Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Bertemu Anas


__ADS_3

"Kak--


"Pelan pelan sayang...",ujar Kalen membersihkan tumpahan susu yang tak sengaja kesenggol oleh Dea.


"Maaf Kak...aku gak sengaja, sungguh",ujar Dea.


"Gak apa apa bisa di buatkan lagi nantinya,yang terpenting kamu baik baik saja",ujar Kalen dengan lembut.


"Ya Kak...",lirih Dea yang sedikit takut jika Kalen yang memarahinya.


"Kenapa,hum?",tanya Kalen melihat sang istri yang berhenti menyuap makanannya.


"Kakak gak marah kan?",ujar Dea.


"Hehehehe...marah untuk apa,hum?", gelak Kalen.


"Jadi benar,Kakak gak marah?", tanya Dea.


"Enggak baby...ayo lanjutkan lagi makannya",jawab Kalen.


Dea tersenyum tipis lalu kembali melanjutkan makannya.Ia tadi sudah membayangkan Kalen mengomelinya.Tapi kenyataannya pria itu tak sama sekali marah ataupun mengomelinya.


"Kakak gak makan?",tanya Dea.


"Ini juga mau makan",jawab Kalen yang sedang mengambil makanan.


Dea merasa beruntung jika Kalen akhirnya bisa menerima dirinya sebagai istri dan yang lebih membuat wanita hamil itu lebih bahagia adalah sikap Kalen yang memanjakannya.


"Aku selesai Kak...",ujar Dea meletakkan piring kotor diatas troli.


"Hmmm... kenapa tidak dihabiskan sayang?",tanya Kalen.


"Kenyang Kak",jawab Dea mengusap perutnya.


Kalen tersenyum tipis."Aku harap kamu gak mual lagi sayang.Oh ya kamu minum vitamin dulu",ujar Kalen membuka laci nakas lalu mengambil vitamin dan memberikan pada sang istri.


"Terimakasih sayang",jawab Dea tersenyum tipis.


"Hah?.Ulang sayang!,kamu ngomong apa barusan",ujar Kalen yang begitu bahagia dipanggil dengan sebutan sayang.


"Gak ada... emang aku bilang apa?",jawab Dea acuh dan mengulum senyumannya.


"Tadi kamu bilang--


"Sayang...",sela Dea.

__ADS_1


Kalen meletakkan piringnya lalu memeluk wanitanya itu dengan erat."Coba tiap hari kamu panggil aku dengan sebutan itu.Aku pasti sangat bahagia",ujar Kalen.


"Kak... sesak",lirih Dea.


"Eh maaf baby...aku terlalu bahagia",jawab Kalen.


"Aku mau berpakaian dulu Kak",ujar Dea turun dari ranjang karena ia masih memakai handuk.


"Ya...jangan lama lama setelah ini kita akan pergi ke luar",ujar Kalen.


Dea menghentikan langkahnya."Kemana Kak?",tanya Dea.


"Ke suatu tempat,kamu pasti suka",ujar Kalen.


"Hmmm... baiklah",jawab Dea kembali melanjutkan langkahnya menuju walk in closet.


***


"Kak...kita kemana ini?", tanya Dea saat dalam perjalanan kesuatu tempat yang Kalen janjikan.


"Kamu diam aja dulu,nanti kamu juga tau",jawab Kalen tersenyum penuh misteri.


"Au ah...Kakak gak asyik",ujar Dea membuang mukanya kearah jendela.


"Hehehehe...jika aku kasih tau jadinya nanti gak surprise lagi sayang",ujar Kalen mengacak rambut Dea pelan.


Kalen mengulum senyumannya melihat sang istri yang tampak merajuk.Pria bukan bermaksud membuat wanitanya itu kesal.Tapi ia akan membawanya ke suatu tempat yang pastinya akan membuat Dea bahagia.


"Sayang..."


Hening


Sayang...jadi benar kamu kesal sama aku?",tanya Kalen namun diabaikan wanita itu.


Kalen melajukan mobilnya sedikit lebih kencang.Ia tak mau melihat sang istri beraut wajah kesal.


Tak lama mobil mereka berhenti di depan rumah sederhana.Dea mengerutkan keningnya melihat tempat yang sangat asing baginya.


"Ayo turun sayang!",ujar Kalen.


"Ini rumah siapa Kak?",tanya Dea.


"Nanti kamu juga tau sayang,ayo!",ujar Kalen membukakan pintu mobil untuk sang istri.


Dea berjalan mengikuti sang suami yang membawanya memasuki rumah sederhana itu.

__ADS_1


Ceklek


Dea lebih dahulu memasuki rumah itu dan diikuti Kalen dari belakang.


"A-ayah...",lirih Dea menatap sang ayah yang duduk disebuah kursi dengan tubuh yang tampak ringkih.


"D-Dea...Nak",ujar Anas lirih.


"A-ayah...apa yang terjadi?",tanya Dea dengan berkaca-kaca menghampiri pria paruh baya yang dulu menjualnya pada keluarga suaminya.


"Maafkan Ayah Nak...", lirih Anas.


"Ayah...kenapa ayah kayak gini sekarang?", lirih Dea.


"Dea ceritanya panjang Nak, yang jelas Ayah tak lagi bersama ibumu",jawab Anas lirih.


Flashback on


Satu hari yang lalu...


"Tu-tuan muda Atmaja", lirih pria paruh baya.


"Hmmmm..."


"Tuan...tolong bebaskan sayang dari sini", lirih pria paruh baya itu.


"Dengan satu syarat... katakan kenapa kamu tidak mau mengatakan kepada mereka dimana keberadaan istriku dan memilih bungkam dan disiksa seperti ini",ujar Kalen.


"Dea...dia sudahku anggap putriku sendiri.Meski bukan darah dagingku namun ia mampu mencuri hatiku sebagai seorang ayah",lirih pria paruh baya itu lirih.


"Cih...kau bilang menyayanginya tapi kau menjualnya pada Kakekku sebagai tebusan hutang hutangmu",decih Kalen pada pria yang ia selamatkan dari kurungan Sandra.


"Hehehe...Aku memang memiliki hutang pada Tuan Wiliam.Tapi sudah aku lunasi dan aku sengaja menitipkan Dea pada kalian karena aku yakin suatu saat Sandra akan datang mengambil Dea untuk mencairkan warisan itu",kekeh pria paruh baya itu.


"Jadi--


"Itu hanya kedokku saja didepan istriku yang matre.Aku ingin membebaskan Dea dari Hayati yang sering menyakiti Dea jika aku tak ada.Makanya aku sengaja membuat drama itu",lirih pria paruh baya itu.


"Hmmmm... Arga..."


"Ya tuan muda..."


"Bawa dia dan sembunyikan keberadaannya",ujar Kalen melangkah meninggalkan rumah usang itu.


Flashback of

__ADS_1


...****************...


__ADS_2