
Jeje menoleh dan menatap pria yang menatapnya tajam.
"Kak--
"Urungkan niatku jika kau ingin hidup tenang",ujar orang lalu pergi dari hadapan Jeje.
"Apa salah aku mempertahankan orang yang aku cintai",teriak Jeje membuat orang itu mengehentikan langkahnya tanpa menoleh pada Jeje.
"Salah...karena dia tunangan gadis lain",jawab orang itu datar.
"Aku--
"Pergilah...",ujar orang itu lalu masuk ke dalam rumah sakit.
"Ck...kamu kira aku takut dengan ancamanmu Kak Kalen.No...jangan panggil aku Jeje jika tak bisa mendapatkan apa yang aku mau", gumam Jeje tersenyum jahat lalu pergi dari parkiran rumah sakit.
"Kai..."
"Kak...kamu ke sini?", tanya Kaisan tersenyum lebar.
"Ya... berhati-hatilah dengan gadis yang tadi menemuimu di parkiran",ujar Kalen.
"Maksud Kakak,Jeje?", tanya Kaisan.
"Entah siapa namanya aku tidak tau.Dia seperti terobsesi padamu", ujar Kalen.
"Hufff...ya Kakak benar,aku pusing menghadapi tingkahnya", jawab Kaisan.
"Ada perlu apa Kakak datang menemuiku?",tanya Kaisan.
"Aku ada seminar di hotel dekat ruang sakit kita.Jadi saat aku melihatmu turun dari mobil,aku berniat menghampirimu", jawab Kalen.
"Oh... bagaimana keadaaan Rania?", tanya Kaisan.
"Baik...saat ini salah satu pelayan aku jadikan baby sitternya?",jawab Kalen.
"Jadi benar semuanya ulah baby sitter itu Rania sampai dilarikan ke rumah sakit?",tanya Kaisan.
"Hmmmm..."
"Oh ya Kak,aku ada jadwal operasi sebentar lagi,jadi aku minta maaf gak bisa menemani Kakak mengobrol", ujar Kaisan.
"Ya baiklah,aku juga harus ke hotel.Sebentar lagi seminarku juga akan dimulai",jawab Kalen.
"Semoga sukses Kak",ujar Kaisan.
__ADS_1
"Ya ...kamu juga,ini ujian terakhir operasimu sebelum menyudahi Coasmu kan?",jawab Kalen.
"Ya...meski ada beberapa lagi ujian,aku harap segera menyelesaikannya dan siap untuk bekerja dirumah sakit ini",ujar Kaisan.
"Good luck...",jawab Kalen menepuk pelan pundak sang adik.
"Thank you...",balas Kaisan.
"Hmmm...",jawab Kalen berdehem pelan lalu berlalu dari hadapan Kaisan
Awasi gadis bernama Jeje, pastikan dia tidak berbuat diluar batas.Jika itu terjadi lakukan tugasmu seperti biasa.
Setelah mengirimkan pesan pada orang kepercayaan Kakeknya Kalen menyimpan kembali ponselnya.
***
Mika turun dari mobil ambulans yang membawa Bapaknya kerumah sakit ini.Kedatangannya sudah ditunggu tim dokter yang akan menangani kondisi Bapak dari Mika yang menderita stroke atas perintah pemilik rumah sakit.
Mika dan sang ibu mengiringi sang Bapak yang dibawah menuju ruangan pemerikasaan.
"Semoga Bapak bisa sembuh Mik",ujar Sari Ibu dari Mika.
"Ya Bu,semoga",jawab Mika duduk di bangku menatap ruangan pemeriksaan yang tertutup.
"Mik...ini rumah sakit milik keluarga calon mertua kamu?",tanya Sari menatap ruangan rumah sakit.
"Oh..."
"Kaisan kerja disini juga?", tanya Sari.
"Coas Bu,belum kerja",jawab Mika.
"Oh...jadi Kaisan belum kerja?",tanya Sari.
"Sebagai Dokter belum Bu,ia masih dalam tahap menuju kesana.Tapi Kai memiliki bisnis sampingan yaitu beberapa restoran dikota ini",jawab Mika.
"Oh..."
Tring...
"*Ya Kai..."
"Sudah sampai?", tanya Kaisan.
"Sudah...ini lagi didepan ruangan neurologi",*jawab Mika.
__ADS_1
"Aku ke sana ya",ujar Kaisan.
"Ya..."
Klik*
"Siapa Mik?",tanya Sari.
"Kai...Bu",jawab Mika menyimpan kembali ponselnya.
Tak lama Kaisan datang mengahampiri Mika dan sang Ibu.
"Mik..."
"Kai...kamu gak sibuk?", tanya Mika tersenyum tipis menatap sang calon suami yang tampak tampan menggunakan kaca mata bacanya.
"Gak...baru saja selesai operasi,satu jam lagi ada penyuluhan",jawab Kaisan.
"Bu ... bagaimana perjalanannya?",sapa Kai menyalami punggung tangan calon mertuanya itu.
"Alhamdulillah jauh ternyata",kekeh Sari mengusap bahu Kaisan.
"Bapak masih diperiksa?",tanya Kaisan.
"Ya...Nak",jawab Sari.
Tak lama pintu ruangan Dokter Neurologi itu terbuka,Kai mengahampiri Dokter senior itu.
"Dok... bagaimana keadaannya,bisa disembuhkan bukan?",tanya Kaisan.
"Kai... kamu disini?",tanya sang Dokter.
"Ya Dok.Bagaimana?, pasien bisa disembuhkan bukan?", tanya Kaisan.
"Bisa...asal ada keinginan dari dalam diri pasien untuk sembuh",jawab Dokter itu.
"Dan juga nantinya pasien harus melakukan beberapa terapi secara rutin untuk memperbaiki sel saraf yang rusak.Meski memakan waktu yang cukup lama tapi asal dilakukan dengan rutin kemungkinan untuk sembuh dari kelumpuhan akan ada",tutur sang Dokter.
"Ya Dok...tolong berikan perawatan terbaiknya",jawab Kaisan.
"Baik Kai...tolong beri motivasi pada pasien agar ada keinginan untuk sembuh.Ini yang terpenting", sambung sang Dokter.
"Ya Dok terimakasih",jawab Kaisan.
"Kai..."
__ADS_1
...****************...