Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Pernyataan Devano


__ADS_3

"Ya sayang,ada apa?",tanya Kalen saat Dea akan beranjak pergi.


"Aku mungkin dua jam an lagi akan selesai",jawab Dea.


"Kalau begitu kamu nyusul ke rumah sakit ya!,aku gak izinin kamu sendirian diapartemen.Aku akan minta Pak Abdul jemput kamu dua jam lagi soalnya aku ada rapat satu jam lagi.Gak apa apa kan?.Pokoknya kamu gak boleh diapartemen sendirian",ujar Kalen.


"Ya Kak...bawel banget sih",jawab Dea.


"Itu karena aku tak ingin terjadi sesuatu sama kamu",jawab Kalen mencubit gemas hidung Dea.


"Aku ke kelas dulu ya,bye Kak",ujar Dea menghilangkan dibalik pintu ruangan Kalen.


Kalen tersenyum tipis kenapa ia bisa secinta itu pada gadis belia seperti Dea.


"Kamu membuatku merasa nyaman Dera",gumam Kalen.


Sementara itu di kelas Dea mengikuti pelajaran dengan fokus.Ia tak mau mengecewakan sang suami yang keluarga mertuanya yang mempercayai kemampuannya.


Dea tau dosennya dari tadi mencuri pandang padanya.Namun ia mengabaikan karena tak mau Kalen tau jika ada lagi pria yang mengganggunya.Kadang ia heran dari mana suaminya itu tau jika ada yang mengganggunya.


Dea mengehela nafas panjang karena akhirnya mata kuliahnya selesai juga.Wanita itu bersiap untuk pulang karena ia yakin supir sang mertua telah menunggunya.


"Dea...bisa kita bicara sebentar?",tanya seseorang tiba tiba.


"Maaf...saya tidak bisa Kak,saya sekarang seorang--


"Istri...", sambung orang itu.


"Ya..."


"Dan kamu dikekang?", sindir orang itu.


"Maaf...aku harus pulang",ujar Dea.


"Tunggu...!"


Dea menghentikan langkahnya tanpa menoleh.


"Dea aku menyukaimu selama ini",ujar orang itu membuat Dea terkejut.


"Dan aku seorang istri sekarang Kak,Maaf...",jawab Dea.


"Aku tau kamu dan dia dijodohkan dan kamu tak ba--


"Aku bahagia Kak.Jadi tolong jangan ganggu aku lagi Kak Devano.Aku tak ingin Kakak dan suamiku bermusuhan.Kalian sama sama dosen dikampus ini",jawab Dea melangkah meninggalkan Devano yang terpaku dengan jawaban Dea.


Dea melangkah dengan hati yang tak karuan.Ia takut suaminya tau dan membuat pria itu makin posesif padanya.


Dari kejauhan Dea melihat mobil miliknya yang merupakan hadiah dari sang mertua.Ia bergegas melangkah karena fakultasnya mulai sepi.


Sesampainya di dekat mobil ia langsung memasuki mobilnya.

__ADS_1


"Jalan Pak...",ujar Dea pada pak Abdul seraya menatap ke arah kelasnya dimana Devano masih menatap kearahnya.


"Baik Non...",jawab Pak Abdul lalu langsung menjalankan mobil.


Ting


Sayang...apakah pak Abdul sudah sampai?


Dea menatap pesan dari sang suami dengan bibir mengembang.


Sudah Kak...aku udah mau jalan ke sana


Dea menyimpan ponselnya kembali kedalam tas miliknya dan menatap lurus ke depan menikmati perjalanannya.


Ia kembali menghembuskan nafas panjangnya saat teringat akan pernyataan dari Devano tadi.Ia tak menyangka jika pria itu akan menyimpan perasaan lebih padanya.Padahal selama ini ia dan Devano jarang bertemu.


