
Kaira menata masakannya diatas meja makan.Wanita itu pagi pagi sekali sudah bangun untuk membuat sarapan.
Faris sebenarnya telah menyiapkan satu orang pelayan namun Kaira menolak ingin melakukan sendiri selagi dia bisa.
"Sayang...tolong pakaikan dasi Mas ya",ujar Faris datang menemui sang istri membawa sebuah dasi.
"Sebentar Mas,aku cuci tangan dulu",jawab Kaira melangkah menuju westafel untuk mencuci tangannya.
"Mana dasinya Mas?",tanya Kaira.
"Ini!",jawab Faris memberikan dasi yang ia pegang pada Kaira.
"Kamu kenapa manja sih Mas, biasanya pasang sendiri kan?",ujar Kaira.
"Biasanya Mas gak pakai dasi sayang,jika hanya rapat penting saja Mas memakai dasi",jawab Faris menatap wajah cantik sang istri yang sedang fokus memasangkannya dasi dengan tangannya memeluk pinggang Kaira.
"Selesai...",ucap Kaira tersenyum tipis.
"Terimakasih sayang", jawab Faris.
"Ya Mas,ayo sarapan!",ujar Kaira.
Cup
Faris ******* sekilas bibir sang istri."Menu pembuka",ucap Faris mengusap bibirnya sang istri yang basah oleh salivanya dengan ibu jarinya.
Kaira memutar bola mata malas,suaminya ini benar benar mesum sekali.Ada saja modusnya padanya.
Keduanya sarapan bersama dengan begitu khidmat.Sesekali Faris melirik sang istri yang lahap memakan sarapannya.
Setelah selesai, Faris meminta sang istri untuk bersiap sementara dirinya mencuci piring bekas makan mereka berdua.Pria itu tak merasa gengsi sama sekali.Malah ia senang melakukannya.
Sementara itu dikamar Kaira baru saja selesai memakai pakaiannya.Dengan memakai celana jeans dan baju kemeja wanita itu tampak begitu cantik dengan rambutnya yang tergerai indah.
Kaira mengoleskan lipsblam pada bibirnya lalu menyemprotkan parfum kesukaannya."Perfect...",gumam Kaira.
"Sa--yang--Faris menghentikan ucapannya saat melihat penampilan sang istri yang tampak cantik.
__ADS_1
"Ayo Mas...!",ujar Kaira.
"Baby, kenapa kamu terlihat begitu sangat cantik,hm?",ucap Faris memeluk sang istri dengan begitu erat.
"Aku biasa saja Mas,malah ini dandan aku kalau ke kampus",jawab Kaira.
"Tapi ini sangat cantik sayang,Mas jadi takut banyak yang lirik kamu",ujar Faris.
Kaira mengurai pelukannya."Gak akan ada Mas,mana ada cowok berani deketin aku jika kamu meletakkan beberapa pengawal yang mengawasiku",jawab Kaira.
"Kamu tau sayang?",tanya Faris yang memang sengaja meletakkan beberapa orang kepercayaan untuk menjaga sang istri agar tak diganggu pria lain.
"Tentu Mas...",jawab Kaira.
"Kamu risih?",tanya Faris.
"Tidak... justru aku terbantu karena tak ada lagi yang menangguku",jawab Kaira.
"Ayo Mas berangkat aku ada kelas pagi",ujar Kaira.
Faris mengantarkan sang istri terlebih dahulu ke kampusnya sebelum ia ke kantor.Andaikan bisa digantikan ia sudah menyuruh sekretarisnya untuk pergi.Tapi ini adalah rapat penting dan ia sendiri harus hadir.
"Sayang...nanti pulangnya ke rumah Kak Kalen dulu ya.Malamnya Mas jemput",ujar Faris.
"Iya Mas,aku juga mau ketemu Rania.Kangen",jawab Faris.
"Kamu kayaknya suka benget sama anak kecil?",tanya Faris.
"Iya,mereka itu lucu Mas", jawab Kaira.
"Semoga bibitku segera tumbuh dirahim kamu ya",ujar Faris mengelus perut rata Kaira dengan lembut.
"Aamiin...",jawab Kaira.
"Bakalan jadi baby mahal dianya Mas jika bulan ini aku langsung hamil.Hasil bulan madu di Maldives", kekeh Kaira.
"Kamu bisa saja sayang",jawab Faris mengusap lembut pipi Kaira.
__ADS_1
Tak lama mobil Faris sampai digerbang kampus Kaira.Namun saat Kaira akan turun Faris menahannya.Pria itu tiba tiba saja menarik tengkuk Kaira lalu m******* bibir sang istri dengan begitu lembut.Faris merengkuh tubuh sang istri dan memperdalam ciumannya.
"Manis...",ucap Faris mengusap bibir sang istri yang bengkak oleh ulahnya dengan ibu jari.
"Aku mencintaimu sayang,sangat",ucap Faris menyatukan keningnya dengan kening Kaira.
"Aku juga Mas", jawab Kaira dengan tersipu malu.
Faris kembali mencium bibir sang istri dan m******** dengan penuh kasih sayang."Bibir kamu bikin Mas candu sayang.Manis",ujar Faris merapikan rambut Kaira yang sedikit berantakan.
Kaira menatap sekeliling takut apa yang mereka lakukan ada yang melihat.Ia tidak ingin di bilang mesum disembarang tempat.
"Mereka gak akan melihat apapun sayang,kaca mobil Mas gak tembus pandang",ucap Faris yang tau kegundahan sang istri.
"Ya...aku turun dulu ya Mas",ucap Kaira menyalami punggung tangan sang suami.
"Belajar yang rajin ya sayang.Nanti Mas akan minta sopir untuk menjemput kamu",ujar Faris.
"Iya...", Kaira.
Kaira memasuki kampus setelah mobil Faris tak lagi terlihat.Wanita itu langsung menuju kelasnya karena ia tak memiliki teman disini.
***
"Mas... bagaimana dengan penawaran Papa?, sudah kamu pikirkan?",tanya Mika pada Kaisan.Kedua dalam perjalanan pulang karena nanti siang Kaisan harus masuk kerja.
"Apakah aku bisa memimpin rumah sakit sebesar itu sayang?.Aku takutnya--
"Kalau kamu belum mencobanya bagaimana kamu akan tau Mas",ujar Mika.
"Aku yakin suamiku ini bisa", sambung Kaira mengenggam tangan sang suami dengan lembut memberikan dukungannya.
"Baiklah akan aku coba", jawab Kaisan.
...****************...
Aku udah double up ya
__ADS_1