Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Terimakasih..


__ADS_3

Kalen menatap wajah polos Dea yang tertidur dengan begitu pulas setelah aktivitas ranjang mereka yang entah jam berapa ia membiarkan Dea tidur.


Pria itu mengusap rambut panjang Dea dengan penuh kasih sayang.Dia begitu bahagia karena dia adalah pria pertama untuk gadis itu.


Kalen tersenyum melihat tanda cintanya yang bertebaran di tubuh Dea sebagai bukti mulai sekarang Dea adalah miliknya.


Kalen akui ia begitu cepat melabuhkan hatinya pada Dea setelah ia dikhianati oleh sang mantan kekasih.Tak mudah memang untuknya tapi ia harus menerima apa yang telah ditakdirkan padanya.Dea gadis pilihan dari Kakeknya yang tak lain adalah gadis kecil yang ia sukai saat kecil dulu.


Cinta itu tumbuh begitu saja seiring ia melihat banyaknya pria yang mendekati Dea.Ada rasa tak rela jika Dea di dekati oleh pria lain.Rasa sakit dikhianati sirna begitu saja setelah ia tau jika Dea adalah cinta pertamanya yang hilang begitu saja.


Dea mengerjap pelan karena merasa ada yang menggangu tidurnya.Gadis yang beberapa jam yang lalu telah menjadi wanita seutuhnya itu membuka matanya lebar lebar meski tubuhnya terasa begitu remuk.


"Kak..."


"Masih sakit?",tanya Kalen tersenyum tipis.


"I-iya K-kak",jawab Dea meringis kecil saat area ************* terasa perih.


Dea berusaha bangkit dari tempat tidur namun gerakannya terhenti saat rasa perih itu makin terasa.


"Aahhh...",pekik Dea saat tubuh polosnya diangkat oleh Kalen.


"Kak kamu mau ngapain?",tanya Dea dengan raut wajah panik.


"Bantu kamu Dera...",jawab Kalen membawa Dea ke kamar mandi.


Kalen mendudukkan Dea di atas closet kamar mandi.


Dea menyilangkan kedua tangannya di depan dada menutupi asetnya.


"Kenapa ditutupi,hum?,aku sudah melihat semuanya bahkan sudah mencicipinya",bisik Kalen membuta Dea merona seketika.


Kalen menurunkan tangan Dea dan menatap kedua manik mata sang istri."Untuk apa kamu menutupinya lagi?, semuanya aku sudah lihat dan aku... menyukai semuanya yang ada pada diri kamu",ujar Kalen menunduk lalu m****** bibir Dea yang membuatnya candu.


"Kak...aku--


"I love you...",ujar Kalen mengusap bibir Dea dengan ibu jarinya.

__ADS_1


Dea tersenyum tipis lalu berusaha untuk berdiri meski kakinya terasa tak bertulang.


"Kemana?",tanya Kalen.


"Berendam Kak",jawab Dea namun langkah Dea tertahan saat Kalen memeluk tubuh polosnya dari belakang.


"Kak..."


"Hmmmm"


Kalen mengecup leher jenjang Dea sedangkan tangannya sudah bergerak nakal pada tubuh Dea.


"Kak...ahh..


Kalen makin berani saat melihat Dea mulai menikmati sentuhannya.Dia sungguh tak bisa menahan diri saat melihat tubuh polos Dea yang selalu mampu membuatnya bergairah.


"Kak...ah... a-aku--


Kalen membungkam bibir Dea dengan bibirnya menikmati rasa cery dari bibir sang istri.


"Kamu milikku...baby",bisik Kalen mendorong tubuh Dea ke dinding kamar mandi lalu mengungkungnya dan menatap Dea dengan pandangan sayu.


Mereka akhirnya kembali menikmati indahnya surga dunia yang entah ke berapa kalinya.Kalen bahkan tak pernah bosan untuk melakukan olahraga yang paling disukai nya itu.


"Kak...aku lemas..."lirih Dea yang merasakan tubuhnya remuk redam dan area intinya yang masih terdapat sakit.


Kalen menggendong tubuh Dea lalu memasukkan ke dalam bathub."Berendamlah...agar tubuh kamu kembali rileks,maaf membuatmu lelah",ujar Kalen mengecup pucuk kepala sang istri dengan lembut.


Dea tak mempedulikan ucap Kalen memilih memejamkan matanya menikmati air hangat yang merilekskan tubuhnya.


"Jangan tidur Dera...!",ujar Kalen saat akan beranjak untuk membersihkan diri dibawah pancuran shower.


Dea hanya mengangguk samar karena tubuhnya betul betul lelah.


"Secepatnya aku akan membuatmu hamil agar tak ada lagi pria yang mendekatimu",gumam Kalen manatap Dea yang memejamkan kedua matanya.


Kalen menyudahi ritual mandinya lalu menghampiri sang istri yang masih memejamkan matanya.

__ADS_1


"Dera...sayang...", Kalen menggoyang tubuhnya Des namai gadis itu tak kunjung terbangun membuat Kalen tersenyum karena sang istri telah memasuki dunia mimpinya.


Kalen mengambil shower lalu memandikan sang istri dengan begitu telaten.Setelah selesai Kalen mengangkat tubuh Dea dan membawanya kembali ke kamar lalu menidurkan Dea di atas ranjang yang masih berantakan dan menyelimutinya.


Kalen mengaktifkan ponselnya yang tadi ia matikan.Ia berniat memesan makanan intim mereka makan nantinya


Drt drt drt


Kakek is calling...


"*Kalen...kamu dimana?", tanya Tuan Wiliam.


"Villa Kek,ada apa?",ujar Kalen.


"Dea bersamamu?",tanya Tuan Wiliam.


"Ya Kek..."


"Oh... bersenang senanglah , rumah sakit menjadi urusan Kakek selama kamu di sana",ujar Tuan Wiliam.


"Ya... terimakasih Kek", jawab Kalen.


"Untuk...?"


"Semuanya...", jawab Kalen.


"Kamu sudah menyadarinya?", tanya Tuan Wiliam.


"Ya Kek..."


"Baguslah...", ujar Tuan Wiliam.


Klik*


Kalen tersenyum tipis melihat sebuah bercak darah yang terdapat di seprai.Ia sungguh beruntung menjadi pria pertama yang menyentuh Dea.


"Terimakasih sayang... kamu telah menjaganya untukku",gumam Kalen mengecup kening sang istri cukup lama.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2