
"Katakan dimana kau menyembunyikan cucuku, Wiliam",ujar Abbas.
"Cucu?,cucumu yang mana?",tanya Tuan Wiliam.
"Heh...Katakan Willi",ujar Abbas menahan amarahnya.
"Kapan aku menyembunyikan cucumu,Abbas?",jawab Tuan Wiliam.
"Jangan berkelit Willi.Kau pasti tau maksudku kan?",ujar Abbas.
"Pa...ada apa ini?", tanya Rendra yang baru saja pulang dari kantor.
"Eh...ada Om Abbas", sambung Rendra berbasa-basi lalu ikut bergabung duduk disamping Tuan Wiliam.
"Ya..."
"Willi sekali lagi aku bertanya dimana kamu menyembunyikan anak dari Dion",ujar Abbas menaikkan suaranya.
"Maaf Om... kenapa Om datang kerumah saya untuk mencari anak Dion?", tanya Rendra.
"Katakan Wilii...", teriak Abbas.
"Bukankah anak Dion ada bersama kalian.Kenapa mencari kesini?",jawab Tuan Wiliam.
"Stop berbicara omong kosong Willi,Aku--
"Jangan membentak Papaku Tuan Abbas yang terhormat sebelum aku kehilangan rasa hormatku padamu",ujar Rendra dengan menatap tajam Abbas.
"Begini caramu menyambut tamu Rendra Atmaja",sinis Abbas.
"Aku akan menyambutmu dengan hormat jika anda berbicara dengan baik Tuan Abbas",jawab Rendra.
"Kau--
__ADS_1
"Anda mencari cucu anda disini?.Cucu yang mana,hum?. Bukankah cucumu tinggal bersama kalian saat ini?",tanya Rendra.
"Putriku...Diandra.Dimana dia?",ujar seseorang tiba tiba dengan pongahnya bersama Dion.
Rendra dan Tuan Wiliam terkekeh pelan saling berpandangan lalu mengangguk samar.
"Bukankah putrimu sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu Sandra.Dan kau mengakui itu didepan media.Sekarang kau katakan jika putrimu Diandra masih hidup.Lelucon apa yang kalian lakukan ini",jawab Rendra tersenyum sinis.
Sandra terdiam karena pada yang dikatakan Rendra ada benarnya.Dulu dia sendiri yang mengatakan pada seluruh dunia jika putrinya itu telah meninggal.
"Kenapa diam?,kamu kan Sandra yang mengatakan jika putri pertama kalian telah meninggal.Apakah ini ada hubungannya dengan perebutan harta dikeluarga kalian.Dan kamu Sandra menginginkan bagian yang banyak dengan menggunakan tanda tangan dari putrimu.Sana gali kuburannya dan minta tanda tangannya karena putrimu telah meninggal",ujar Tuan Wiliam.
"Sandra telah menceritakan semuanya jika putri kami masih hidup dan ia titipkan pada Anas.Dia dinikahkan dengan anak sulung keluarga ini",jawab Dion.
"Menantuku bernama Deandra Cantika",ujar Rendra.
"Bohong...dia Diandra Ayu Cantika",ujar Sandra.
"Mana buktinya...apakah kau bisa membuktikannya?",ujar Rendra.
"Aku keberatan...",ujar seseorang.
"Kalen...",lirih Rendra.
"Aku keberatan karena istri saat ini sedang mengandung.Dan aku memiliki hak sepenuhnya terhadap Dea.Aku suaminya saat ini dan dia tanggungjawab ku sekarang", sambung Kalen.
Pria itu datang karena sang Mama menelfonnya mengatakan jika kelurga Dion datang kerumah.Dia terpaksa meninggalkan sang istri dirumah ditemani oleh pelayan.
"Tapi aku ibunya...aku yang melahirkannya.Aku akan membawa putriku bersamaku",ujar Sandra.
"Dan aku tak akan segan segan menghancurkan kalian semuanya.Ingat jika perusahaan kalian bergantung pada kami saat ini.Sedikit saja kita menyentuh istriku akan aku pastikan dalam hitungan menit kalian akan menjadi gembel dijalanan",ujar Kalen menatap tajam Dion.
"Dan kau Nyonya Sandra.Jika dia putrimu seharusnya saat pertama kali kalian bertemu kau akan merasakan jika Dea putrimu.Karena ikatan batin antara ibu dan anak itu sangat kuat.Kecuali kau tak lagi mengharapakannya", sambung Kalen menatap Sandra tajam.
__ADS_1
"Tentu saja aku menyayanginya...",jawab Sandra.
"Karena putrimu adalah sumber kekayaanmu?",ujar Kalen telak.
"Kau--
"Kau pikir aku tidak tau apa tujuanmu hah?. Tujuanmu ingin menguasai seluruh harta kekayaan suamimu dengan menggunakan putrimu.Sungguh kau tak pantas disebut seorang ibu",ujar Kalen tersenyum remeh.
"Benar begitu Sandra?",tanya Dion.
"Mas aku--
"Bahkan diam diam saat ini kamu telah menukar beberapa aset menggunakan namamu dengan menj--
"Cukup...!"
"Kenapa?.Kau takut jika mertuamu tau jika--
"Cukup...!,aku bilang cukup ya cukuplah",pekik Sandra.
"Hahaha... sebaiknya kalian pulang dan lihat aset kalian apakah masih keseluruhannya masih milik kalian atau sudah menjadi milik wanita ini separuhnya",ujar Kalen tertawa kecil.
Dion menarik sang istri keluar dari kediaman Atmaja diikuti oleh Abbas.Dia ingin memastikan ucapan Kalen.
"Kalen...Nak--
"Jika Kakek tak bekerjasama dengan Deri semuanya takkan terjadi seperti ini.Kakek tau jika istriku segalanya bagiku.Jadi langkahku membawa Dea dari sini adalah tepat",ujar Kalen.
"Kalen...Mama mohon bawa Dea kesini lagi Nak",ujar Marisa.
"Tidak...aku tak mau mereka kembali dan menyakiti istriku dengan kenyataan yang ada",jawab Kalen.
"Nak--
__ADS_1
...****************...