
Kalen menghampiri sang istri yang duduk dibibir tempat tidur memegangi pipi kanannya yang masih terasa sakit.
Kalen menatap iba pipi yang istri yang memerah kebiruan dengan jejak jemari tangan disana."Sakit...?",lirih Kalen mengusap pipi Dea dengan lembut menahan amarahnya.
"Ish...",Dea meringis kesakitan.
"Kak-- Dea memeluk sang suami begitu erat dan menumpahkan tangisannya di dada bidangn Kalen.
Dia menangis bukan karena sakit dipipinya tapi karena merasa terharu dengan semua perhatian dan kepedulian Kalen.Selama ini hanya Aris yang peduli padanya itupun mereka hanya bersahabat.
"Hei... kenapa, hum?,dia apa in kamu selain ini?", tanya Kalen lembut.
Dea mengggeleng pelan dengan kepala tertunduk.Ia takut Kalen akan menyalahkannya.
"Hei...tatap aku!",ujar Kalen mengangkat dagu Dea hingga mereka saling tatap.
Kalen menghapus jejak air mata di pipi sang istri yang sebelah kanannya cukup memar.
"Kita obati memar ini dulu,ya.Kamu tunggu disini aku mau--
"Kalen ini Mama bawakan air es untuk mengompres pipi Dea",ujar Marisa membawa mangkuk berisi air es.
"Terimakasih Ma...", jawab Kalen menerima mangkuk itu.
"Kamu duduk dulu biar kau kompres dulu sebelum diberi obat memar",ujar Kalen mendudukkan Dea kembali di bibir tempat tidur.
"Kalen...Mama rasa kamu harus bisa tegas pada Tiara jika tidak ini bisa terulang lagi atau lebih dari ini",ujar Marisa menatap menantunya dengan iba.
"Ya Ma...akan Kalen biacarakan dengan Papa",jawab Kalen yang fokus pada pipi Dea.
"Cukup Kak...",ujar Dea.
Kalen beranjak dari duduknya mengambil kotak P3K untuk mengambil obat memar.
"Sini aku oleskan ini dulu biar bengkaknya berkurang",ujar Kalen mengoleskan salaf memar pada pipi Dea.
"Lain kali kamu harus balas Dea",ujar Marisa.
"Iya Ma...",jawab Dea.
"Kak...ada Kak Bayu dibawah",ujar Kaira.
"Sebentar...Kakak akan turun dengan Dea",jawab Kalen.
"Kita temui teman aku ya,kebetulan ia tak datang dihari syukuran kita karena ada seminar diluar kota",ujar Kalen.
"Aku malu Kak dengan wajah seperti ini",jawab Dea.
"Gak apa apa kok,tetap cantik",ujar Kalen membuat Marisa dan Kaira mengulum senyumannya.
"Yuk...!",Kalen mengenggam jemari Dea.
Dea mengikuti langkah Kalen untuk menemui sahabatnya itu.Kalen akan membalas Tiara nantinya.Dia takkan membiarkan orang yang menyakiti istrinya lolos begitu saja.
"Hai...bro apa ka--bar",ujar Bayu terpaku melihat siapa yang digandeng Kalen.
"Baik...",jawab Kalen yang masih menggengam tangan Dea.
"Dia--Bayu menunjuk Dea yang sedikit merapatkan tubuhnya pada Kalen menyembunyikan wajah memarnya.
"Kenalkan istri gue...Dea",ujar Kalen dengan tersenyum tipis.
"Ja-jadi d-dia yang dimaksud Kakek Lo?", tanya Bayu dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1
"Ia... tenyata Lo benar dia yang terbaik buat gue",ujar Kalen merangkul pinggang Dea dengan posesif.
"Dea... kenalkan dia sahabat aku,Bayu",ujar Kalen pada Dea.
"Dea...",ujar Dea menangkup kedua tangannya di dada.
Kalen tersenyum dengan apa yang dilakukan sang istri.
"Kenalkan aku Bayu.Kamu gak ingat aku?",tanya Bayu pada Dea membuat Dea mengggeleng pelan sedangkan Kalen mengerutkan keningnya..
"Kita pernah ketemu dua kali,dirumah sakit dan di apartemen",ujar Bayu.
"Lo--
"Eits santai Bro...gue gak sengaja ketemu istri Lo sebelum kalian menikah kalau gak salah,dan diapartemen saat Dea gak sengaja nabrak gue",ujar Bayu.
"Tapi saat itu gue gak tau dia istri Lo, sumpah.Makanya gue tadi kaget pas Lo gandeng dia", sambung Bayu.
"Benar begitu Dea?",tanya Kalen.
"Eh...aku gak ingat Kak,benaran",jawab Dea yang berusaha mengingat kejadian itu namun ia tak mengingat apapun.
