Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Masakan pertama


__ADS_3

Tring


Kaira mengeluarkan ponselnya didalam tas saat terdengar berdering.Wanita itu tersenyum tipis melihat siapa yang menghubunginya.Ia baru mengaktifkan nomornya saat sampai bandara tadi.Selama di Maldives ponselnya memang aktif tapi dalam mode pesawat.Hanya sesekali di aktifkan itupun Faris yang melakukannya karena ponsel suaminya itu rusak katanya.


"Angkat sayang,kenapa melamun?",tanya Faris yang melihat nama Mama mertuanya di layar ponsel sang istri.


"I-iya Mas",jawab Kaira lalu mendial tombol hijau.


"Ya Ma..."


"Syukurlah kamu mengangkatnya,kamu lagi dimana.Apakah masih di Maldives?",tanya Marisa.


"Ini baru sampai di Indo Ma,ada apa?",jawab Kaira.


"Kamu ke rumah Kakak kamu kan?",tanya Marisa.


"Maaf Ma,aku ke apartemen Mas Faris dulu.Sore insyaallah Kaira sama Mas Faris ke rumah Kakak",jawab Kaira.


"Oh begitu, baiklah sayang.Mama tunggu ya",ujar Marisa yang sangat merindukan putrinya itu.


"Iya Ma..."


Tut


Tak lama mereka sampai di apartemen milik Faris,keduanya memasuki unit itu dengan Faris yang menyeret koper mereka.


"Mas kamu mengganti furniturnya?",tanya Kaira yang pernah dua kali ke sini jadi dia hafal furniture di unit apartemen milik suaminya itu.


"Iya sayang, kecuali sofa karena disana ada kenangan yang tidak bisa aku lupakan",tunjuk Faris pada sofa panjang itu.Seketika pipi Kaira memerah karena Faris masih mengingat kejadian hari itu.


"Ayo...aku tunjukan kamar kita",ujar Faris menarik pergelangan tangan sang istri membawanya ke kamar pribadinya.


Saat pintu kamar itu terbuka dan lampu di nyalakan pemandangan mewah langsung terlihat.


"Mas...ini kamar kamu?",tanya Kaira tersenyum lebar melihat betapa mewahnya kamar itu.


"Dulu iya,dan sekarang ini kamar kita",jawab Faris memeluk sang istri dari belakang.


"Kamu menyukainya?",tanya Faris.

__ADS_1


"Huummm... sangat",jawab Kaira.


"Di lemari itu semua kebutuhan kamu sudah tersedia,jadi tak perlu lagi membawanya dari rumah Kak Kalen",ujar Faris menunjuk lemari yang berhadapan dengan tempat tidur.


"Mau melihatnya?",tanya Faris.


"Iya... apakah ukurannya pas dengan tubuhku?",tanya Kaira.


"Lihatlah,tapi aku rasa cocok",jawab Faris yang sudah hafal ukuran tubuh sang istri.


Kaira membuka pintu lemari itu dan betapa terkejutnya wanita itu melihat isi lemari itu yang dipenuhi oleh pakaian wanita berbagai macam-macam model dan lengkap dengan perhiasan juga tas dan sepatu.


"Maaf kamarnya tidak ada walk in closetnya sayang",ujar Faris.


"Tidak apa-apa Mas,ini sudah sangat cukup bagiku",jawab Kaira memeluk suaminya itu dengan begitu erat.


"Terimakasih Mas, sudah memberikan yang terbaik untukku beberapa ini", ucap Kaira.


"Sudah kewajiban Mas sayang memberikan kamu kebahagiaan",jawab Faris.


"Mas aku mau lihat dapurnya",ujar Kaira.


"Gak mau lihat aja,mau masak juga",kekeh Kaira.


"Emang bisa,hm?",tanya Faris mengacak rambut sang istri gemas.


"Bisa.Ya walau belum mahir sih",jawab Kaira.


"Aku gak nuntut kamu bisa masak sayang,kita mungkin bisa mengerjakan pembantu di sini atau memesan makan diluar",ujar Faris.


"Gak bisa gitu dong Mas,aku ingin kamu juga menikmati masakan aku.Aku takut nantinya kamu melirik yang lain karena aku tak bisa ngenyangin perut kamu",jawab Kaira.


"Kata siapa aku melirik yang lain,hm?.Kita itu memiliki kekurangan masing-masing sayang,dan tujuan kita menikah itu saling melengkapi kekurangan itu.Dan perihal melirik yang lain aku tidak akan pernah melakukannya",ujar Faris.


"Tapi aku tetap ingin memasak untuk kamu Mas",kekeuh Kaira.


"Aku serahkan semuanya sama kamu,aku juga gak menuntut kamu harus bisa memasak",jawab Faris.


"Ayo Mas...kita lihat dapurnya",ujar Kaira.

__ADS_1


"Iya..."


***


Seperti apa yang dikatakan Kaira jika ia bisa memasak dan kali ini wanita itu sedang sibuk di dapur.Sementara Faris duduk memangku laptopnya mengecek email yang dikirim sekretarisnya.


Meski belum begitu lihai tapi selama tinggal dirumah Kalen gadis itu banyak belajar dari Kakak iparnya.


Kaira menata hasil masakan diatas meja makan.Ia hanya memasak ayam goreng,tahu dan sambal.Dan untuk sayurnya wanita itu membuat capcay.


Wanita itu melepas apronnya lalu menggantungnya kembali di tempat penyimpanannya.Setelahnya barulah ia memanggil Faris untuk makan bersama.


"Mas..."


"Ya sayang?, sudah selesai?",tanya Faris.


"Sudah,ayo makan!",ujar Kaira.


Faris meletakan laptopnya diatas meja lalu mengikuti sang istri menuju ruang makan.Pria itu tersenyum melihat hasil masakan sang istri.


"Kamu kenapa tersenyum seperti itu Mas?",tanya Kaira yang mengambil makanan untuk Faris.


"Sepertinya enak",jawab Faris menarik kursi untuk ia duduki lalu menduduk kan bokongnya.


"Silahkan di coba dulu Mas,nanti baru bilang enak",ujar Kaira meletakkan piring berisi makanan itu dihadapan Faris.


"Aku coba ya",ujar Faris menyendok makanan itu lalu menyuapnya.


"Bagaimana Mas?",tanya Kaira penuh harap melihat ekspresi Faris yang mengunyah makanan yang dimasaknya.


"Enak.Kamu coba saja",jawab Faris jujur.


"Masa sih?",tanya Kaira menyuap makanan miliknya dan ternyata rasanya biasa saja.


"Kamu membohongiku ya Mas,ini mah rasanya pas pasan saja", timpal Kaira.


"Menurut Mas ini enak sayang karena dimasak dengan penuh cinta",jawab Faris terus menyuap masakan pertama dari isterinya itu.


Kaira tersenyum tipis,ia bahagia Faris mau menghargai masakannya.Meski ini kali pertama kalinya ia memasak untuk orang lain dan itu suaminya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2