Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Dinner


__ADS_3

"Sayang ayo bangun!",ujar Kalen menyentuh pipi sang istri dengan lembut.


"Kak...",lirih Dea dengan suara serak khas bangun tidur.


"Bangun sayang...gak baik menjelang magrib tidur.Mau lihat sunset gak?",ujar Kalen membuat sang istri membuka matanya lebar lebar.


"Iya Kak...",jawab Dea yang langsung bangkit dari tidurnya hingga tak menyadari jika ia tak memakai apapun hingga tubuh polos Dea terpampang nyata dihadapan Kalen.


"Jangan menggodaku lagi my little wife",ujar Kelen menutup area dada Dea dengan selimut.


"Eh...?"


"Lihatlah bagus tidak...",,ujar Kalen menunjuk matahari yang terbenam hingga membuat langit berwarna kemerahan.


"Cantik Kak...",jawab Dea menyandarkan kepalanya di dada bidang Kalen sembari mengeratkan selimut dibagian dadanya.


Mereka menatap keindahan sunset dari dalam kamar karena bangunan Villa yang semi terbuka namun sangat privasi tentunya.


"Kamu lebih cantik my wife",bisik Kalen mengecup bahu polos Dea.


"Kak..."


"Hmmm"


"Aku lapar...",lirih Dea.


"Mandilah... setelah itu kita akan dinner diluar",ujar Kalen yang telah memesan tempat yang berlokasi di tepi pantai.


"Baiklah Kak...",jawab Dea melangkah menuju kamar mandi.


"Awh...", pekik Dea saat merasakan perih di bagian area intinya.


"Kenapa sayang?", tanya Kalen yang tampak panik.


"Aku...gak bisa jalan dengan cepat Kak,sakit",lirih Dea menunjuk area intinya.


Kalen langsung menggendong Dea menuju kamar mandi dan memasukkannya ke dalam bathub yang telah terisi air.


"Berendamlah dulu agar kamu rileks.Maaf ya... membuat kamu kesakitan kayak gini",ujar Kalen.


"Gak apa apa Kak... sudah kewajibanku",jawab Dea merilekskan tubuhnya dengan memejamkan matanya.

__ADS_1


"Jangan tidur lagi sayang...",ujar Kalen karena Dera sering tertidur jika sudah berendam di bathtub.


"Hmmm"


Kalen membuka pintu kamar mandi lebar lebar takut jika Dea tertidur ia dengan mudah memantau dari dalam kamar.


Pria itupun duduk ditepi tempat tidur menghadap ke kamar mandi sembari menunggu petugas Villa yang ia minta mengambil gaun untuk Dera di salah satu butik.


Kalen tersenyum melihat Dera keluar dari bathub dengan wajah yang terlihat lebih segar.Kalen terus memperhatikan Dea yang kini berada di bawah shower membilas tubuhnya.


Tak lama Dea keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk ditubuhnya.Wanita itu duduk di depan meja rias sembari mengeringkan rambutnya.


Kalen menghampiri Dea lalu megambil haiddrayer dan membantu wanitanya itu untuk mengeringkan rambutnya.


"Kak..."


"Hmmmm..."


"Aku bisa sendiri",ujar Dea tak enak hati dengan Kalen yang membantunya mengeringkan rambutnya.


"Diamlah sayang..."jawab Kalen fokus pada rambut hitam milik Dea.


Tok tok...


Tak lama Kalen kembali dengan membawa sebuah gaun untuk sang istri.


"Kak...ini?",tanya Dea saat Kalen memberikan gaun itu pada Dea.


"Pakailah...!,kita akan dinner malam ini",ujar Kalen mengusap pipi Dea.


Dea memakai gaun itu yang ternyata begitu pas di tubuh idealnya.Wanita itu menatap dirinya dipantulan cermin.Wanita itu memulai menghias wajahnya senatural mungkin.


Setelah selesai Dea menyisir rambutnya lalu mengikatkannya keatas.


"Perfect...",gumam Dea.


Kalen yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap tajam Dea.Penampilan Dea begitu sangat cantik namun ia tak suka dengan tatanan rambut Dea yang memperlihatkan leher jenjangnya.


"Kak..."


Kalen menghampiri Dea dengan tatapan mata yang tajam.Sehingga Dea menelan ludahnya kasar.

__ADS_1


Kalen merengkuh pinggang Dea lalu membuka ikatan rambut wanita itu hingga rambut hitam itu tergerai indah.


"Kak... rambutku",ujar Dea.


"Digerai jauh lebih cantik sayang",ujar Kalen.


"Tapi--


"Menurutlah sayang...aku tak rela banyak pria yang melihat leher jenjangmu",ujar Kalen yang mulai posesif.


"Iya Kak...iya", sungut Dea.


Kalen mengulum senyumannya melihat sang istri yang mengerucutkan bibirnya ke depan."Ayo kita berangkat...!",ujar Kalen menggandeng tangan Dea keluar dari Villa.


Keduanya memasuki mobil menuju tempat dimana Kalen telah memesan tempat untuk dinner malam ini.


***


"Kak..."


"Ya..."


"Terimakasih untuk semuanya",ujar Dea saat selesai menyantap makanannya.


"Sama sama sayang,apapun untukmu",jawab Kalen tersenyum tipis.


"Dea..."


"Ya Kak...",jawab Dea.


"Untukmu...",ujar Kalen memberikan sebuah cincin bermatakan safier pada Dea.


"Kak..."


"Anggap saat ini aku melamarmu.Maaf jika aku gak bisa romantis seperti pria lainnya",ujar Kalen memasangkan cincin itu di jari tengah Dea.


"Kak...aku udah kebanyakan cincin",ujar Dea memperlihatkan kedua jarinya yang memakai cincin.Satu cincin pernikahan,satunya lagi cincin pemberian mertuanya dan yang terkahir cincin dari suaminya.


"Kamu bisa menyimpan cincin pemberian Mama sayang",ujar Kalen.


"Apakah Mama gak akan marah Kak?",tanya Dea.

__ADS_1


"Gak akan sayang",jawab Kalen.


...****************...


__ADS_2