
"Ish...perih Kak",lirih Dea saat Kalen memberikan obat merah pada sudut bibir Dea.
Kalen mengeraskan rahangnya melihat sang istri meringis kesakitan.Ia akan memastikan Fika mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang dialami sang istri.
Cup
"Sebentar lagi juga sembuh sayang",ujar Kalen mengusap sudut bibir Dea yang terluka dengan lembut.
"Kak..."
Dea menyingkirkan kotak P3K yang ada dihadapan Kalen lalu berpindah duduk di atas pangkuan Kalen dan merebahkan kepalanya di dada bidang Kalen.
"Kenapa, hum?", tanya Kalen mengusap lembut punggung Dea.
"Aku pikir tadinya aku akan kehilangan anak kita jika saja Kakak tidak datang.Dan Kakak akan membenciku seumur hidup Kakak karena tak bisa menjaga calon anak kita",lirih Dea.
"Aku tak akan pernah membiarkan itu terjadi baby,jangan pernah lepaskan kalungmu ini.Dan selama kalung ini masih ada padamu aku akan dengan mudah menemukanmu",ujar Kalen.
"Kakak memasang alat pelacak dikalungku?", tanya Dea.
"Ya... apakah kamu keberatan?",jawab Kalen.
Dea menggelengkan kepalanya pelan."Gak Kak...", balas Dea.
"Kak..."
"Ya..."
"Siapa Fika?",tanya Dea.
"Dia...
"Dia siapa Kak?.Salah satu wanita di masa lalumu?",tanya Dea penuh selidik.
"Tentu saja tidak baby,wanita dimasa laluku hanya dia",jawab Kalen yang tak ingin lagi menyebut nama Aluna.
"Lalu siapa Fika?, kenapa dia begitu ambisius untuk mendapatkanmu sehingga dia menyekap ku Kak", tanya Dea melerai pelukannya dan menatap kedua manik mata sang suami.
"Dia...mungkin saja menyukaiku",jawab Kalen asal.
"Ya karena dia menyukaimu makanya aku ingin tau kenapa--
__ADS_1
"Aku tak akan menjawab hal yang tidak aku tau sama sekali baby",jawab Kalen.
"Siapa Fika Kak?",tanya Dea.
"Dia wanita yang menyekap mu baby",kekeh Kalen.
"Ia aku tau, tapi--
"Sudah...oke.Kita bahas tentang kamu kenapa bisa dibawa ke tempat itu tanpa memberontak", tanya Kalen.
"Dia menutup mulutku dan setelah itu aku tak tau apa apa lagi",jawab Dea.
"Dia membiusmu sepertinya",ujar Kalen.
"Hmmmm..."
"Kak.."
"Ya...ada apa?", tanya Kalen mengerutkan keningnya saat Dea membuka kancing kemejanya satu persatu.
"Apakah kamu pernah menyukai wanita bernama Fika itu?", tanya Dea yang masih fokus membuka kancing kemeja Kalen.
Dea mengehentikan kegiatannya melepas kancing kemeja Kalen lalu menatap sang suami hanya menatapnya juga.
"Kamu hanya perlu menjawab Kak",jawab Dea kembali melanjutkan kegiatannya.
"Dan jawaban adalah tidak, puas?",ujar Kalen.
"Hmmm",jawab Dea tersenyum puas lalu mengusap dengan pelan dada bidang Kalen membuat pria itu menatap tajam sang istri.
Dea membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami dan mengecupnya pelan.
"De-dera apa yang--
Kalen mengangkat kepala Dea pelan lalu menatap tajam sang istri."Nakal, hum?",ujar Kalen.
"Hehehehe... apakah yang ku lakukan salah?", tanya Dea memasang wajah polosnya.
"Tidak,tapi kamu harus bertanggungjawab jika sampai membangunkannya",jawab Kalen mengusap tengkuk Dea pelan.
"Kak aku--
__ADS_1
Kalen menarik tengkuk Dea lalu membungkam bibir Dea dengan bibir.Pria itu merengkuh pinggang Dea agar makin merapat pada tubuhnya.
"Apakah sakit saat aku m*********?",tanya Kalen mengusap sudut bibir Dea.
"Sedikit...tapi aku menyukainya", bisik Dea.
"Kamu--
Dea mengangguk pelan lalu dengan berani m****** bibir Kalen lebih dulu.
"Baiklah baby...kamu yang memulai, hum?.Dan kamu harus bertanggungjawab",bisik Kalen merebahkan tubuh Dea diatas sofa dengan pelan.
***
"Kak...mana Kak Dea?",tanya Kaira saat Kalen keluar dari kamarnya.
"Tidur...dan kamu tunggulah disini dan jangan mengganggunya",jawab Kalen.
"Baiklah Kak...tapi Kakak mau kemana sehingga memintaku untuk datang ke sini?", tanya Kaira.
"Bukan urusanmu,aku memintamu kesini untuk menemani Dea dan ingat saat Dea bangun nanti jangan keluar dari apartemen ini",ujar Kalen.
"Ya Kak...iya",jawab Kaira.
"Hmmmm..."
"Jika kamu ingin makan kamu baja memesannya secara online dan jangan sesekali memasak lalu merusak dapurku", sambung Kalen.
"Iya Kak...",jawab Kaira mengerucutkan bibirnya ke depan.
"Kakak pergi sebentar",ujar Kalen mengusap lembut rambut Kaira.
"Ya..."
Kalen melangkah keluar dari apartemen miliknya yang di jaga ketat oleh orang kepercayaan Kakeknya.
Diana... temui aku di markas!.
Kalen menyimpan kembali ponselnya segera berangkat menuju markasnya.
...****************...
__ADS_1