Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Makan kamu


__ADS_3

Dea menatap kosong balkon rumah sakit tempatnya dirawat.Dia betul betul bingung saat ini karena kedatangan sang ini kandung yang selama ini ia tunggu kedatangannya.Ternyata orang yang ia tunggu berada disekitarnya tanpa mau mengakuinya sebagai anak.Apa salah dirinya dilahirkan namun dibesarkan oleh orang lain yang bukan keluarga kandungnya.


"Apa aku salah jika aku tak mau bertemu lagi dengannya?. Seorang ibu yang tega meninggalkan anaknya dengan orang lain dan ia hidup dengan bergelimang harta sementara aku anaknya bekerja siang malam demi menyambung hidup",batin Dea.


"Salah dan dosakah aku Tuhan?. Rencana apa yang engkau siapkan untukku saat ini.Setelah sebelas tahun berlalu baru sekarang ia datang menemuiku",batin Dea terisak pilu.


"Hai...lagi apa,hum?",ujar Kalen yang tiba-tiba datang memeluk Dea dan melabuhkan sebuah kecupan dipipi sang istri dengan mesra.


"Kak...", lirih Dea dengan suara serak menahan tangisannya.


Kalen berjongkok dihadapan sang istri yang duduk dikursi roda."Baby... sudah ya,aku gak mau kamu anfal lagi seperti kemarin.Masalah ibu kamu turuti apa kata hati kamu.Aku gak larang kamu untuk dekat dengannya tapi pikirkan dulu anak kita diperut kamu.Kita belum tau apa tujuan ibu kamu tiba tiba mengakui kamu anaknya.Aku takut dia membahayakan kamu dan calon anak kita sayang.Karena orang yang menyekap kamu kamarin ada hubungan keluarga dengan ibu kamu",ujar Kalen mengenggam erat jemari Dea.


"Aku belum siap bertemu dia lagi Kak,bawa aku pergi jauh.Aku mohon...",isak Dea dengan air mata kembali membasahi pipinya.


Kalen membawa sang istri kedalam pelukannya dan mengusap punggungnya berharap sang istri sedikit lebih tenang.


"Iya...kita akan pulang kerumah kita",jawab Kalen.


"Aku gak mau Kak,kita pergi kemana saja asalkan jangan pulang kerumah saat ini,aku takut ibu tau alamat kita",ujar Dea.


"Baiklah...mau ke luar negeri?",tanya Kalen.


"Gak Kak.Kita mana ada waktu untuk mengurus paspor aku dalam waktu sehari",jawab Dea.


"Paspor kamu sudah lama jadi sayang.Aku sudah menyiapkan semuanya jika istriku ini mendadak ngidam ingin jalan jalan keluar negeri",ujar Kalen mencubit gemas hidung Dea.


"Aku--

__ADS_1


"Kita ke Paris, bagaimana?",tanya Kalen.


"Kejauhan Kak...aku belum bisa melakukan perjalanan jauh",jawab Dea.


"Siapa bilang,hum.Jika kamu tidak memikirkan hal yang tidak penting serta tingkat stres kamu gak lagi tinggi besok kamu sudah bisa keluar dari rumah sakit ini",ujar Kalen.


"Jadi--


"Cobalah berpikir positif dan jangan lagi memikirkan hal yang memicu stres.Bisa?",ujar Kalen.


"Bisa Kak...",jawab Dea tersenyum tipis.


"Cantik.Sudah lama aku tak melihat senyuman kamu ini baby",puji Kalen membuat Dea terkekeh.


Kalen manatap dalam Dea yang tersenyum begitu manisnya."Tetaplah tersenyum seperti ini baby", sambung Kalen tersenyum tipis.


Dea mengatupkan bibirnya dan menatap sang suami yang juga menatapnya penuh cinta."Maafkan aku jika aku cengeng Kak",ujar Dea.


"Ya Kak...",jawab Dea.


"Ayo makan,kamu dan calon anak kita belum makan sayang",ujar Kalen yang tadi membawakan makanan untuk sang istri.


"Tapi aku--


"Tak ada penolakan baby,kamu itu lagi hamil dan kamu harus makan.Setidaknya untuk anak kita",ujar Kalen mulai menyuapi sang istri.


"Tapi buburnya bikin aku eneg Kak", rengek Dea.

__ADS_1


"Baiklah...kalau begitu kamu mau makan apa?",tanya Kalen.


"Makan kamu...", gelak Dea.


"Nakal, hum?",ujar Kalen mencubit gemas pipi Dea.


"Serius sayang,mau makan apa?",tanya Kalen.


Dea mengehentikan tawanya."Soto...",jawab Dea.


"Oke...akan aku pesankan",ujar Kalen mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang untuk membelikan makanan yang dinginkan sang istri.


"Kak..."


"Ya..."


"Terimakasih telah mau menerima aku yang notabenenya anak diluar--


"Sssttt...aku tak peduli bagaimana latar belakang kamu.Karena tak ada anak yang minta dilahirkan dengan cara seperti apa dan dikeluarga yang bagaimana.Kamu adalah wanitaku yang begitu aku cintai.Jadi jangan bahas ini lagi,oke",ujar Kalen.


"Ya..."


Ting nong


"Sebentar.Mungkin soto pesanan kamu sudah sampai",ujar Kalen berdiri dari duduknya dan melangkah menuju pintu.


Ceklek

__ADS_1


"Kalen..."


...****************...


__ADS_2