Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Keterkejutan Kalen


__ADS_3

"Dok...ini gak mungkin.Dokter pasti salah",ujar Aluna menggeleng tak percaya.


"Awalnya saya juga begitu Dok, tapi setelah melakukan pengecekan sebayak dua kali hasilnya tetap sama",jawab Dokter Viona.


Aluna tampak meneteskan air mata disaat ia begitu bahagia sebentar lagi akan dilamar oleh sang kekasih tapi ia harus dihadapkan dengan penyakit yang begitu menakutkan.


"Dok...saya masih bisa sembuhkan?",tanya Aluna.


"Sampai saat ini belum ada yang mengatakan orang yang sembuh dari penyakit itu Dok.Tapi setidaknya dengan minum obat rutin, mengatur pola makanan yang sehat serta olahraga yang teratur bisa mencegah penyebaran virus yang akan nantinya menyebabkan komplikasi pada penyakit lain",ujar Dokter Viona.


"Dok...tolong rahasiakan ini dari pihak rumah sakit ini",ujar Aluna memohon.


Dokter Viona hanya tersenyum tipis."Tapi anda harus melakukan pengobatan meski itu akan menguras kantong tapi demi kesehatan tak ada yang murah bukan?.Saya akan merujuk anda kerumah sakit yang ada diluar negeri agar bisa menangani penyakit anda lebih baik dari rumah sakit yang ada di negara kita",jawab Dokter Viona.


"Ya saya tahu Dok...tapi tidak bisakah saya melakukan pengobatan di rumah sakit ini saja?",tanya Aluna.


"Alangkah baiknya jika pengobatan dilakukan dengan tepat.Karena virus akan menyerang sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan cepatnya penyebaran pada penyakit komplikasi lainnya.Ditambah lagi anda yang juga saat ini sedang berbadan dua", jawab Dokter Viona.


"A-apa?.Dok...saya gak mungkin hamil",lirih Aluna.


"Tapi ini lah hasil yang kita dapatkan.Bukankah anda juga seorang dokter kandungan harusnya anda jauh lebih tau",ujar Dokter Viona.


Aluna Tertunduk lesu lalu pamit dari ruang rekan kerjanya itu dengan langkah gontai.Ini memang salahnya tapi ia melakukan ini semua sebuah alasan.Entah dari siapa ia tertular.Karena ia selama ini selalu bermain bersih.Ditambah ada janin dirahimnya yang ia tak tau siapa ayahnya.


"Luna..?"


"Dokter...Aris?",gumam Aluna menyembunyikan hasil labnya dipunggung.


"Anda sakit Dok?",tanya Aris saat melihat Aluna keluar dari ruangan dokter Viona.


"Oh itu saat ada sedikit urusan mengenai rujukan pasien saya", kilah Aluna.


"Oh...saya kira dokter yang sakit", jawab Aris tersenyum lega.


"Saya permisi dulu Dok",ujar Aluna melangkah meninggalkan Dokter Aris yang menatap kepergiannya.

__ADS_1


Sementara itu diruangan Tuan Wiliam Kalen sedang meminta Kakeknya untuk merestui hubungannya dengan Aluna.


"Kek...Apa sih yang Kakek gak suka dari Luna,dia wanita yang baik,polos dan sopan",ujar Kalen.


"Semuanya.Semua yang ada pada Aluna Kakek tidak suka Kalen.Dia tak sebaik dan sepolos yang kamu katakan.Coba buka mata kamu lebar lebar Kalen.Kamu sudah dibodohi oleh wanita itu",jawab Tuan Wiliam.


"Kek...aku tau siapa Aluna jadi karena Kakek tak suka padanya lantas tak seharusnya Kakek menjelekkan Aluna padaku Kek",ujar Kalen.


"Kalen...jika seandainya Kakek merestui hubungan kamu dengan Aluna bagaimana dengan istri kamu, Dea?.Kakek memilihkan gadis yang baik untuk mendampingi kamu mengelolah rumah sakit ini nantinya.Tapi kamu malah tak menganggapnya sama sekali.Kamu akan menyesal menyia-nyiakan Dea",ujar Tuan Wiliam


"Dea menjadi urusanku Kek.Hubungan kami belum terlalu jauh", jawab Kalen.


