Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Dasar gadis nakal


__ADS_3

"Perfect...",ujar Kalen melihat hasil jepretannya.


"Lihat dong Kak",ucap Dea.


"Nih...kamu cantik sayang,sangat alami tanpa polesan make up",puji Kalen menatap foto sang istri dilayar ponselnya.


Pria itu langsung mengganti wallpaper ponselnya dengan foto Dea.


"Kak kok dijadikan--


"Biar saat kita berjauhan aku bisa memandangi wajah cantik ini",ujar Kalen membelai wajah polos Dea dengan punggung tangannya.


Dea terkekeh pelan mendengar jawaban sang suami.


"Kak..."


"Ya...",jawab Kalen memandangi wajah cantik Dea dengan tatapan penuh cinta.


"Boleh aku minta foto kamu juga",ujar Dea malu malu.


"Ambilah seberapa mau kamu,didalam ponsel ini ada begitu banyak foto fotoku",jawab Kalen menyodorkan ponselnya.


"Kakak aja yang kirim ke aku.Ponsel Kakak adalah privasi Kakak aku tak perlu tau isinya",tolak Dea.


"Kenapa?,disini tak ada foto mantan kekasihku karena aku tak suka menyimpan foto seseorang yang belum tentu menjadi milikku",ujar Kalen.


"Gak Kak...aku percaya Kakak akan hal itu",jawab Dea tersenyum tipis.


"Lalu kenapa gak kamu ambil sendiri disini.Kita suami istri tak ada lagi yang namanya privasi.Semuanya harus terbuka meski sakit",ujar Kalen.


Dea mau tak mau mengambil ponsel milik suaminya itu.


"Sandinya ulang tahunmu", bisik Kalen saat Dea menatap layar ponselnya yang meminta diisi kata sandi.


Dan benar saja layar ponsel itu terbuka dan menampilkan foto dirinya dilayar depan.


"Bukalah...?",ujar Kalen saat ia melihat Dea ragu ragu.


Dea membuka galeri dan menampilkan begitu banyak foto pria itu.Dea terus menscrol ke bawa.Matanya tertuju pada sebuah foto sepasang anak kecil yang sedang bermain ayunan.


"Kak..ini"


"Lucu ya...lihatnya gadis kecil dalam foto itu sangat menggemaskan,begitu juga dengan sekarang",ujar Kalen.


"Kamu dapat foto ini dari mana Kak?",tanya Dea tersenyum melihat foto masa kecilnya itu.


"Aku yang diam diam megambilnya saat itu",jawab Kalen.


Dea tersenyum lalu mengirim foto itu pada ponselnya dan juga beberapa foto Kalen."Nih Kak...",ujar Dea kembali menyerahkan ponsel milik Kalen pada pria itu.


"Gak cek yang lain...?",goda Kalen.


"Maksudnya?", tanya Dea dengan kening berkerut.


"WhatsApp atau--


"Aku percaya Kakak",jawab Dea.


"Bagiamana jika aku--


"Aku akan pergi jauh sehingga Kakak tak akan menemukan keberadaanku",jawab Dea.


Kalen tersenyum melihat sang istri yang mengerucutkan bibirnya kedepan.Dea bukanlah tipe wanita idamannya tapi gadis itu mampu membuatnya begitu menggilainya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu,mana mungkin aku akan bertindak sebodoh itu yang akan membuatku kehilangan istri kecilku ini",ujar Kalen memeluk Dea.


"Kak..."


"Ya..."


"Kita nginap disini lama kan?",tanya Dea.


"Memangnya kamu betah disini?", tanya Kalen balik.


"Huumm..."


"Tiga hari...kita disini cuma tiga hari, bagaimana?",tanya Kalen.


"Baiklah Kak...",jawab Dea tersenyum lebar.


"Kak aku mau nemani Kaira ke Mall, boleh?",tanya Dea teringat akan adik iparnya yang minta ditemani ke Mall.


"Tentu saja boleh,kamu bawakan kartu yang aku berikan waktu itu",ujar Kalen.


"Ada di dompet Kak",jawab Dea.


"Gunakan lah sepuas kamu,aku gak akan miskin meski kamu menghabiskannya",ujar Kalen.


"Mau beli apa coba Kak, Semua baju aku udah kamu siapkan dilemari lengkap dengan atribut lainnya.Jadi lihat nanti saja Kak",jawab Dea.


