Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Bertemu ibu mertua


__ADS_3

Dea mematut dirinya didepan cermin setelah merapikan riasannya.Wanita hamil itu memilih memakai long dress agar lebih nyaman dan tak begitu memperlihatkan perutnya yang mulai sedikit membuncit.


"Cantik...",puji Kalen memeluk Dea dari belakang.


Dea tersenyum tipis dan tersipu malu mendapatkan pujian dari sang suami.Meski ini bukan pertama kalinya Kalen mengatakan jika dirinya cantik namun ia masih saja tersipu malu.


"Ayo...Mama mungkin sudah menunggu kita",,ujar Kalen merengkuh pinggang sang istri.


"Kita kerumah Mama kan Kak?",tanya Dea.


"Gak sayang... kebetulan Mama lagi diluar tak jauh dari apartemen usai arisan",jawab Kalen.


"Oh...padahal aku ingin kita ke rumah",gumam Dea.


"Maaf ya sayang,lain kali kita kerumah",ujar Kalen.


"Hmmmm"


"Kamu gak senang kita ketemu Mama diluar?", tanya Kalen mengehentikan langkahnya menatap sang istri.


"Senang kok Kak...",jawab Dea tersenyum tipis.


Kalen memang sengaja mengajak Dea bertemu Mamanya diluar karena belum siap untuk menginjakkan kakinya kerumahnya jika bukan Kakeknya yang memintanya pulang.


Kalen tak ingin menjilat ludahnya sendiri karena dulu dirinya yang mengatakan jika ia tak akan lagi menginjakkan kakinya dirumah milik Kakeknya itu.


Dea tampak sumringah saat turun dari mobil karean sebentar lagi ia akan bertemu dengan mertuanya yang begitu sangat ia sayangi.


Kalen menggandeng tangan Dea memasuki restoran dimana Mamanya tengah menunggunya.


"Dea...",ujar Marisa melambaikan tangannya pada Dea dan Kalen.


Dea melepaskan genggaman tangannya dari Kalen lalu berlari menghampiri mertuanya itu.


"Dea jangan lari...",teriak Kalen dan Marisa bersamaan.


Dea tersenyum tipis saat membalikan badannya menatap sang suami yang menatapnya begitu tajam.


"Hehehehe...maaf Kak,aku lupa jika aku hamil",kekeh Dea cengengesan.


"Hufffhh... kenapa harus lari,hum?.Mama juga gak akan lari",ujar Kalen menghembuskan nafas panjang lalu berjalan menghampiri Dea dan mencubit hidung mancung Dea karena gemas dengan wanitanya itu.

__ADS_1


"Dea...kamu bikin Mama takut tau gak.Usia kandungan kamu itu masih rentan Nak",ujar Marisa menasehati menantunya itu.


"Hehehehe aku kangen sama Mama",jawab Dea memeluk mertuanya itu dengan begitu manja mengabaikan omelan mertuanya itu.


"Mama juga Nak... kandungan kamu baik baik saja kan?",tanya Marisa mengusap lembut perut Dea yang mulai membuncit.


"Alhamdulillah baik dan sehat Ma",jawab Dea.


"Ma...apa kabar?,Mama sehat kan?", tanya Kalen memeluk wanita yang begitu ia hormati dan ia sayangi itu dengan erat.


"Baik Nak.Dan Alhamdulillah Mama sehat",jawab Marisa dengan bibir bergetar menahan tangisannya sembari mengusap lembut punggung Kalen.


"Syukurlah...",jawab Kalen mengurai pelukannya lalu mengecup kening sang Mama dengan penuh rasa sayang.


"Ayo duduk!, sebentar lagi Kaisan dan Papa kamu ke sini, mereka dalam perjalanan",ujar Marisa pada anak menantunya sembari menghapus sudut matanya yang berair.


"Ma...maaf jika tidak dengan kejadian ini mungkin kita belum bertemu",ujar Dea.


"Kejadian?",beo Marisa yang belum tau dengan penculikan Dea karena kemarin ia diluar kota mengadakan fashion show produk terbaru dari butiknya.


"Papa belum kasih tau Mama?", tanya Kalen.


"Belum, kenapa?.Dan ada apa?", jawab Marisa menatap anak menantunya satu persatu.


"Astaghfirullah...lalu siapa pelakunya Kalen?", tanya Marisa yang tampak terkejut dengan ucapan sang putra.


"Deri dan anaknya Ma",jawab Kalen.


"Kamu baik baik saja kan Nak, kandungan kamu gak apa apa kan?",tanya Marisa pada menantunya.


"Gak begitu baik sih Ma,aku mengalami kekerasan fisik diwajah hingga memar,ini masih membekas sih Ma,tapi aku tutupi dengan makeup.Saat disekap perut aku kram dan untungnya hanya sebentar dan tak lama kemudian Kak Kalen datang",jawab Dea.


"Ya ampun Nak...maafkan anak Mama yang lalai menjaga kamu sayang",ujar Marisa.


"Kak Kalen menjaga aku dengan baik Ma,itu mungkin sudah takdir",jawab Dea.


"Kalen kamu harus jaga Dea dengan baik kedepannya.Jika perlu Diana kamu ajak kesana",ujar Marisa.


"Gak usah Ma, kasihan Diana jika pindah kuliah lagi.Aku sudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi pengawal pribadi Dea",jawab Kalen.


"Kamu harus memastikan jika orang itu benar benar bisa diandalkan.Jangan sampai Dea kenapa napa lagi",ujar Marisa.

__ADS_1


"Assalamualaikum..."


"Waalaikum salam..."


"Papa...Kak Kai...apa kabar?", tanya Dea menyalami punggung tangan Rendra.


"Baik Nak...kamu sudah sehat?", tanya Rendra.


"Alhamdulillah sudah agak mendingan Pa",jawab Dea.


"Kamu makin cubby Dea",ujar Kaisan.


"Ehemmm...", Kalen berdehem keras saat adiknya memuji Dea.


"Hehehehe...aku hanya mengatakan Dea cubby kok Kak, posesif banget sih",kekeh Kaisan.


Dea menggeleng pelan melihat suami dan iparnya itu yang selalu saja tak pernah akur.


"Hanya aku yang boleh memujinya Kai",ketus Kalen merapatkan duduknya pada Dea lalu merangkul bahu Dea.


"Ya ya...baiklah.Mr posesif",ledek Kaisan.


"Sudah sudah...Kai jangan goda Kakakmu lagi.Kamu tau sendiri bagaimana posesifnya dia pada Dea",ujar Marisa.


"Ya Ma..."


***


Abbas tergugu melihat jasad putranya yang terbujur kaku.Ia tak menyangka jika putra bungsunya meninggalkannya secepat ini.


"Dion... apakah pihak kepolisian sudah menemukan penyebab kematian adik kamu?", tanya Abbas dengan suara parau menahan isaknya.


"Masih dalam penyelidikan Pa",jawab Dion yang tadinya langsung menemui pihak kepolisian untuk menanyakan penyebab dari kematian adiknya.


"Aku yakin ini ada hubungannya dengan keluarga Atmaja",ujar Abbas.


"Pa... jangan menuduh tanpa bukti.Kita tunggu saja hasil autopsi dan penyelidikan dari pihak berwajib",jawab Dion.


"Huffhhh... sebentar lagi jenazah Deri akan dipulangkan Pa", timpal Dion.


"Ya..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2