Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Permintaan Kaira(part Kaira dan Faris)


__ADS_3

Kaira menatap lurus ke depan tak berani membuka suara apalagi menoleh setelah kejadian dipimpin bensin tadi.Dimana Faris mengakuinya sebagai istri.Kata kata itu mengusik pikirannya.Apa maksud pria itu mengatakan hal itu.


Faris menghentikan mobilnya di depan apotik lalu turun untuk membelikan obat anti memar untuk Kaira.Ia tak mau dapat masalah nantinya saat Kalen mengetahui adiknya terluka.


Kaira menatap punggung lebar Faris dari belakang.Entah kenapa ia baru menyadari jika pria itu sangat tampan.


Kaira memalingkan wajahnya kearah jendela saat Faris berjalan kembali ke mobil.Ia tak ingin Faris tau jika ia sedari tadi memandanginya.


"Ini...oleskan ke pergelangan tanganmu",ujar Faris memberikan salaf itu pada Kaira.


"Terimakasih Kak",jawab Kaira menerima salaf itu.


"Ya..."


Kaira mengolesi salaf itu pada pergelangan tangannya dengan pelan.Meski masih terasa sedikit sakit akibat cengkraman yang cukup kuat yang dilakukan pria tadi.Tapi ia berusaha untuk menahannya.


Sementara itu Faris kembali melajukan mobilnya untuk melanjutkan perjalanan.Sesekali pria itu melirik Kaira yang kali ini banyak diam.Setaunya gadis ini banyak bicara dan begitu cerewet.Tapi kali ini tampak berbeda lebih banyak melamun.


"Kamu bosan?",tanya Faris membuat Kaira menoleh.


"Gak Kak..., kenapa?",jawab Kaira tersenyum tipis.


"Biasanya kamu banyak bicara, kenapa sekarang kamu diam saja",ujar Faris.


"Aku takut saja Kak Faris gak nyaman dengan ocehanku,kayak kemarin itu",jawab Kaira.


"Jika kami membahas masalah pribadiku,jelas aku marah sama kamu", ujar Faris.


"Tapi apa yang aku katakan itu benar adanya Kak.Hidup itu terus berlanjut bukan?,jadi berusahalah untuk membuka hati pada yang lain.Terkadang dengan cara membuka hati pada yang lain bisa membantu kita untuk menyembuhkan luka yang pernah ada",jawab Kaira.

__ADS_1


"Kamu pernah melakukannya?", sindir Faris.


"Ya belum sih.Tapi salah satu temanku berhasil keluar dari masalah yang sama dengan membuka hati untuk yang lain",jawab Kaira.


"Kamu tak akan tau rasanya saat kita dengan tulus mencintai seseorang dan orang itu malah memilih pria lain yang bahkan juga lebih mapan dari aku",ujar Faris.


"Kakak tau gak yang dibutuhkan wanita itu tak hanya harta.Wanita itu butuh perhatian dan kasih sayang yang tulus.Mampu membuat dia merasa diratukan dan juga dihargai.Mungkin Kak Mika selama ini terlanjur nyaman dengan kedekatan kalian sebagai sahabat bukan pasangan.Dan Kakak tau tak ada orang yang bisa menolak pesona pria keturunan Atmaja.Kakakku Kalen dan Kaisan banyak disukai wanita manapun.Tapi pilihan mereka jatuh pada wanita sederhana",jawab Kaira.


"Ya kalian juga memiliki harta dan kedudukan yang membuat orang tak bisa menolaknya",ujar Faris.


"Asal Kak Faris tau, perusahaaan yang dimiliki Kak Kalen murni hasil kerja kerasnya sendiri tanpa bantuan keluarga.Bahkan Kakakku mundur dari rumah sakit milik Kakek.Dan juga Kak Kai,dia berusaha dari nol membangun restorannya agar maju itu pun tanpa bantuan keluarga.Kedua Kakakku setelah menikah tak lagi menikmati harta keluarga kami",jawab Kaira.


Faris tak lagi menggubris ucapan Kaira dan kembali fokus pada stir mobilnya.


"Oh ya bagaimana dengan kamu?", tanya Faris.


"Aku?, apanya?",tanya Kaira.


"Gak juga sih...tapi saat ini aku masih fokus pada kuliahku",jawab Kaira.


"Pernah pacaran?", tanya Faris.


"Pernah...saat masih duduk di bangku SMA.Setelah itu tidak lagi sampai sekarang",jawab Kaira.


"Kenapa?",tanya Faris.


Apanya?",tanya Kaira.


"Kenapa putus?", tanya Faris.

__ADS_1


"Oh...dia menyukai orang lain dan ya aku merelakannya",jawab Kaira.


"Tak mau membuka hati?", tanya Faris.


"Aku selalu membuka hati aku untuk pria manapun.Tapi untuk kali ini aku hanya ingin fokus pada kuliahku saja",jawab Kaira.


"Oh..."


"Oh ya Kak,mau aku bantu untuk menyembuhkan luka hati Kakak?", tanya Kaira tiba tiba.


"Maksudnya?", jawab Faris.


"Ya... dengan menceritakan semua rasa sakit Kakak sama aku.Anggap saja aku sahabat Kakak",ujar Kaira.


"Tidak Kaira...aku takut akan terluka lebih dari ini.Aku takut nyaman sama kamu dan kamu juga melakukan hal yang sama dengan Mika dan juga keluargamu pasti melarang kita untuk dekat", jawab Faris membuat Kaira bungkam.


"Tapi kita bisa--


"Tak ada murni adanya persahabatan antara seorang pria dan wanita Kaira.Contohnya antara aku akan Mika",jawab Faris.


"Ya...Kakak benar", lirih Kaira.


Tak lama setelah melakukan perjalanan cukup jauh mereka akhirnya sampai juga di kediaman Kalen.


Kaira langsung turun saat melihat keponakannya dari jauh tengah bermain di halaman rumah ditemani beberapa orang pelayan.


Faris menatap gadis itu yang berjalan menjauhi mobilnya dengan berlari kecil kearah Rania yang sedang ditemani oleh pelayan.


Faris menurunkan koper milik Kaira dari bagasi mobil dan menariknya kedalam rumah.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2