Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Tidak,jika untukmu


__ADS_3

Kalen membawa Dea ke lantai dua bangunan itu dimana kamar mereka berada.Ia memang menyiapkan rumah ini dulunya untuknya dan Aluna jika sudah menikah.Tapi untung ia belum pernah membawa Aluna kesini.Jika tidak ia akan menjual bangunan ini lagi agar ia tak ada lagi tentang Aluna dihidupnya.Namun kini semuanya berbeda, ia benar benar telah melupakan wanita itu dan hati serta cintanya hanya untuk Dea.Gadis kecil yang merupakan cinta masa lalunya yang mampu memporak-porandakan hatinya.Kini wanitanya lah yang akan menjadi ratu dirumah ini.Ibu dari anak anaknya nantinya.


Ia juga telah merenovasi bangunan ini jauh lebih indah dari saat pertama kali ia membelinya.Ia sengaja merombak bangunan sesuai keinginan Dea saat mereka masih kecil dulu.Wanjta hamil muda itu dulunya ingin memiliki rumah berlantai dua dan mempunyai pilar dan tiang yang tinggi.Kini semuanya impian wanitanya itu ia wujudkan.


Ceklek


"Ini kamar kita sayang...",ujar Kalen membuka pintu kamar.


Dea benar benar tak bisa berkata apa-apa melihat semua kemewahan rumah yang akan mereka tempati."Kak...ini bagus banget...",jawab Dea melangkah masuk kedalam kamar dan menatal seluruh ruangan.



Inilah penampakan kamar mereka ya.


"Kamu suka?",tanya Kalen memeluk Dea dari belakang.


"Huumm...tapi apakah ini tak berlebihan Kak?",tanya Dea menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Tidak jika untukmu baby",jawab Kalen mengecup pucuk kepala Dea cukup lama.


"Kak..."


"Hmmm"


"Boleh aku telfon Mama?, dia pasti sedih kita pindah jauh",ujar Dea.


"Tentu saja sayang...tapi nanti ya.Kamu belum lihat keseluruhan rumah ini",jawab Kalen.


"Iya Kak,Oh ya gimana caranya Kakak berangkat kerja?", tanya Dea.


"Aku tak lagi disana sayang tapi disebuah perusahaan properti milikku yang terletak tak jauh dari sini",jawab Kalen membawa Dea untuk duduk di sofa yang ada dikamar itu dan mendudukkan Dea diatas pangkuannya.


"Kakak memiliki perusahaaan?",tanya Dea.

__ADS_1


"Ya sayang...aku sengaja membangun perusahaanku sendiri karena aku tau tak selamanya bekerja diperusahaan kedua orangtuaku.Dan terbukti kan?",jawab Kalen.


"Boleh besok aku ikut?,aku ingin melihat perusahaaan kamu Kak",tanya Dea.


"Tentu...tapi nanti sore kita kerumah sakit dulu untuk cek kandungan kamu",jawab Kalen mengelus perut Dea yang masih terlihat rata.


"Ya Kak..."


"Kamu mau lihat walk in closet?,dimana semua baju dan kebutuhan yang menunjang penampilan istriku ini berada?",tanya Kalen.


"Boleh...",jawab Dea.


"Ayo...",ujar Kalen membawa Dea untuk memasuki sebuah ruangan dimana pakaian mereka berada.


"Kak...ini--


"Semuanya untukmu sayang",jawab Kalen.



"Kak... terimakasih",jawab Dea memeluk erat sang suami.


"Untuk?",tanya Kalen mengerutkan keningnya.


"Semuanya...",jawab Dea.


"Ini adalah kewajibanku sebagai suami sayang, memberikan tempat tinggal yang nyaman untuk kamu dan calon anak kita",ujar Kalen.


"Kak...kuliahku gimana?",tanya Dea yang ingat akan kuliahnya.


"Aku sudah mengurusnya sayang lebih tepatnya asistenku saat masih bekerja di rumah sakit.Kamu lusa bisa kuliah dengan jurusan yang sama di kota ini",jawab Kalen.


"Apakah jauh dari sini Kak?", tanya Dea.

__ADS_1


"Tidak...lebih tepatnya searah dengan perusahaanku",jawab Kalen.


"Apakah kamu akan jadi dosen lagi?", tanya Dea duduk disofa ruangan itu menatap satu persatu isi ruangan.


"Tidak... perusahaaan membutuhkanku agar berkembang makin pesat lagi sayang,ini semua kamu dan masa depan kita nantinya.Dulu aku jadi dosen karena permintaan Kakek dan juga tak ingin membuang waktu",jawab Kalen.


"Kak...i love you",ucap Dea.


Kalen tersenyum sumringah lalu mengungkung sang istri."I love you to sayang...", bisik Kalen tepat ditelinga sang istri membuat Dea merinding kegelian.


"Kak..."


"Apa...?",jawab Kalen menatap intens wajah sang istri lebih tepatnya bibir mungil sang istri yang selalu menjadi candunya.


"Ak--


Kelen membungkam bibir sang istri dengan bibirnya dan ******* pelan bibir sang istri.


"Manis...",ujar Kalen mengusap bibirnya Dea yang basah oleh ulahnya dengan ibu jarinya.


Dea tersipu lalu membuang mukanya kearah lain karena mukanya terasa panas.


"Kenapa?",tanya Kalen menarik dagu Dea hingga kembali menatapnya.


"Aku suka rona merah wajah kamu sayang?",bisik Kalen mengedipkan matanya.


"Apaan sih Kak",jawab Dea yang salah tingkah dengan kedipan Kalen.


"Kamu cantik sayang,sangat cantik",ujar Kalen memandangi wajah Dea yang begitu cantik menurutnya.


"Kak udah...", rengek Dea karena mukanya sudah seperti kepiting rebus karena malu dipuji sedemikian.


"Hahahaha... sungguh sayang,aku tak berbohong",jawab Kalen mengusap wajah Dea dengan punggung tangannya membuat Dea memejamkan matanya menikmati sentuhan Kalen diwajahnya.

__ADS_1


Dea membukanya kembali kedua matanya sehingga tatapan mereka kini berserobok dan saling memuji didalam hati masing-masing.


...****************...


__ADS_2