"Benar kamu gak mengingat sahabat aku ini?",tanya Kalen manatap kedua manik mata Dea dan tak ada kebohongan disana.
"Benar Kak...maaf jika aku tak mengingat apapun Kak Bayu",jawab Dea.
"Gak apa apa Dea, santai saja",jawab Bayu.
"Fix... cewek kayak gini langka bro", bisik Bayu membuat Kalen mengulum senyumannya.
Kalen akui Dea berbeda dengan kebanyakan perempuan.
"Oh ya... bagaimana seminar Lo?lancar?", tanya Kalen.
"Lancar... besok gue masuk kerja lagi",jawab Bayu.
"Ini Den... minumannya",ujar salah satu pelayan.
"Terimakasih Bik",jawab Bayu.
"Sama sama",jawab pelayan ramah lalu meninggalkan ruang tamu.
"Kak...", bisik Dea.
"Apa sayang,hum?",jawab Kalen.
"Aku ke kamar mandi sebentar",bisik Dea.
"Pergilah...",jawab Kalen tersenyum tipis.
Dea beranjak dari duduknya menuju kamar mandi yang berada di dapur.
Kalen menatap kepergian Dea hingga sang istri hilang dibalik dinding.
"Apa gue bilang,Lo akan jatuh cinta pada gadis itu",ujar Bayu menggoda Kalen.
"Ya..."
"Lalu Aluna bagaimana?", tanya Bayu.
"Gue dan dia udah selesai",jawab Kalen.
"Sungguh?",tanya Bayu menaikkan sebelah alisnya menatap Kalen.
__ADS_1
"Ya..."
"Lo tau semuanya?",tanya Bayu.
"Maksud Lo?", tanya Kalen balik.
"Semua cowok yang kerja dirumah sakit ati sepak terjang Aluna,dan cuma Lo satu satunya cowok yang mau maunya dibodohi oleh cewek itu",kekeh Kalen.
"Shitt...",umpat Kalen.
"Kenapa Lo gak beritahu gue",kesal Kalen.
"Lah...udah berapa kali gue ingetin Lo dan minta Lo buat nyelidikin tuh cewek.Karena Lo gak akan percaya begitu saja tanpa melihat bukti.Nah Lo nya yang gak mau dengerin apa kata gue",jawab Bayu.
"Sssttt...",Kalen mengkode Bayu saat melihat Dea berjalan menghampirinya.
"Pipi bini Lo kenapa,kdrt Lo?", tanya Bayu saat melihat pipi Dea yang memar bekas tamparan.
"Ck... sembarangan Lo.Dia mengalami penganiayaan dari Tiara",jawab Kalen.
"Sini sayang...", ujar Kalen menepuk sofa disebelahnya.
"Ck...dasar bucin",ledek Bayu.
"Oh ya kapan Dea dianiaya Tiara?",tanya Bayu.
"Beberapa jam yang lalu di Mall",jawab Kalen.
"Dan Lo diam aja?", tanya Bayu.
"Gue akan membalasnya,lihat saja nanti",jawab Kalen tersenyum smirk.
Bayu tersenyum melihat tatapan Kalen,ia sudah bisa membaca apa yang akan dilakukan pria itu.
"Ada tamu rupanya...",ujar Rendra yang baru saja pulang karena mendapat telfon dari sang istri jika Dea menantunya menjadi korban penganiayaan dari anak rekan bisnisnya.
"Hai...Om,apa kabar?", tanya Bayu.
"Baik...kamu apa kabar?, lama gak berkunjung ke sini",jawab Rendra.
"Satu minggu belakang ada seminar di Balik Papan Om.Dan ini baru saja pulang",jawab Bayu.
"Oh...sibuk rupanya",kekeh Rendra.
"Dea... bagaimana bisa terjadi kamu ditampar oleh Tiara?",tanya Rendra.
Dea menceritakan semuanya tanpa ada yang tertinggal.Semua orang mendengarkan dengan seksama.
"Kalen selesaikan masalahmu dengan Tiara sebelum terjadi hal yang lebih dari ini",ujar Rendra.
"Aku tak ada masalah dengannya,Pa",jawab Kalen menahan amarahnya.
"Dia menyukaimu dari dulu Kalen", kekeh Bayu.
"Aku tidak",jawab Kalen acuh menggengam tangan Dea lembut.
"Aku ingin Papa menyetujui sahamku yang ada di perusahaan kedua orangtua Tiara di cabut",jawab sambung Kalen.
"Kamu yakin?",tanya Rendra.
"Ya..."
"Ada apa ini,saham apa?",tanya Tuan Wiliam tiba tiba.
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa like dan komen nya ya reader.