Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Konsultasi


__ADS_3

"Kak ayo...",ujar Dea yang sudah siap untuk berangkat dengan mamakai gaun berwarna tosca.


Kalen sejenak terhipnotis oleh kecantikan sang istri yang mampu membuat dadanya berdentum keras.


"Kak...ayo berangkat!",ujar Dea menggoyang bahu sang suami.


"Eh...i-iya",jawab Kalen salah tingkah.


"Ayo...",sambung Kalen mengamit tangan sang istri.


Kalen membukakan pintu mobil untuk Dea dan memastikan sang istri duduk dengan nyaman.Lalu mengitari mobil kemudian ikut masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi.


Kalen membantu Dea memasang seatbel mobil karena wanita hamil itu sedikit kesusahan.


"Cantik...",ujar Kalen mengecup bibir tipis Dea sekilas.


Dea tersenyum tipis."Apaan sih Kak",jawab Dea tersipu malu lalu membuang muka kearah jendela karena pipinya terasa begitu panas saat ini.


Kalen tersenyum karena ia tau sang istri saat ini sedang merona karena pujian darinya.Pria itu menjalankan mobilnya meninggalkan kediamannya karena ia telah membuat janji dengan salah satu Dokter kandungan dirumah sakit terbaik di kota itu.


Dea tampak diam dan menikmati perjalanan mereka.Sesekali ia menoleh kearah sang suami yang fokus pada setir mobil.


"Kenapa sayang?",tanya Kalen.


"Gak ada apa apa Kak",jawab Dea gelagapan karena ketahuan memandangi wajah tampan sang suami.


"Mau beli sesuatu...?", tanya Kalen saat mereka melewati penjual angkringan.


"Cilok...aku mau cilok Kak",jawab Dea.


"Cilok?",beo Kalen mengerutkan keningnya.


"Ya...yang itu", tunjuk Dea pada penjual gerobak yang menjual jajanan aci yang di colok itu.


"Baiklah...kamu tunggu disini,biar aku yang turun",jawab Kalen memberhentikan mobilnya lalu turun.


Dea menatap kepergian Kalen dari dalam mobil.Sungguh Kalen terlihat begitu sangat tampan dan cool.Ia semakin takut jika nantinya pria itu dilirik wanita lain dan meninggalkannya.


Dea tampak kesal karena ada salah satu pembeli wanita yang berusaha mencari perhatian suaminya itu.Meski Kalen tidak menanggapi dan tergolong cuek serta acuh tapi ia tetap kesal.


Tak lama Kalen kembali memasuki mobil dan memberikan sebungkus cilok pada Dea.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang?",tanya Kalen melihat raut kesal diwajah sang istri.


"Gak ada...",jawab Dea asal lalu memakan cilok itu dengan hati yang terasa panas.


Kalen mengerutkan kening melihat perubahan sikap Dea."Baby...kamu kenapa,hum?", tanya Kalen lagi.


"Aku lagi kesal aja Kak",jawab Dea.


"Kesal?,kesal kenapa, hum?", tanya Kalen.


"Aku kesal aja tadi ada yang berusaha goda kamu", jawab Dea jujur.


"Siapa?",tanya Kalen karena seingatnya ia tak mempedulikan orang yang ikut membeli cilok tadi.


"Tadi ada cewek yang berusaha cari perhatian kamu Kak",jawab Dea.


"Sungguh aku gak tau dan gak peduli",jawab Kalen.


"Hmmm..."


"Kamu cemburu?", tanya Kalen tersenyum tipis.


"Gak apa apa sayang jika cemburu.Itu tandanya kamu begitu sangat mencintaiku dan takut kehilanganku",jawab Kalen.


"Hmmm"


"Baby...aku hanya mencintai kamu dan takkan ada selain kamu.Aku tak peduli mereka yang berusaha mencari perhatianku.Karena perhatianku hanya untukmu",ujar Kalen ******* bibir Dea sekilas.


"A-aku hanya takut kamu tergoda Kak dan meninggalkanku.Aku--


"Itu takkan terjadi baby... justru aku yang ketar ketir sama kamu.Karena begitu banyak pria yang mengagumi kecantikanmu ini",ujar Kalen mengelus pipi Dea.


"Kita lanjutkan perjalanan lagi ya.Soalnya kita sudah ditunggu",ujar Kalen.


Tak lama mobil mereka sampai di sebuah rumah sakit terbesar di kota itu.Kalen menuntun sang istri untuk turun dari mobil.


Karena ia telah membuat janji pria itu tak perlu lagi untuk mengambil nomor antrian dan ikut mengantri.Keduanya langsung memasuki ruangan dokter Obygin dan disambut ramah oleh sang dokter.


"Kalendra...apa kabar?",ujar Dokter yang merupakan teman satu perjuangannya dulu untuk meraih gelar Dokter


"Baik...kamu apa kabar Martin?",jawab Kalen.

__ADS_1


"Baik... seperti yang terlihat",jawab Dokter bernama Martin itu.


"Dia--


"Istriku...",ujar Kalen.


"Wah...ternyata kamu pencinta daun muda juga ya",kekeh Martin.


Kalen hanya tersenyum dan mengangguk samar.


"Silahkan duduk--


"Dea...",jawab Dea.


"Ya Dea.Silahkan duduk",ujar Martin.


"Ada keluhan?",tanya Martin.


"Tak ada sih Dok.Hanya kemarin kami melakukan perjalanan jauh takutnya terjadi sesuatu",jawab Dea.


"Sudah pernah melakukan USG?",tanya Martin.


"Sudah...saat pertama kali saya dinyatakan hamil",jawab Dea.


"Kamu mengalami kram atau sakit diarea pinggang?",tanya Martin.


"Kemarin sih iya,hanya sebentar",jawab Dea.


"Wajar...karena selesai melakukan perjalanan jauh",jawab Martin.


"Bagaimana dengan rasa mual?", tanya Martin.


"Saya mual jika mencium aroma makanan tertentu saja Dok", jawab Dea.


"Baiklah...saga akan meresepkan obat anti mual, penguat kandungan serta vitamin",ujar Martin.


"Bagaimana dengan hubungan suami istri Dokter?",tanya Kalen.


"Boleh...asalkan jangan keseringan dan durasinya tolong di kurangi",jawab Martin.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2