
"Aku pulang...ingat!, jaga mata dan hati kamu untukku",ujar Kaisan pada Mika yang saat ini bersiap untuk pulang kembali ke kota.
"Iya Kai.Kamu juga",jawab Mika.
"Tentu...oh ya apakah besok kamu ikut antar Bapak ke kota?", tanya Kaisan.
"Ya...",jawab Mika.
"Aku tunggu...",ujar Kaisan tersenyum tipis menatap sang pujaan penuh cinta.
"Ayo Kak Kai...",teriak Kaira dalam mobil.
"Aku mencintaimu,ingat itu",ujar Kaisan sebelum melangkah kearah mobil.
"Ya aku tau...",jawab Mika tersipu malu.
Kaisan memasuki mobil dan melambaikan tangan kepada seluruh keluarga yang melepas kepulangan keluarga mereka kembali ke kota.
Selama perjalanan senyuman di bibir Kaisan tak luntur.Ia begitu bahagia akhirnya bisa meminang sang pujaan hati.Sebentar lagi ia akan menjadi seorang suami.
"Ehemmm...senang banget kayaknya", sindir Kaira.
"Apaan sih Ra,ganggu aja",jawab Kaisan.
"Hahaha...Kak tadi aku lihat asisten Kak Kalen datang pas acara Mama menyematkan cincin pada jari Kak Mika,terus dia pergi lagi.Sepertinya dia patah hati",ujar Kaira.
"Oh... Jangan jangan asisten Kak Kalen itu suka sama Kak Mika",sambung Kaira.
"Serius kamu melihat Kak Faris?",tanya Kaisan.
"Huumm, jadi namanya Kak Faris?", tanya Kaira.
"Hmmmm...",jawab Kaisan berdehem pelan.
"Benar dia suka Kak Mika?", tanya Kaira.
"Hmmmm...",Kaisan kembali berdehem.
"Hah..?,ya ampun cinta segitiga dong",ujar Kaira yang begitu terkejut.
"Tapi Kakak pemenangnya, berhasil mendapatkan cinta Mika",jawab Kaisan.
"Ya ya ... pesona pria Atmaja memang gak ada obat",jawab Kaira.
Tuan Wiliam yang duduk didepan menyunggingkan senyumannya mendengar ucapan sang cucu perempuannya.Ia akui kedua cucu laki lakinya memiliki pesona yang berbeda.
"Termasuk kamu Kaira",jawab Kaisan.
"Aku mah biasa saja Kak", balas Kaira.
__ADS_1
"Tapi banyak cowok yang mendekati kamu kan?",tanya Kaisan.
"Gak juga sih...hanya beberapa dan aku tolak", jawab Kaira.
"Kenapa?", tanya Kaisan.
"Lagi gak mau aja,fokus sama kuliah aku dulu Kak,ini mau semester tiga.Dan aku juga gak mau bikin Kak Kalen marah besar karena dia gak ngizinin aku pacaran yang katanya nanti merugikan diri sendiri",jawab Kaira.
"Kakak kamu itu ada benarnya Ra,bukankah pacaran itu dilarang dalam agama kita.Dulu Kakak kamu itu saja yang susah untuk dilarang untuk pacaran.Untung Kakek cepat bertindak menjodohkan dia dengan Dea",jawab Tuan Wiliam.
"Ya Kek...Kaira tau",jawab Kaira.
"Kamu merasa terbebani nggak dengan aturan Kak Kalen?",tanya Kaisan.
"Gak... justru aku merasa happy Kak.Aku pengen nanti kayak Kak Kaisan.Gak ada pacaran, langsung nikah kalau udah klop",jawab Kaira.
"Kamu menyukai seseorang saat ini?", tanya Kaisan.
"Enggak...", geleng Kaira.
***
Pagi ini Kaisan begitu bersemangat untuk berangkat ke rumah sakit.Pria yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya itu tampak berseri-seri.Karena sebentar lagi ia akan bertemu sang calon istri.
"Kai... senang sekali?",tanya Marisa saat putra keduanya itu duduk dikursi meja makan.
"Ya dong sayang... sebentar lagi akan menikah, siapa sih yang gak senang",jawab Rendra menggoda sang putra bungsunya.
"Apaan sih Pa",jawab Kaisan.
"Hahaha..."
"Sudah Mas...",ujar Marisa.
"Maaf sayang",jawab Rendra yang masih menyisakan tawanya.
"Gak lucu Pa",ketus Kaisan.
"Kak...aku nebeng ya",ujar Kaira.
"Kamu punya mobil sendiri Ra", jawab Kaisan.
"Males nyetirnya Kak",jawab Kaira.
"Nanti pulangnya pakek apa,hum?",tanya Kaisan.
"Dijemput Kak Kaisan",jawab Kaira.
"Ra...Kakak sibuk banget,hari ini ada beberapa operasi dan juga penyuluhan.Siangnya Kakak harus ke restoran karena beberapa hari ini restoran Kakak lagi ramai",jawab Kaisan.
__ADS_1
"Yah..."
"Biar Papa yang antar kamu, pulangnya biar Pak Abdul yang jemput",ujar Rendra.
"Ah....Papa the best...",pekik Kaira.
"Percuma Papa belikan kamu mobil Ra, ujung ujungnya jarang dipakai",ujar Kaisan.
"Hehehehe... males dan suka bosan Kak nyetir sendiri",jawab Kaira.
"Kai..pamit,Ma,Pa,Kek.Assalamuallaikum",ujarKaisan beranjak dari duduknya.
"Waalaikum salam...",jawab semuanya serempak.
Kaisan melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan hati yang sangat senang.
Setelah berkendara selama setengah jam akhirnya Kaisan sampai dirumah sakit tempat ia Coas.
"Kai..."
Kaisan menatap seorang wanita berjalan mengahampiri dirinya yang baru saja keluar dari mobil.Seketika senyuman di wajah pria itu luntur.
"Hai...Kai,baru datang?", tanya wanita itu.
"Hmmmm"
"Kai...aku bawakan kamu sarapan,dimakan ya!",ujar wanita itu mengulurkan sebuah paper bag.
"Maaf aku sudah sarapan...",jawab Kaisan.
"Kai... aku--
"Je... bukankah aku sudah mengatakan jika aku tak memiliki perasaan apapun padamu.Jadi berhenti mengangguku",ujar Kaisan.
"Kenapa Kai?, aku kurang apa,ha?",tanya Jeje.
"Gak ada Je, tapi aku tak ada sedikitpun rasa untuk kamu selain sebatas teman",jawab Kaisan.
"Kai--
"Maaf Je...aku ada jadwal operasi",ujar Kaisan berjalan meninggalkan wanita itu yang tampak kesal dengan penolakan Kaisan.
"Aku akan memilikimu Kai,apapun caranya",gumam Jeje.
"Berani kau mencelakainya,akan aku pastikan hidupmu berakhir saat itu juga",ujar seseorang.
Deg
...****************...
__ADS_1