Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Dasar Tuan Dokter yang Posesif


__ADS_3

Dea melangkah dengan pelan menuju ranjang dimana Kalen menatapnya tak berkedip.Wanita kecil itu berdebar karena ia tau apa yang akan terjadi. selanjutnya jika ia mendekat pada pria yang menatap itu.


Kalen meneguk salivanya kasar karena cara berjalan Dea baginya terlihat begitu sangat sexy dan membangkitkan gairahnya.


Dea berjalan melewati Kalen namun pria itu menarik Dea hingga jatuh diatas pangkuan pria itu.


"Kak--


Kalen memeluk erat tubuh Dea takut jika wanitanya itu pergi."Kenapa menghindariku, hum?",ujar Kalen dengan suara serak.


"Oh itu aku...ingin tidur",jawab Dea.


Kalen tersenyum melihat sang istri yang tampak begitu gugup."Tidur..., hum?. Setelah membuatku seperti ini", Kalen menekan bokong Dea kebawah membuat wanita itu membola.


"Kak kamu--


"Hahaha...kamu harus tanggungjawab my little wife",kekeh Kalen.


"Tadi kan udah Kak.Aku mau mal--


"Aku mau kita malam ini melewati malam panjang bersama,sebelum lusa pulang aku ingin melewati bulan madu kita dengan terus bercinta", bisik Kalen.


"Dasar maniak",ujar Dea.


"Karena tubuh kamu membuat aku candu sayang",jawab Kalen mengusap punggung polos Dea.


"Kak...apakah kamu tidak merasa capek sama sekali?",tanya Dea.

__ADS_1


"Tidak...aku tak akan merasa capek jika sudah menyangkut kamu sayang",jawab Kalen membelai lembut rambut panjang Dea.


Kalen menatap dalam manik Dea dengan penuh cinta.Ia begitu telah terperangkap dalam pesona istri kecilnya itu.Mungkin ini adalah karma pernah mengabaikan istrinya itu diawal pernikahan.


Perlahan Kalen menarik tengkuk Dea dan m****** bibir tipis Dea.


"Manis...",lirih Kalen mengusap bibir Dea yang basah akibat salivanya.


Jadilah malam itu mereka melewati makan panjang bersama.Kalen benar benar telah jatuh sedalam dalamnya pada pesona sang istri.Ia tak bisa jauh dari sang istri walau sebentar saja.Ia tak tau nantinya jika sepulang dari Bali apakah bisa berjauhan dengan Dea sementara ia harus bekerja dan Des juga harus kembali kuliah.


***


Dea berjalan dibibir pantai Kuta sendirian karena sang suami masih tidur.Ia sebenarnya ingin ke pantai Sanur untuk melihat sunrise tapi itu tidak mungkin karena suaminya jam segini belum kunjung bangun.


Dea melempar pandangannya ke lautan lepas dan tersenyum tipis.Ia bersyukur akhirnya Tuhan merubah suaminya yang dulu tak menganggapnya kini begitu mencintainya.


Dea membiarkan ombak membasahi kaki polosnya.Namun tiba tiba saja seseorang memeluknya dari belakang.Ia tak begitu terkejut karena sudah begitu hafal dengan dengan aroma tubuh sang suami.


"Kamu susah untuk dibangunkan Kak",jawab Dea.


"Maaf ya...aku capek sekali",jawab Kalen.


"Ya jelaslah capek Kak.Tidur jam berapa kita semalam",ujar Dea.


Kalen tersenyum lebar."Aku ingin disini segera tumbuh Kalen junior atau Des junior",ujar Kalen mengusap perut rata Dea.


"Kenapa kamu ingin sekali aku cepat hamil Kak?",tanya Dea menyandarkan kepalanya di dada bidang Kalen menikmati matahari yang baru saja muncul.

__ADS_1


"Karena aku tak ingin ada pria yang menganggumu lagi dan juga aku ingin menjadi seorang ayah",jawab Kalen.


"Kamu ini lucu Kak.Aku diganggu pria lain kamu cemburunya gak ketulungan.Tapi jika kamu digoda wanita lain kamu bilang sama aku gak usah cemburu karena aku tak peduli mereka",kekeh Dea.


"Ya itu benar...aku tak peduli jika para wanita cantik menggodaku karena tak ada yang bisa membuatku tergoda selain wanita kecil ini",jawab Kalen mengecup pipi kiri Dea.


Dea tersenyum tipis lalu memejamkan mataku menikmati pelukan sang suami yang membuatnya begitu nyaman.


"Jangan pernah tersenyum seperti ini ada pria lain sayang",bisik Kalen.


Dee membuka matanya lalu menatap sang suami yang posesifnya kambuh lagi."Dasar Tuan Dokter posesif",ujar Dea menyentuh hidung mancung Kalen.


"Itulah Kalendra sayang",jawab Kalen.


"Apakah kamu dulunya juga seperti ini dengan mantan kekasihmu Kak?",tanya Dea.


Kalen tersenyum."Gak...aku tak begitu posesif padanya.Hanya sama kamu aku begini dan aku tak tau kenapa",jawab Kalen.


"Benar?",goda Dea.


"Iya sayang...", jawab Kalen menggigit kuping Dea gemas.


"Sakit Kak",ujar Dea.


"Benaran.Maaf...


"Ketipu...",ujar Dea berlari meninggalkan Kalen yang merasa di bodohi olehnya.

__ADS_1


"Awas kamu ya...",ujar Kalen mengejar Dea yang sudah berlari meninggalkannya sepanjang bibir pantai.


...****************...


__ADS_2