
"Ma...aku bawa Dea ke kamar dulu",ujar Kalen.
"Ya...kamu tenang saja semua berita itu sebentar lagi akan bersih",ucap Marisa.
"Ya Ma..."
Kalen membawa Dea ke kamar untuk beristirahat.Sungguh ia ingin sekali ikut dengan Kaisan dan Kakek membereskan semuanya.Tapi ia.saat ini tak ingin berjauhan dengan sang istri.Lagian ia yakin jika adiknya bisa membereskan semuanya.
"Kak... jadi yang tadi viral?", tanya Dea.
"Tadinya iya sayang.Tapi sekarang gak lagi",jawab Kalen.
"Kamu ganti baju dulu ya,aku sedikit ada kerjaan",ujar Kalen mengecup bibir Dea sekilas.
"Ya Kak...",jawab Dea masuk keruang ganti.
Kalen melangkah menuju ruang kerjanya yang terletak di sebelah kamarnya.Ia harus memastikan jika berita itu tak beredar.
Kalen menghubungi sang Kakek yang kini sedang mengurus semuanya bersama sang adik.
"Bagaimana Kek?",tanya Kalen saat sambungan teleponnya terhubung dengan sang Kakek.
"Berita itu sudah aman Kalen.Dan apa ini Kalen, kenapa kamu menawan Tiana?",tanya Tuan Wiliam.
"Ceritanya panjang Kek.Yang jelas ia--
"Menganggu Dea",sela Tuan Wiliam.
"Hufffhh...Ya.Aku sendiri yang akan memberinya pelajaran",jawab Kalen.
"Baiklah... tapi keluarganya pasti mencari keberadaanya Kalen,nanti mereka kembali membuat ulah",ujar Tuan Wiliam.
"Tidak akan Kek...karena aku sudah menyabotase ponselnya dengan mengatakan jika ia lagi berlibur",jawab Kalen.
"Kamu benar benar seorang Atmaja",ujar Tuan Wiliam.
__ADS_1
"Hehehe...aku akan memberikan pelajaran bagi mereka yang menyakiti istri ku",jawab Kalen terkekeh dengan senyuman smirk.
Baiklah.Oh ya Sandra mulai curiga jika Dea adalah--
"Aku tak akan mengizinkan Dea memeberikan darahnya pada Dion.Pria itu dari awal yang tak menginginkan kelahiran Dea.Itu kutukan untuknya telah membuang darah dagingnya sendiri",jawab Kalen.
"Huh... tapi pria itu membutuhkan pendonor darah langka itu saat ini jika tidak ia akan--
"Meninggal?"
"Hmmmm"
"Biarkan saja.Itu pantas ia dapatkan",jawab Kalen.
"Ya sudah Kek, aku tutup dulu takutnya Dea menungguku dikamar", sambung Kalen.
"Ya..."
Klik*
Ceklek
Kalen tersenyum melihat sang istri yang fokus pada laptopnya."Lagi apa,hum?",tanya Kalen.
Dea tersenyum tipis pada Kalen."Lagi kirim tugas Kak",jawab Dea.
"Hmmm...dia baik baik saja kan?",tanya Kalen mengusap perut rata Dea.
"Baik Kak... kenapa?",jawab Dea.
"Tidak...aku tak ingin dia dan kamu kenapa napa", sambung Kalen.
"Kak...wanita tadi kamu mengenalnya?",tanya Dea penuh selidik lalu mematikan laptopnya.
"Tidak... kenapa hum?",jawab Kalen.
__ADS_1
"Aku pikir dia salah satu dari wanita masa lalu kamu, karena dia tampak begitu ingin aku--
"Hanya satu wanita yang singgah dihidupku selain kamu sayang,jadi wanita tadi mungkin saja salah satu wanita yang diam diam menyukaiku", jawab Kalen.
"Kamu masih cinta sama Kak Aluna?",tanya Dea.
"Pertanyaan macam apa itu sayang,hum?",jawab Kalen mengecup pucuk kepala sang istri dengan lembut.
"Jawab saja Kak!",ujar Dea.
"Hehehe... jawabannya adalah tidak",jawab Kalen terkekeh melihat sang istri yang tampak begitu cemburuan.
"Sudah melupakannya?",tanya Dea.
Kalen tersenyum tipis lalu mengecup hidung mancung Dea."Sudah... terimakasih telah membuatku move on",jawab Kalen memeluk Dea dari samping.
"Kak...",Dea duduk diatas pangkuan Kalen lalu mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami.
"Ada apa,hum?",jawab Kalen memandangi wajah cantik Dea dengan lekat lalu menyibak anak rambut Dea.
"Boleh tidur disini?",tanya Dea merebahkan kepala di dada bidang sang suami.
"Tentu...kamu mengantuk?",jawab Kalen mengusap punggung Dea dengan lembut.
"Huummm...", angguk Dea.
"Tidurlah...aku akan memelukmu",jawab Kalen memeluk erat sang istri.
Dea memejamkan matanya menikmati aroma mint dari tubuh sang suami yang membuatnya begitu sangat nyaman."Kamu wangi Kak",gumam Dea dengan mata terpejam.
"Hehehe...", Kalen terkekeh kecil mendengar pujian yang terucap dari bibir sang istri.
"Aku sangat dan sangat beruntung memiliki kamu sayang.Terkadang kita harus merasakan kecewa dan dikecewakan sebelum benar benar mendapatkan seseorang yang tepat untuk kita jadikan pendamping", batin Kalen mengusap rambut hitam panjang milik Dea.
...****************...
__ADS_1