Tak lama mobil yang ditumpangi Dea sampai di pelataran rumah sakit.Wanita itu turun setelah mengucapkan terimakasih pada Pak Abdul.Dea mengabari sang suami jika ia sudah berada di parkiran.Dikarenakan ia tidak tau dimana letak ruangan suaminya itu.


Dea memasuki rumah sakit besar di kota itu dan langsung berjalan menuju ruangan suaminya yang berada dilantai lima.


"Dea..."


Dea menoleh saat seseorang memanggilnya dan tersenyum lebar.


"Aris...",sapa Dea.


"Wah makin cantik nih...",goda Aris.


"Bisa aja kamu Ris...gak tugas?",tanya Dea.


"Ya..."


"Oh ya...jangan lupa lusa datang ya ke acara aku",ujar Aris.


"Insyaallah Ris...aku ke ruangan Kak Kalen dulu ya", jawab Dea.


"Ya..."


Dea melangkah menuju lift untuk membawanya menuju lantai lima dimana ruangan sang suami berada.Dengan senyuman mengembang ia menekan tombol lantai 5 membuat salah satu dokter muda yang juga ada di lift yang sama menatap sinis Dea.


"Maaf... kamu ke lantai lima?",tanya salah satu dokter yang bernamtag Dina.


"Iya Dok...",jawab Dea tersenyum sopan.


"Ngapain?",tanya Dokter Dina itu ketus.


"Sssttt...",kode teman Dokter itu namun diabaikan oleh dokter Dina.


"Mau ke--


"Maaf dengan Bu Dea,bukan?",tanya teman dokter Dina yang bernamtag Yana.

__ADS_1


"I-iya...",jawab Dea tersenyum tipis.


"Mau ke ruangan dokter Kalen?",tanya Dokter Yana.


"I-iya Dokter...",jawab Dea tersipu malu.


Ting


"Kami duluan Bu Dea...",ujar Dokter Yana saat pintu lift terbuka.


"Ya Dok...",jawab Dea.


Pintu lift kembali tertutup dan kembali bergerak menuju lantai lima.Sesampainya di lantai lima Dea langsung menuju ruangan sang suami.


Tok tok tok


"Masuk..."


Dea membuka perlahan pintu ruangan sang suami.Dan ternyata pria itu sedang tampak fokus biasa berkasnya dengan kaca mata baca yang bertengger di hidung mancung pria itu.


"Kak..."


Kalen mengangkat kepalanya dan tersenyum lebar."Hai sayang...sini!",ujar Kalen menepuk pahanya.


Dea menutup kembali pintu dan berjalan menuju sang suami yang menatapnya dengan senyuman yang mengembang.Ia langsung duduk diatas pangkuan sang suami dan mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.


"Bagaimana perjalanan kamu ke sini, hum?",tanya Kalen mengecup sekilas bibir ranum Dea.


"Biasa saja, kenapa?", tanya Dea mengerutkan keningnya.


"Gak aku hanya bertanya saja Dera.Mau makan siang dimana?.Kantin atau diluar?",tanya Kalen.


"Kantin aja Kak",jawab Dea.


"Yuk...kamu pasti lapar kan?",tanya Kalen.


"Sedikit...", jawab Dea terkekeh saat Kalen mencubit pipinya gemas lalu beranjak dari ia pangkuan Kalen.


"Kak..."


"Ya...ada apa?",tanya Kalen.


"Kaca matanya dipasang aja,kamu terlihat makin tampan jika memakainya",jawab Dea saat ia melihat Kalen akan melepaskan kacamatanya


Kalen tersenyum tipis mendengar pujian dari sang istri."Tapi ini hanya kacamata baca sayang.Gak ada gunakan juga aku pakai jika tidak sedang membaca",ujar Kalen.


"Oh..."


"Yuk...!",ujar Kalen mengenggam erat jemari Dea dan keluar dari ruangannya.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya ya reader.


Selamat hari raya idul Fitri bagi readerku yang merayakan.Mohon maaf lahir dan batin.Semoga puasa kita di terima di sisiNya.


__ADS_2