Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Siap


__ADS_3

Gluk


Dea menelan salivanya kasar karena beberapa jam lagi adalah batasnya menjadi seorang gadis.


"Aku akan melakukannya dengan pelan sayang",bisik Kalen.


"Kak..."


"Hmmm"


"Aku harus kembali ke kelas, dosenku pasti sudah menung--


Kalen kembali membungkam bibir Dea dengan bibirnya.Pria itu sungguh begitu candu dengan bibir tipis milik Dea.


Entah kenapa bibir Dea begitu manis beda saat ia berciuman dengan sang mantan kekasih yang sudah pro dalam hal berciuman.


"Kak...aku harus--


"Dosenmu gak datang Dera.Kita pulang",ujar Kalen menghapus jejak salivanya di bibir Dea.


"Bukannya Kakak ke rumah sakit?",tanya Dea.


"Aku tak bisa lagi menunggu lebih lama lagi",ujar Kalen.


"Hah?"


"Ayo pulang...atau kita melakukannya disini",ujar Kalen menggoda Dea.


"Ti-tidak..."pekik Dea berlari keluar dari ruangan suami mesumnya.


Kalen terkekeh geli melihat tingkah lucu istri kecilnya itu.Pria itu mengikuti sang istri yang lebih dulu meninggalkannya.


Sesampainya di mobil Kalen melihat sang istri duduk di kap mobilnya.


"Ayo masuk",ujar Kalen membukakan pintu mobilnya untuk Dea.


"Makasih Kak",ujar Dea turun dari kap mobil lalu masuk kedalam mobil milik Kalen.


"Sama sama Deraku",jawan Kalen lalu kembali menutup pintu mobil setelah memastikan Dea duduk dengan tenang.

__ADS_1


Kalen ikut masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi dan melajukan mobilnya menuju apartemennya miliknya yang tak jauh dari kampus.


"Mau beli sesuatu?",tanya Kalen untuk mengalihkan perhatian sang istri yang tampak gugup.


"Gak Kak",jawab Dea.


Kalen melajukan mobilnya menuju suatu tempat.Ia ingin momen kali ini menjadi hal yang tak akan terlupakan untuknya dan Dea.


"Kak...kita mau kemana?",tanya Dea.


"Ke suatu tempat dimana hanya ada kita berdua",jawab Kalen.


Tak lama mobil mereka sampai di sebuah villa yang di berada tak jauh dari danau yang begitu indah.


Dea segera turun dan merentangkan kedua tangannya menikmati sejuknya suasana danau yang begitu sangat menenangkan.


"Kak.."


"Ya Deraku...",jawab Kalen menghampiri sang istri.


"Ini sangat indah",ujar Dea menatap hamparan danau buatan itu.


"Kamu jauh lebih indah sayang",jawab Kalen memeluk Dea dari belakang.


"Ayo masuk...",Kalen menarik Dea memasuki villa pribadi miliknya.


"Ini milik kamu Kak?",tanya Dea saat memasuki villa mewah itu.


"Ya...kamu orang pertama yang menginjakkan kaki di villa ini Dera...",ujar Kalen mengecup bibir Dea sekilas.


"Kak...


"Bersiaplah...di kamar itu semua sudah tersedia kebutuhanmu",ujar Kalen menunjuk sebuah kamar.


Dea tersenyum samar lalu melangkah pelan menuju kamar itu.


Ceklek


Aroma bunga mawar segar menusuk indra penciuman Dea.Dea manatap kamar yang begitu indah layaknya kamar pengantin.Ranjang size yang dihiasi dengan taburan kelopak bunga mawar segar.Disana jua terdapat sebuah gaun tipis yang tentunya untuk dirinya.Dea mengambil gaun itu dan menatapnya.Seketika ia bergidik ngeri membayangkan ia memakai gaun itu.

__ADS_1


Dea meletakkan tasnya dan melangkah menuju kamar mandi yang juga ditaburi kelopak bunga mawar dimana-mana.Juga bathub yang berisi bunga mawar dan sabun aroma terapi.Dea membuka satu persatu pakaiannya.Meski tubuhnya langsing namun tatap berisi di tempat semestinya.


Dea masuk kedalam bathub untuk sejenak berendam untuk merilekskan tubuhnya yang terasa tegang.


Setelah dua puluh menit berendam Dea lalu membilas tubuhnya di bawahnya air shower.


Setelah selesai Dea memakai gaun yang disediakan oleh Kalen.Gadis itu menatap penampilannya di depan cermin di kamar mandi itu.


Sungguh ia tak percaya kalau ia akan memakai pakaian kurang bahan ini dihadapan sang suami.Setelah cukup mengumpulkan keberanian Dea keluar dari kamar mandi bersamaan dengan Kalen yang juga memasuki kamar dengan bertelanjang dada setelah selesai mandi di kamar sebelah.


Kalen menatap penuh damba tubuh Dea yang begitu sangat menggodanya.Jika mantan kekasihnya memiliki body semok namun beda dengan Dea yang memiliki bodi bak model yang berisi di tempat tertentu yang tentunya membuatnya panas dingin hanya dengan menatapnya saja.


Kalen menghampiri Dea yang mematung menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


Perlahan Kalen menurunkan tangan Dea menatap aset milik Dea yang sangat indah dan belum tersentuh oleh siapapun.


"Kamu sangat sexy my sweety",ujar Kalen menarik pinggang Dea hingga merapat pada tubuhnya.


"Kak..."


"Apa?",tanya Kalen mengusap bibir Dea dengan ibu jarinya.


"Aku--


Kalen m****** bibir Dea dengan penuh kelembutan agar sang istri rileks serta tangannya pun tak tinggal diam bermain pada aset Dea hingga membuat Dea me****** pelan.


"Siap menjadi wanitaku my sweety?",bisik Kalen dengan suara serak.


Dea mengangguk pelan membuat Kalen seketika tersenyum senang lalu kembali melanjutkan apa yang seharusnya ia lakukan pada Dea.


S


K


I


P


(bayangin sendiri aja ya... ceritaku bukan genre harem)

__ADS_1


...****************...


Maaf jika diskip takut gak lolos review.Ini saja masih ragu takut gak diloloskan karena genre cerita ku buka harem


__ADS_2