Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
#203


__ADS_3

"Pagi Kak...",sapa Kaira pada keduanya Kakaknya yang sudah rapi dengan setelan kerjanya yang lebih tertutup kali ini.


"Pagi sayang,pulang jam berapa semalam, Ra?",tanya Dea yang sedang mengolesi selai pada roti.


"Hmmmm jam sepuluh Kak",jawab Kaira.


"Oh..."


"Ty...ty",ujar Rania memukul baby walkernya mencari perhatian Kaira.


"Selamat pagi Rania sayang",jawab Kaira mengecup pipi cubby Rania.


"Ty...."


"Apa sayang,hm",ujar Kaira mencolek dagu Rania pelan.


"Ndong...",ujar Rania melebarkan tangannya minta digendong.


"Sayang...Aunty mau berangkat kerja,nanti sore main sama Aunty ya",sahut Dea memberikan pengertian pada sang putri.


"Na mau...", geleng Rania dengan mata berkaca-kaca.


Kaira meletakkan tasnya diatas meja lalu mengambil tubuh mungil Rania dari baby walkernya.


"Ra...maaf ya",ujar Dea merasa tak enak dengan Kaira yang harus berangkat kerja.


"Gak apa apa Kak,mungkin Rania rindu aku karena beberapa hari ini aku gak jarang main sama dia",jawab Kaira mengecup pipi cubby Rania hingga gadis kecil itu tertawa riang.


"Rania kangen Aunty,iya hm?",ujar Kaira mengayunkan tubuh mungil Kaira hingga tewas batita itu pecah.


Setelah membujuk Rania akhirnya batita itu mau juga untuk melepaskan pelukannya dari tubuh Kaira.


Ia sudah hampir terlambat,walau ia hanya karyawan dadakan tapi ia tak mau memberi contoh buruk pada karyawan.


"Kak,aku berangkat ya",ujar Kaira pada Dea dan Kalen.


"Hati hati ya Ra",jawab Dea.


"Ya Kak", balas Kaira.


"Da da da Ty",ujar si mungil Kaira melambaikan tangan mungilnya pada Kaira.


"Daa sayang",jawab Kaira berjalan tergesa meninggalkan ruang makan.


Kaira mengemudi salah satu mobil milik Kakaknya ke kantor.Sebenarnya ia bosan menyetir sendirian dan tak jarang ia mengantuk.Tapi ia juga tak ingin merepotkan Faris untuk menjemputnya meski pria itu tadi pagi ingin menjemputnya.


Tring


"Ck siapa lagi yang telfon", gerutu Kaira yang fokus pada jalanan yang mulai padat.


Gadis itu membiarkan begitu saja ponselnya berbunyi.Tak mungkin ia mengangkat telfonnya di saat menyetir itu akan membahayakannya dan juga pengendara lainnya.


Sesampainya di kantor Kaira memarkir mobil sang Kakak di basement kantor gadis itu turun dan melangkah memasuki lobi kantor.


Tring

__ADS_1


"Siapa sih!", gerutu Kaira menghentikan langkahnya dan mengambil ponsel yang ada di dalam tas.


Anggun is calling...


"Mau apa nih anak",batin Kaira mendial tombol hijau lalu melangkah memasuki lift bersamaan dengan karyawan yang lainnya.


"Ya Anggun ada apa?",tanya Kaira saat sudah didalam lift.


"Lo dimana?,gue sama Deril mau ke rumah Lo nih",jawab Anggun.


"Maaf Nggun, gue lagi gak di rumah",ujar Kaira.


"Yah..."


"Lain waktu aja ya Nggun",ujar Kaira.


"Emang Lo dimana sih?",tanya Anggun.


"Ini lagi dikantor Kakak gue", bisik Kaira.


"Oh ya sudah...", jawab Anggun.


"Maaf ya...",ujar Kaira.


"Ya gak apa apa", jawab Anggun.


klik


Kaira menyimpan kembali ponselnya kedalam tas dan melirik jam tangannya."Huffhhh...semoga Kak Faris gak marah geu telat", batin Kaira menghela nafas panjang.


