Deril memprovokasi Kaira.
"Untuk apa memperjuangkan seseorang yang kita gak tau apakah dia menyukai kita atau tidak.Dan satu lagi aku tidak akan mau bersaing dengan anak ingusan sepertimu",jawab Faris menatap tajam Deril.
"Kak kau--
"Stop...!,Deril sebaiknya kamu pergi dari sini!,kita baru kenal dan kamu bilang menyukaiku",ujar Kaira yang sudah mulai jengah dengan perdebatan pria yang ada dihadapannya.
"Oke...",jawab Deril beranjak pergi dengan tatapan penuh kekecewaan.
"Hufffhh...", Kaira menghembuskan nafas berat dan memijit pangkal hidungnya.
Faris menatap tajam Kaira yang masih tampak memijit pangkal hidungnya.
"Kak--
"Kamu menyukainya?",tanya Faris.
"Ya enggak lah Kak,baru kenal juga",jawab Kaira.
"Tapi dia menyukaimu",ujar Faris.
"Dan aku tidak, dimana masalah Kak?", tanya Kaira.
__ADS_1
"Dia pria ambisius,aku yakin akan mengejarmu",jawab Faris.
"Biarkan saja,aku tak peduli",ujar Kaira acuh.
"Kai..."
"Ya... ada apa Kak?",tanya Kaira mengerutkan keningnya tiba tiba saja Faris menyebut namanya lembut.
"Seperti apa pria idamanmu?",tanya Faris.
"Maksudnya?",jawab Kaira.
"Jawab saja apa susahnya Kai,tanpa harus balik bertanya",ujar Faris.
"Hufff...gak muluk muluk sih Kak,yang penting mau menerima sifat manjaku, tampan dan juga mencintaiku dengan tulus.Itu saja",jawab Kaira.
"Oh...."
Tak lama pesanan mereka datang dan keduanya makan siang dengan lahapnya.Hanya sesekali Faris menatap Kaira yang tampak begitu lahap memakan makanannya.
"Kai..."
"Ya Kak...",jawab Kaira mengangkat kepalanya menatap Faris.
"Nanti malam bisa gak temani aku pergi ke pesta pernikahan temanku?",tanya Faris.
"Bisa Kak, temanya apa takutnya salah kostum",jawab Kaira.
"Internasional...",jawab Faris.
"Oke...", balas Kaira mengangguk pelan.
Setelah selesai keduanya kembali ke kantor dan keduanya disibukan dengan pekerjaan masing-masing.Tanpa mereka sadari waktu terus berlalu dan sudah saatnya mereka pulang.
Kaira membackup pekerjaannya dan membereskan meja kerjanya.Gadis itu meregangkan otot ototnya karena terasa kaku akibat kelamaan duduk.
Kaira melirik ruangan kerja Faris, pria itu masih didalam ruangannya.Tak ada tanda-tanda jika pria itu akan keluar dari ruangannya.
"Ck... apakah dia lembur?", batin Kaira.
Setelah menunggu selama 15 menit akhirnya Faris keluar dari ruangannya dengan menenteng tas kerjanya.
"Aku kira kamu lembur Kak",ujar Kaira.
"Ada sedikit pekerjaan yang deadline untuk besok",jawab Faris.
"Oh..."
"Ayo pulang!",ujar Faris.
"Ya..."
"Kamu membutuhkan gaun untuk ke pesta nanti malam?,kalau iya kita mampir ke butik dulu",ujar Faris.
"Gaunku ada kok Kak",jawab Kaira.
__ADS_1
"Oh baiklah...", jawab Faris mengangguk pelan.
...****************...