
"Enak?",tanya Kaisan saat sang istri makan dengan lahapnya.
"Huummm...kamu mau Mas?",tanya Mika.
"Untuk kamu saja ya",jawab Faris karena ia tak menyukai makanan itu.
"Ya udah...",jawab Mika kembali melanjutkan makannya.
Kaisan bersyukur Mika tak lagi mengalami mual,tapi malah kini doyan makan.Wanita itu mengalami kenaikan badan tapi Faris tak mempermasalahkannya.Malah Mika terlihat makin berisi dengan perutnya yang juga makin menonjol.
"Mas..."
"Apa sayang,mau nambah nasinya?",tanya Kaisan.
"Enggak... aku sudah kenyang.Aku mau ke rumah Mama.Boleh?",tanya Mika.
"Mama lagi ke rumah Kak Kalen sayang.Nanti jika Mama sudah pulang ke sini ya",jawab Kaisan lembut.
"Kalau gitu kita ke rumah Kak Kalen saja.Aku merindukan si kecil Rania",ujar Mika.
"Baiklah... ayo siap siap",jawab Kaisan.
Dengan mata berbinar Mika bangkit dari duduknya tak lupa melabuhkan sebuah kecupan dipipi Kaisan lalu berjalan menuju kamar untuk berganti pakaian.
Kaisan menyunggingkan senyumannya melihat kelakuan sang istri.Mika akan terlihat menggemaskan jika sudah dalam mode seperti itu.Dan itu juga membuat pria itu makin mencintai istrinya itu.
Kaisan meminta pelayan untuk membereskan meja makan.Pria itu menyusul sang istri ke kemar.
"Ayo Mas",ujar Mika yang sudah siap dengan pakaian santainya.
"Baiklah...aku ambil dompet sama kunci mobil dulu ya",jawab Kaisan mengambil dompet di laci nakas beserta kunci mobil.Pria itu tak mengganti pakaiannya.
***
"Bangun sayang", bisim Faris mengecup kening sang istri yang tertidur pulas.
"Aku capek Mas",rengek Kaira membuat Faris terkekeh.
"Mau sholat jama'ah gak?", bisik Faris.
Kaira perlahan membuka kedua matanya, wanita itu tampak mengumpulkan nyawanya lalu tersenyum tipis pada sang suami.
"Mandi besar dulu, setelah itu kita sholat",ujar Faris.
__ADS_1
"Gendong...", rengek Kaira.
Faris menyingkirkan selimut yang membungkus tubuh polos Kaira lalu menggendong sang istri ala bridal style menuju kamar mandi.
"Langsung mandi ya,gak usah berendam dulu keburu habis waktunya",ujar Faris menurunkan Kaira di bawah shower.
"Iya Mas.Terimakasih ya",jawab Kaira.
"Iya sayangnya Mas",ujar Faris lalu meninggalkan sang istri keluar dari kamar mandi.
Kaira melakukan mandi besar dengan cepat takut waktu sholat keburu habis.Setelah lima belas menit wanita itu menyudahi ritual mandinya.Keduanya mengerjakan sholat berjamaah dengan begitu khusyuk.
Setelah menunaikan sholat Kaira kembali melanjutkan tidurnya.Matanya masih terasa mengantuk.Ditambah tubuhnya yang terasa remuk dan lelah.
"Masih mengantuk,hm?",tanya Faris mengusap pucuk kepala Kaira.
"Huummm...", angguk Kaira.
"Tidurlah kembali,Mas mau mengerjakan pekerjaan Mas dulu ya",ujar Faris dengan lembut.
"Iya Mas...",jawab Kaira yang sudah memejamkan kedua matanya.
Faris meraih laptopnya untuk memeriksa beberapa email yang dikirim oleh sekretarisnya.Dari pada ia sendiri tak tau melakukan apa apa karena Kaira kembali tidur lebih baik ia mengerjakan pekerjaannya.
Pria itu bersyukur jika restoran mereka makin kesini makin ramai.Terlebih makanannya enak dan ramah di kantong anak muda yang notabenenya kebanyakan anak kuliahan.
Ting
081932xxxxxx
[Ris... selamat atas pernikahanmu, semoga langgeng ya]
Faris mengerutkan keningnya saat membaca pesan masuk dari nomor yang tak dikenal itu.
Ting
081932xxxxxx
[Aku Ayuni...]
"Shitt...",umpat Faris lalu menekan tombol blokir.
Pria itu mengumpat tak jelas,ia selama ini telah memblokir lebih dari empat kali nomor Ayuni yang selalu saja berusaha menggangunya.
__ADS_1
Wanita itu betul betul tidak tahu malu,dia yang meninggalkan Faris dan sekarang dia juga yang ingin kembali.Dia pikir Faris akan mudah kembali padanya, tentu saja tidak.Sekarang ada seorang wanita yang telah mengisi hatinya.Wanita yang begitu sangat biasa cintai.
Faris menatap wajah damai Kaira yang tertidur dengan lelapnya.Ia begitu terpesona dengan kecantikan alami wanitanya itu.
"Kamu segalanya untuk Mas sayang",gumam Faris.
Tring
Faris menatap layar ponselnya kembali nomor tak dikenal menghubunginya.Pria itu tetap mengangkatnya namun kemudian kembali ia matikan saat mendengar suara yang begitu sangat ia hindari.
Pria itu membuka kartu SIM cardnya lalu membuangnya.Sebelumnya ia menyimpan terlebih dahulu nomor keluarganya.
Ia tak begitu membutuhkan ponsel selama disini.Jika apa apa yang lainnya bisa menghubunginya lewat ponsel Kaira.Pria itu mengusap wajahnya kasar, harus ia berbuat kasar dulu pada wanita itu hingga dia jera untuk tidak lagi mengganggunya.
Faris duduk di sofa lalu menyandarkan tubuhnya pada sofa itu sembari memejamkan kedua matanya.Kepalanya terasa begitu berat,Ayuni tak bisa ia anggap enteng.Wanita itu begitu terobsesi padanya.
Faris meraih ponselnya Kaira lalu menghubungi seseorang untuk membicarakan hal ini.Ayuni terlalu berbahaya nantinya karena beberapa kali diingatankan masih saja mengganggunya.
Pria itu meminta orang kepercayaan untuk melacak keberadaan wanita itu dan memberikannya peringatan keras.Ayuni betul betul harus diingatkan lebih keras lagi.Wanita itu bukan lagi menyukainya tapi terobsesi.Dia takut Kaira kena imbasnya setelah ini.Jika sampai biru terjadi ia tak akan mengampuninya.
"Mas....", lirih Kaira dengan suara serak khas bangun tidur.Gadis itu terbangun saat mendengar suara tinggi Faris yang sedang menelepon.
Faris mematikan panggilannya lalu menghampiri sang istri yang tampak masih mengumpulkan nyawanya.
"Kamu sudah bangun?",tanya Faris.
"Iya...", angguk Kaira.
"Kamu telponan sama siapa Mas,marah marah begitu",tanya Kaira.
"Seseorang sayang,dia gak becus bekerja",jawab Faris.
"Jika aku tak becus menjadi istrimu aku juga akan kamu marahi kayak tadi",tanya Kaira.
"Tidak sayang,aku akan menghukummu",jawab Faris.
"Menghukum?",beo Kaira.
"Iya.. hukuman yang membuatmu mendesah sayang",jawab Faris mengedipkan sebelah matanya.
"Ish...dasar otak ranjang", gerutu Kaira.
"Hahaha....itu karena kamu selalu membuatku kecanduan baby", bisik Faris tergelak keras melihat wajah kesal sang istri.
__ADS_1
...****************...