
"Kau...apa yang telah kau campurkan pada minuman istiriku?",ujar Kalen dengan rahang mengetat.
"Ti-tidak Tu-tuan...
"Katakan!",ujar Kalen dengan tatapan tajam.
"Afrodisiak..."
"Brengsek...kau--Kalen mencengkram erat rahang wanita itu membuat Dea terpekik kaget.
"Am-ampun Tu-tuan--
"Kak... hentikan!.Aku belum meminum minuman itu",ujar Dea yang iba melihat wanita itu yang sudah kesakitan.
"Dewi...katakan siapa yang menyuruhmu",ujar Aris dengan wajah yang memerah menahan amarahnya.Ia sangat tau apa itu afrodisiak jika diminum akan membangkitkan gairah bagi yang meminumnya.Dan Aris tak bisa membayangkan jika Dea meminum obat itu akan seperti apa akibatnya.
"Ris...a-aku tak disuruh siapapun.Aku melakukannya murni karena rasa iri ku", jawab Dewi.
Bruk
"Kak..."
"Kau tau sedikitpun kau tak ada bandingannya dengan istriku",ujar Kalen setelah mendorong wanita itu dengan cukup keras.
"Ampuni aku Tuan...aku--
"Kai... urus wanita tak tau diri ini",ujar Kalen.
"Hmmmm..."
"Pak saya minta maaf untuk ketidaknyamanannya",ujar Aris tak enak hati.
"Bukan salahmu...",jawab Kalen dengam wajah datarnya.
"Kami pamit...", sambung Kalen menarik pergelangan tangan Dea dengan pelan lalu meninggalkan gedung itu.
__ADS_1
"Ya... Pak"
Kaisan tersenyum miring melihat wanita yang kini terduduk dengan penampilan yang menyedihkan.
"Berani berusaha menyakiti keluarga Atmaja, beginilah jadinya",ujar Kaisan mengkode orang suruhannya ingin menyeret wanita itu.
***
"Kak..."
"Hmmmm"
"Kamu marah?",tanya Dea takut takut.
"Gak...mana bisa aku marah sama kamu sayang",jawab Kalen tersenyum tipis lalu mengusap rambut Dea dengan penuh kelembutan.
Dea tersenyum sangat tipis."Apa itu afrodisiak Kak?", tanya Dea.
Kalen mengumpat dalam hati saat teringat akan zat afrodisiak yang ditanyakan Dea."Itu semacam zat perangsang sayang",jawab Kalen.
"Hah?",Dea sangat terkejut dengan jawaban Kalen suaminya.Dia tak bisa membayangkan jika tadi sempat meminumnya.Sudah di pastikan ia akan berbuat hal yang memalukan.Atau yang lebih mirisnya ia dijebak dengan pria lain.Hal itu membuat Dea merinding seketika.
"Apa?.Aku gak bisa membayangkan jika tadi aku meminumnya dan yang lebih parahnya dia menjebak aku dengan--
"Jangan berharap itu terjadi sayang,kamu hanya milikku dan hanya aku yang akan menyentuhmu.Akan aku bunuh siapa saja yang berani menyentuhmu",jawab Kalen membuat Dea menelan salivanya kasar.
Gluk
"Kak...aku juga gak pernah berharap itu terjadi",jawab Dea.
"Seandainya tadi kamu meminumnya hanya aku yang akan menyentuhmu",ujar Kalen.
"Jadi Kakak mau aku meminumnya tadi,begitu?",tanya Dea.
"Gak sayang...gairah ibu hamil saja aku sudah kewalahan apa lagi ditambah obat laknat itu",jawab Kalen sukses membuat Dea tersipu malu.
__ADS_1
Dea akui semenjak ia hamil entah kenapa ia mudah sekali merasa bergairah.Tak jarang ia selalu memulai memancing suaminya itu.
"Kak... apakah itu wajar?",tanya Dea.
"Wajar sayang...jadi jangan merasa malu,oke",jawab Kalen mengenggam lembut jemari Dea dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang setir mobil.
Dea tersenyum tipis lalu mengangguk pelan.Ya Kak...",jawab Dea.
"Kak...kita mau kemana?",tanya Dea saat menyadari mobil Kalen tak mengarah ke apartemen.
"Ke rumah Mama sayang, kenapa hum?",jawab Kalen.
"Gak ke apartemen ya Kak?", tanya Dea.
"Gak sayang.Apartemen aku gak aman lagi untuk keselamatan kamu sayang.Jadi untuk sementara rumah kita dibersihkan,kita tinggal dirumah Mama dulu.Gak apa apa kan?", tanya Kalen balik.
"Gak apa apa kok Kak",jawab Dea yang sebenarnya lebih nyaman tinggal di apartemen suaminya itu.
Tak lama mereka sampai di kediaman Atmaja.Keduanya turun dari mobil lalu memasuki rumah besar itu dengan Kalen merangkul pinggang Dea yang begitu posesifnya.
"Dea...kamu baik baik saja kan?",tanya Marisa menghampiri menantunya itu.
"Baik Ma.Ada apa emangnya?",jawab Dea dengan kening berkerut.
"Mama lihat video kalian sayang, katanya kamu meminum minuman--
"Aku baik baik saja Ma",jawab Dea.
"Jadi viral Ma?",tanya Kalen.
"Iya...",jawab Marisa.
"Shitt...", umpat Kalen dengan rahang yang mengetat.
"Kamu tenang aja semua sudah diurus Kakek dan Kai",jawab Marisa.
__ADS_1
"Syukurlah...",balas Kalen.
...****************...