Kaira kembali menekan tombol lantai dimana ruangannya berada saat semua karyawan sudah keluar.


"Apa yang terjadi?",gumam Kaira mengerutkan keningnya.


"Keluar...!", terdengar teriakan keras dari Faris didalam ruangannya.


Kaira mendekati ruangan Faris karena penasaran deh apa yang terjadi.Ia terkejut saat melihat seorang wanita berusaha mendetekati pria itu meski Faris sudah berusaha menghindar.Pintu ruangan kerja Faris tak tertutup sempurna hingga ia bisa menyaksikan pemandangan itu.


"Siapa gadis itu?", gumam Kaira.


Ceklek


"Kak...", dengan penuh keberanian Kaira masuk kedalam ruangan pria itu.


"Kai...kamu--


Wanita itu ikut menoleh saat melihat Kaira diambang pintu lalu tersenyum licik.


"Ris...aku puas dengan apa yang baru saja kamu lakukan padaku", ujar wanita itu tiba-tiba membuat Faris melongo dan menggeleng cepat.


"Omong kosong apa yang kamu katakan,hah?", teriak Faris.


"Ris aku tau kamu takut kan,gak apa apa yang penting aku puas",ujar wanita itu membuat Kaira tersenyum tipis lalu menggeleng pelan.


"Ayuni, aku tegas sama kamu pergi dari sini.Kita tak lagi memiliki hubungan apa pun", ucap Faris.

__ADS_1


"Ris--


"Sebaiknya kamu pergi dari kantor Kakak saya sebelum saya meminta security untuk menyeret mu dari sini dan melemparmu ke jalanan",ujar Kaira membuta Ayuni menegang.


Ayuni menatap Kaira dengab sengit."Mimpi kamu,ini kantor milik Faris",jawab wanita itu remeh.


"Kamu tidak bisa membaca itu, Faris adalah asisten dari Kakakku yang dipercaya untuk mengelola perusahaan miliknya",ujar Kaira menunjuk meja kerja Faris dimana papan nama Faris terletak disana.


"Pak...ke ruangan Pak Faris sekarang?",ujar Kaira menelepon security.


Ayuni terlihat shock dengan apa yang ia ketahui,ia pikir Faris CEO dari perusahaan besar itu tapi pria itu hanyalah asisten dari CEO.


Tok tok tok


"Masuk!",ujar Faris.


Ceklek


"Maaf Pak tadi ada yang menghubungi saya untuk kesini",ujar seorang security.


"Seret wanita ini Pak!",ujar Kaira menunjuk Ayuni.


"Baik Buk",jawab security itu patuh.


"Apa apaan ini", pekik Ayuni saat security menyeretnya dengan kasar dari ruangan Faris.


Faris menatap Kaira yang terlihat biasa saja setelah apa yang dikatakan Ayuni tadi.


"Kai--


"Aku ke ruanganku dulu Kak",ujar Kaira balik badan namun tangannya dicekal oleh Faris.


"Kai...aku tak melakukan apapun padanya",jawab Faris.


Kaira membalikkan badannya dan menatap pria itu."Aku tau,aku sudah melihat semuanya Kak",ujar Kaira.


"Kamu--


"Beruntung pintu ruangan kamu tadi sedikit terbuka jadi aku melihat perdebatan kalian",jawab Kaira.


"Huffhhh... syukurlah",ujar Faris mengusap kasar wajahnya.


"Kalau begitu aku ke ruanganku dulu Kak", jawab Kaira.


"Tunggu...!",ujar Faris kembali mencekal lengan Kaira.


"Ada apa Kak?", tanya Kaira.


"Apakah bisa tak lagi memanggilku dengan sebutan Kakak",jawab Faris.


"Lalu aku harus panggilan kamu apa Kak?",tanya Kaira.


"Terserah kamu dan senyaman kamu", jawab Faris.


"Hmmm apa ya",gumam Kaira.

__ADS_1


...****************...


Bantu Kaira dong,panggil Faris dengan sebutan apa


__ADS_2