Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Dipecat


__ADS_3

Kaira dan Faris berjalan beriringan keluar dari lift membuat orang orang yang ada di lobi yang juga berniat pulang menatap pasangan itu dan saling berbisik.


Kaira yang menyadari itu hanya tampak sedikit risih karena orang orang menatapnya sinis.


"Mas...kok orang orang liatin kita kayak gitu banget sih?",bisik Kaira.


"Gitu gimana,hm?",tanya Faris memperhatikan sekitar dan benar saja orang-orang melihat kearahnya mereka dengan saling berbisik.


"Biarkan saja",ujar Faris tetap berjalan lurus.


"Mentang mentang asisten kepercayaan dengan mudahnya mendekati adik dari CEO kita,pasti ada maunya tuh,apalagi kalau bukan jabatan", sindir seseorang degan beraninya.


Faris mengepal kedua tangannya dengan rahang yang mengetat.Pria itu berbalik dan menatap tajam seorang wanita yang tampak tersenyum miring.Wanita yang tadi mengantarkan berkas keruangannya.


"Apa maksudmu Mbak?",tanya Kaira.


"Kamu harus jangan langsung percaya sama pria modelan seperti dia.Aku yakin dia mendekati kamu pasti punya tujuannya yaitu jabatan tertinggi diperusahaan ini",ujar wanita itu yang entah kenapa begitu berani memfitnah seorang asisten kepercayaan CEO.


"Kamu tenang saja Mbak,dia tidak akan menjadi CEO di perusahaan ini,tapi di perusahaan AMJ Grup",ujar Kaira membuat wanita itu melongo.


"Apa maumu?",tanya Faris.


"Hahaha...aku hanya mengingatkan adik dari CEO kita saja ka-


"Berhenti berbicara omong kosong,kau terlalu berani Nona",ujar seseorang yang dari tadi hanya diam saja menyaksikan semuanya.


Deg.


Wanita itu seketika menegang saat mendengar suara bariton yang ada dibelakangnya.


Orang orang yang berkumpul menyaksikan semuanya memberikan jalan pada pria itu.


"Apa hakmu berkata seperti itu,hm?",tanya pria itu dengan tatapan tajam seakan ingin mengoyak wanita dihadapannya.


"P-pak..sa-saya hanya mempe--


"Kau menyukai asistenku tapi karena kau tak bisa mendapatkannya kau memfitnahnya kepada adikku?",ujar pria itu yang tak lain adalah Kalen.

__ADS_1


Kalen beberapa kali memergoki wanita itu mencuri pandang pada asistennya itu.Namun Faris tak pernah menyadari akan hal itu karena pria itu sama akan dirinya


"Dengar semuanya, Faris tak hanya sekedar asistenku tapi juga tunangan dari adikku",ujar Kalen membuat semuanya orang makin riuh.


"Dan kau... kau aku pecat dan kemasi semua barang barangmu", sambung Kalen.


"Anda gak bisa memecatku begitu saja Pak,karena Papaku memiliki saham sebanyak 20% disini",ujar wanita itu.


"Jadi kerena itu kamu berani memfitnah asistenku .Kamu tau aku rela kehilanganmu saham sebanyak 20% itu dari pada mempekerjakan wanita sepertimu diperusahaanku",ujar Kalen lantang.


Gluk


"Siapa nama Papamu itu?",ujar Kalen.


Wanita itu hanya diam saja tak lagi berkutik, kepongahan yang ia tunjukkan tadi entah kemana perginya.


"Dia anak dari Pak Subagyo, Pak", jawab Faris yang tau sebenarnya siapa ayah dari wanita itu.


"Batalkan semua kerja sama kita dengan perusahaaan ayahnya itu Faris!",ujar Kalen.


"Baiklah Pak",jawab Faris langsung menelfon seseorang untuk melakukan permintaan Kalen.


"Aku tak ingin melihatmu lagi diperusahaanku",ujar Kalen.


"Selesai Pak", timpal Faris.


"Good...",jawab Kalen mengusap lembut punggung sang adik.


Kalen melangkah meninggalkan perusahaannya karena memang sudah jam pulang.


"Mas aku percaya kamu kok",ujar Kaira mengusap lembut bahu Faris.


Faris mengangguk kecil lalu berbalik badan melangkah meninggalkan lobi kantor diikuti Kaira dari belakang.


Terdengar sorakan dari para karyawan pada wanita itu yang sudah tampak kacau dan ketakutan akan amukan Papanya nantinya padanya jika ia tau Kalen membatalkan kerja sama karena dirinya.


***

__ADS_1


Keduanya sudah berada didalam mobil,tak ada pembicaraan diantara keduanya.Kejadian di lobi kantor tadi membuat Faris sedikit terpukul.Dia dituduh didepan semua orang dan itu membuatnya sedikit tak enak hati pada Kaira dan juga Kalen yang membatalkan kerja samanya demi membela dirinya.


"Mas ..kamu masih memikirkan kejadian tadi?",tanya Kaira hati hati.


Faris menoleh dan tersenyum tipis."Kenapa?, kamu percaya ucapan wanita itu?",ujar Faris.


Kaira mengggeleng."Tidak...aku tau kamu tak akan mengkhianati Kakakku",jawab Kaira.


Faris tersenyum tipis."Ya beginilah pandangan orang Kai... karena kita itu jauh berbeda",ujar Faris.


Inilah yang ia takutkan,dia akan dianggap memanfaatkan Kaira untuk sebuah jabatan.Salahkah dia jatuh cinta pada gadis yang memiliki kasta yang jauh diatas dirinya.Gadis yang membuatnya lupa akan cintanya pada sang sahabat.


"Mas...kamu bicara apa sih.Jika Kak Kalen dan semua orang menyetujui hubungan kita aku yakin kamu pria yang tepat untuk aku.Keluargaku tak mungkin memberikan pria yang salah padaku Mas",jawab Kaira.


"Ya aku tau.Tapi apakah aku seburuk itu?, salahkah aku jatuh cinta pada gadis seperti kamu.Aku tak akan seperti ini jika saja kedua orangtua kita mempersatukan kita dalam ikatan pertunangan",ujar Faris.


"Tidak Mas, tidak ada yang salah.Yang salah itu anggapan wanita tadi sama kamu.Benar apa yang dikatakan Kak Kalen kalau wanita itu menyukai kamu Mas.Dan beginilah caranya untuk memisahkan kita",jawab Kaira


Faris menepikan mobilnya saat melewati rest area.Dia menatap sang kekasih yang terlihat tersenyum manis padanya.


"Aku berjanji akan membuktikan pada semua orang aku layak untuk kamu.Yang aku butuhkan saat ini adalah dukungan dari kamu",ujar Faris mengenggam jemari tangan sang kekasih.


"Aku akan mendukung kamu Mas, selalu",jawab Kaira.


"Terimakasih...aku mencintaimu, sangat",ujar Faris lalu mengecup punggung tangan Kaira dengan lembut.


Kaira berdebar, entah kenapa selalu saja begitu.Gadis itu tersenyum kikuk dan membuang muka karena pipinya terasa begitu panas saat ini.


"Kenapa tidak dijawab,hm?",tanya Faris.


"Aku juga Mas",jawab Kaira malu malu.


"Apanya?",tanya Faris yang tau saat ini sang kekasih tengah merona.


"A-aku-- juga mencintaimu", jawab Kaira yang terdengar seperti gumaman.


...****************...

__ADS_1


Yach yach Yach...


Yang lagi kasmirin..


__ADS_2