"Oh ya... Kekek ingin bertanya sesuatu pada kamu.Sejauh apa hubungan kamu dengan Aluna.Apakah kalian pernah tidur bersama?",tanya Tuan Wiliam penuh selidik.


"Maksud Kakek?",tanya Kalen.


"Jawab saja Kalen...kamu sudah dewasa jadi kamu tau kan maksud pembicaraan Kakek",ujar Tuan Wiliam.


"Belum...aku masih memegang kata kata Kakek untuk tidak menyentuh wanita sebelum halal untukku",jawab Kalen.


"Kek... bagaimana?.Kakek mau kan merestui hubungan aku dengan Aluna?",tanya Kalen.


"Keputusan Kakek tetap sama Kalen",jawab Tuan William.


"Kek...


"Kalen... sebentar lagi kamu pasti tau apa alasan Kakek tak merestui hubungan kalian", jawab Tuan William menepuk pelan pundak sang cucu.


"Kakek pulang dulu...",ujar Kakek.


"Ya Kek.Hati hati", jawab Kalen lesu karena usahanya untuk meyakinkan Kakeknya gagal lagi.


Kalen memutuskan untuk menemui sang kekasih diruangannya,namun langkahnya berhenti saat melihat Aluna tergeletak tak sadarkan diri tak jauh dari ruangannya.Kalen segera mengangkat tubuh sang kekasih dan membawanya ke UGD.


Kalen tampak begitu kuawatir dengan keadaan sang kekasih.Wajah pucat dan kuyu Aluna membuatnya terenyuh.

__ADS_1


Tak lama Dokter Viona dan Dokter Gio memasuki ruangan itu dengan langkah tergesa-gesa.Kalen mengernyitkan keningnya melihat dokter penyakit dalam dan dokter kandungan yang memasuki UGD.


Tak lama pintu ruangan UGD terbuka,Kalen segera menghampiri Dokter Viona dan Dokter Gio serta Dokter Aris."Apa yang terjadi dengan Luna Dok?",tanya Kalen.


"Kamu bisa ikut Tante ke ruangan Tante sebentar Kalen untuk membicarakan tentang penyakit Aluna",ujar Dokter Viona.


"Baiklah Tante...", jawab Kalen mengikuti langkah Dokter Viona dan Dokter Gio.


"Aluna baik baik saja kan Tante?",tanya Kalen pada adik sepupu Mamanya itu saat sudshy diruangan Dokter Viona.


"Kamu bisa baca ini", jawab Dokter Viona memberikan sebuah map pada Kalen.


Kalen dengan pelan membuka map itu membaca hasil rekaman media milik Aluna.Pria itu tampak shock dan tak percaya dengan apa yang ia baca.Bahkan pria itu membaca berulang kali.


"Itu lah kenapa Om Wiliam tak merestui hubungan kalian.Saya akan menyelidiki dari mana Aluna tertular penyakit itu",ujar Dokter Viona.


Kalen tak menjawab ia begitu sangat tepukul dengan semua ini.Selama ini ia begitu percaya pada sang kekasih.Tapi dibalik kepolosan yang ditampilkan Aluna dihadapannya ternyata menyimpan begitu banyak rahasia.


"Dok...bisa tinggalkan saya dan Kalen berdua?",tanya Dokter Viona pada Dokter Gio.


"Ya...baiklah.Jika dokter Kalen ingin mengetahui tentang kehamilan Aluna bisa menghubungi saya",jawab Dokter Gio.


"Ya..."


Setelah memastikan Dokter Gio keluar,Dokter Viona menatap sang keponakan.


"Kalen...boleh Tante tanya sesuatu?",tanya Dokter Viona lembut.


Kalen mengangguk pelan sebagai jawabannya.


"Bukan kamu kan ayah dari anak yang di kandung Aluna?",tanya Dokter Viona.


Kalen menatap Dokter Viona dan menggeleng pelan.


Dokter Viona tersenyum lega karena apa yang ia pikirkan tenyata tak terbukti.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2