"Tas, sepatu atau perhiasan mungkin",ujar Kalen karena yang ia tau wanita sangat menyukai hal itu.


"Di lemari disini dan apartemen sudah lengkap semua Kak",jawab Dea.


"Terus kamu mau beli apa nantinya, temani Kaira doang?",tanya Kalen.


"Makan mungkin",jawab Dea.


"Gak tau Kak...",jawab Dea acuh.


Tok tok tok


"Siapa Kak?", tanya Dea.


"Biar aku lihat dulu",jawab Kalen beranjak menuju pintu kamar.


Ceklek


"Kakak...hmm Kak Dea ada kan?",tanya Kaira dengan senyuman manisnya.


"Ada...",jawab Kalen.


"Aku--


"Tunggu disini,akan Kaka panggilkan",ujar Kalen kembali masuk kedalam kamar.


"Siapa Kak?",tanya Dea.


"Kaira...dia nunggu kamu",jawab Kalen.


"Oh...aku boleh pergi kan Kak?",tanya Dea.


"Ya...tapi ingat cepat pulang",ujar Kalen mencium kening Dea dengan penuh kasih sayang.


"Ya Kak...",ujar Dea mengecup singkat bibir Kalen dan langsung berlari pergi sebelum pria itu menyantapnya.


"Dasar...awas ya...",gumam Kalen tersenyum dengan sikap agresif sang istri.

__ADS_1


Kalen menatap kepergian sang istri dengan senyuman dibibirnya.Menikah dengan gadis kecil hampir seusia adik perempuannya membuatnya merasa sedikit lebih muda karena keceriaan Dea.


Kalen melangkah keluar dari kamar menuju ruang kerja Kakeknya.


Sementara itu Dea dalam perjalanan menuju Mall di kota itu.Kedua gadis yang berbeda status itu tampak begitu akrab.Dea yang usianya terpaut satu tahun lebih tua dari Kaira tampak bukan seperti gadis yang telah menikah.


Sesampainya di Mall dan memarkirkan mobil Dea da Kaira memasuki Mall itu dengan saling bergandengan tangan.


"Kita langsung beli baju aja ya Kak",ujar Kaira saat mereka menaiki eskalator menunju lantai dua.


"Ya...Ra",jawab Dea tersenyum tipis.


Kaira menggandeng Dea menuju toko baju langganannya.Gadis yang memiliki lesung pipi itu tampak tersenyum lebar melihat gaun incarannya masih terpajang indah di patung manekin.


Kaira mengahampiri patung manekin itu lalu menatap gaun itu dengan mata berbinar.


"Selamat siang Dek,ada yang bisa dibantu?",tanya pegawai toko yang menghampiri Kaira dan Dea.


"Aku mau gaun ini Kak",ujar Kaira.


"Baik mohon ditunggu",jawab pelayan itu mengambilkan gaun yang terpasang di patung manekin.


"Kak...kamu mau beli gak?",ujar Kaira.


"Gak...Ra.Lagian mau pergi kemana?",jawab Dea.


"Yakin...?", tanya Kaira.


",Huumm.."


Kaira mencoba gaun itu diruang ganti toko itu sementara Dea menunggu dari luar.


"Hai...kamu",ujar seseorang pada Dea.


"Aku...?", tunjuk Dea pada dirinya sendiri.


"Iya siapa lagi",ketus orang itu.


Dea sedikit kaget siapa yang menegurnya.Ia berusaha menyembunyikan rasa keterkejutannya.


"Tenyata beginilah selera Kalen",sinis orang itu memandangi Dea dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Siapa Ra?",tanya teman itu ikut menatap Dea.


"****** kecilnya Kalen", sinis wanita itu menatap Dea dengan tatapan remeh.


"Oh..."


"Jaga mulut anda Kak...aku istrinya bukan yang anda sebutkan tadi",ujar Dea.


"Hahaha...punya nyali juga Lo?", tantang wanita itu.


"Kenapa?", tantang Dea.


"Kamu--


"Jaga sikap anda Kak,ini tempat umum dan bukankah anda wanita terhormat?",ujar Dea menghempaskan tangan wanita itu cukup keras hingga sang wanita terhuyung ke belakang.


"Kau..."


"Ada apa ini?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2