
"Mas kamu beli rujak dimana?",tanya Mika saat akan menyuap rujak mangganya setelah Faris dak Kaira sudah pergi beberapa menit yang lalu.
"Ehmm itu... sebenarnya aku nitip Kaira tadi,karena yang dipertigaan itu gak jualan",jawab Kaisan meringis pelan takut sang istri marah.
"Oh...",jawab Mika seadanya lalu pergi begitu saja.
Kaisan menghembuskan nafas panjangnya, salahnya juga tak mencari ke tempat lain dan malah meminta dibelikan Kaira.
Kaisan menyusul sang istri yang ia yakini saat ini berada dikamar.Dan benar saja wanitanya itu tampak duduk bersidekap didada dengan bibir yang mengerucutkan kedepan.
"Maaf...kamu marah ya sama aku?", tanya Kaisan.
"Mas lain kali kamu beli sendiri ya,jangan merepotkan orang lain semi keinginan anak dan istri kamu",ujar Mika.
"Maaf saya--
"Aku tuh sebenernya pengennya kamu yang beli.Bukan dibeliin sama adik kamu,tau gitu aku pesan online Mas.Tidak akan minta kamu yang membelikannya", ketus Mika.
"Iya...aku salah,aku minta maaf ya sayang",ujar Kaisan.
"Aku mau kamu yang habiskan rujak tadi",jawab Mika.
"A-apa?", pekik Kaisan karena ia tak menyukai mangga muda dan juga makan makanan pedas.
"Ya sudah jika kamu gak mau, berarti Papa kamu tidak sayang sama kamu Nak", lirih Mika mengusap perut ratanya.
"Ya sudah...aku yang makan",ujar Kaisan.
Mika tersenyum senang dan memeluk sang suami dengan begitu erat."Ayo Mas...aku ingin lihat kamu makan rujaknya",jawab Mika.
Kaisan mengangguk lemah,demi senyuman sang istri dan keinginan sang calon anaknya ia rela memakan makanan yang tak ia sukai itu.
Keduanya turun lalu kembali ke meja makan.Mika tampak tersenyum senang melihat sang suami memakan rujak mangga miliknya.
Dengan mata menyipit Kaisan terpaksa menelan buah asam dengan bumbu yang pedas itu.Demi calon buah hatinya ia rela memakan buah asam yang sebenarnya tak ia sukai sama sekali itu.
"Sudah ya sayang,aku gak kuat lagi.Ini pedas banget",ujar Kaisan setelah menegak segelas air putih dengan mata yang sudah berair.
"Iya Mas...gak apa apa kalau gak habis", jawab Mika lirih.
"Huh...pedas banget",gumam Kaisan lalu berjalan ke dapur mencari sesuatu yajbbsja mengurangi rasa pedasnya.
__ADS_1
Kaisan menemukan kotak gula dan memakan gula pasir itu berharap bisa mengurangi rasa pedasnya.Pria itu sama sekali tidak bisa makan makanan pedas.Dan itu tidak diketahui oleh Mika.
Wanita itu mengerutkan keningnya karena setahunya rasanya tak sepedas itu tapi mengapa suaminya malah terlihat kepedasan.
"Mas kamu gak bisa makan pedas?", tanya Mika menghampiri sang suami yang tampak masih merasa kepedasan.
"Iya...", angguk Kaisan.
"Ya ampun Mas, kenapa kamu gak bilang sih sama aku.Tau gitu kamu makan yang satunya lagi Mas",lirih Mika.
"Rasa pedasnya sudah berkurang kok",jawab Kaisan.
"Maafkan aku Mas, sungguh aku tidak tau jika kamu tidak suka makan makanan pedas",ujar Mika.
"Ya...", jawab Kaisan datar lalu berjalan meninggalkan sang istri yang tampak merasa bersalah.
Mika sungguh menyelesalinya apa yang ia lakukan.Kenapa ia sampai tidak tau jika Kaisan tak bisa memakan makanan pedas.
Mika menyusul sang suami ke kamar mereka.Namun ia tak menemukan keberadaan Kaisan di sana.Entah kemana pria itu saat ini.Mika sungguh takut jika suaminya itu marah dan mendiamkannya.
Wanita itu duduk dibibir ranjang menatap kearah pintu kamar menunggu sang suami memasuki kamar.Namun nihil setelah menunggu satu jam tak ada tanda tanda pria itu akan memasuki kamar.
Mika turun kelantai bawah berniat mencari keberadaan sang suami di ruang kerjanya.Ia yakin Kaisan ada disana saat ini.Namun nihil, Kaisan pun tak ada disana.Entah dimana pria itu saat ini.Mika betul betul mencemaskan suaminya itu.
"Mas Kaisan pergi kemana ya?", batin Mika lalu segera kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya.
Setibanya di kamar wanita itu langsung menghubungi Kaisan.Berdering tapi tidak diangkat,Mika terus mencoba tapi tak diangkat.Fix, suaminya marah saat ini padanya.
"Kamu dimana Mas?",batin Mika yang tampak begitu kuawatir dengan keadaan sang suami.
******Mas kamu dimana?******
******Mas...aku minta maaf.Sungguh aku tidak tau kamu tidak bisa makan makanan pedas.******
******"Mas...aku takut sendirian dirumah.******
******Bibik sudah ke paviliun,aku takut Mas******.
Berkali mengirimkan pesan tapi tak ada satupun balasan.Dibaca saja tidak membuat wanita itu dirundung rasa bersalah.
Tak lama pintu kamar terbuka, tampak Kaisan masuk dengan menenteng plastik berisi obat.
__ADS_1
"Mas...aku--
Kaisan tampak tak menghiraukan Mika,pria itu menuju nakas lalu meminum obatnya dengan air yang ada diatas nakas lalu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Mika menatap sendu sang suami yang tak menghiraukannya.Wanita itu ikut merebahkan dirinya menghadap sang suami yang memunggunginya.
Tiba tiba saja perut terasa bergejolak,rasa mual kembali datang.Wanita itu turun dari tempat tidur berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
Entah kenapa tiba tiba rasa mualnya kembali datang.Padahal ia sudah mininum obatnya.
Hoek Hoek Hoek
"Huffhhh...ini sangat menyiksaku",batin Mika yang terlihat makin pucat karena makanan yang ia makan tadi kembali keluar.
Hoek
Tak ada lagi yang keluar hanya air yang berwana kuning yang membuat lidah terasa pahit.
"Sayang kamu gak apa apa?",tanya Kaisan memasuki kamar mandi.
"Tidak Mas,maafkan aku sungguh--
"Sssttt...kamu pucat sayang,kita kerumah sakit ya",ujar Kaisan.
"Kamu aja yang periksa aku Mas",jawab Mika.
"Aku bukan dokter kandungan sayang",ujar Kaisan.
"Aku lemas banget Mas", lirih Mika.
"Istirahat ya,aku buatkan teh hangat dulu",ujar Kaisan.
"Ya..."
****
"Kalau ngantuk tidur saja Kai",ujar Faris.
"Aku mau nemani kamu nyetir Mas",jawab Kaira.
"Jangan dipaksakan sayang,kamu mengantuk itu.Aku janji tidak akan macam macam",ujar Faris.
__ADS_1
"Hehe...aku percaya sama kamu Mas",kekeh Kaira.
...****************...