Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Hukuman


__ADS_3

"Ada apa sayang?", tanya Kalen mengelus punggung Dea Dengan lembut.


Dea menggeleng pelan dan semakin mengeratkan pelukannya.


Kalen merasa terjadi sesuatu antara sang istri dengan wanita tadi.Namun tampaknya Dea belum mau bercerita,hal itu membuat Kalen penasaran apa yang terjadi diantara keduanya.


"Tenang dulu,oke.Kamu ceritakan semuanya sama aku",ujar Kalen melerai pelukannya.


"Aku mau pulang",jawab Dea yang masih memilih bungkam.


"Baiklah... kita pulang",ujar Kalen membuat Dea mengangguk pelan.


Kalen diam diam mengirim pesan untuk melacak cctv ruangan kerjanya pada Faris.Ia tak sabaran ingin tau apa yang terjadi dengan sang istri.


Kalen membawa Dea pulang meski wanita itupun masih tampak diam.Hal itu membuat Kalen makin tak sabaran ingin tau apa yang terjadi.


Sesampainya di loby ponsel Kalen bergetar menandakan pesan masuk."Sebentar sayang",ujar Kalen meraih ponsel disaku celananya.


Kalen mengeraskan rahangnya melihat tampilan video yang baru saja ia dapatkan dari asistennya.Dadanya naik turun menahan amarah.Kini ia tau ketakutan yang Dea alami.Hampir saja sang istri terjatuh dan ia tau apa akibatnya jika itu terjadi.


"Perut kamu baik baik saja kan?",tanya Kalen dengan raut kuawatir takutnya jika Dea mengalami kram.


"Baik Kak...", jawab Dea.


"Yakin...?",tanya Kalen penuh selidik.


"Iya Kak...",jawab Dea.


"Mau cerita sesuatu tentang tadi?",tanya Kalen yang ingin tau cerita dari Dea.


"Kak...aku...a-aku hampir--


"Hampir apa sayang?", tanya Kalen tak sabaran.


"Dia mendorongku...dan aku--


"Ssstt... sudah.Aku sudah tau semuanya",ujar Kalen membawa Dea yang tampak berkaca-kaca kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Dia akan menerima akibatnya", sambung Kalen dengan senyuman evilnya.


Kalen tak mempedulikan jika ia menjadi tontonan para karyawan yang berlalu lalang.Ia hanya ingin sang istri tenang.Pria itu mengusap pelan punggung Dea agar wanitanya itu tenang.


"Kak..."


"Ya...", jawab Kalen mengurai pelukannya menatap wajah pucat Dea.Hatinya sungguh terenyuh melihat wajah sang istri.


...Pastikan wanita itu tak mendapatkan pekerjaan dimanapun...


Kalen menyimpan kembali ponselnya dan melangkah membawa sang istri pulang, mengabaikan tatapan karyawan buang ada dilobi.


"Kita ke dokter dulu ya",ujar Kalen saat mereka memasuki mobil.


"Gak perlu Kak...perutku gak lagi kram,mungkin aku tadi terlalu kaget dan shock sehingga perutku kram",jawab Dea.


"Yakin baby...aku gak mau terjadi sesuatu dengan kalian",ujar Kalen.


"Ya Kak...",jawab Dea.


"Ya Kak...",jawab Dea.


Kalen membantu menurunkan kursi yang diduduki Dea agar wanitanya itu rebahan dengan begitu nyaman.


"Terimakasih Kak",ujar Dea tersenyum tipis.


"Ya sayang...ini yang aku mau dari kamu",jawab Kalen mengusap bibir Dea yang menyisakan senyumannya.


Dea merebahkan tubuhnya lalu memejamkan kedua matanya lalu kembali memasuki alam mimpinya.Semenjak hamil ia selalu merasa ngantuk dan bawaannya ingin tidur.


Kalen tersenyum melihat sang istri tidur dengan nyaman.Pria itu menyingkirkan rambut yang menutupi separuh wajah sang istri dengan tangan kirinya.


"Kamu cantik sayang...",gumam Kalen.


Kalen kembali fokus pada setir mobilnya dan sesekali melirik sang istri yang tertidur pulas.


Ting

__ADS_1


Semuanya sesuai perintah anda Pak


Kalen tersenyum tipis saat membaca pesan dari asistennya.Ia takkan membiarkan orang yang berusaha menyakiti sang istri bebas begitu saja.Ia akan melakukan apapun demi keamanan sang istri.Dan membuat orang yang mengusik sang istri jera.


Tak lama mobilnya memasuki gerbang huniannya.Pria itu mamarkirkaan mobilnya lalu turun dari mobil dan menggendong sang istri dengan penuh kehati-hatian.


"Selamat siang Tuan...",ujar Kepala pelayan.


"Ya..."


"Oh ya tolong siapkan makan siang,ya Pak",ujar Kalen lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar mereka dilantai atas.


Sesampainya dikamar Kalen menidurkan Dea dengan pelan lalu membuka sepatu cat yang Dea gunakan kemudian menyelimutinya.


"Aku mencintaimu...",bisik Kalen setelah mencium kening sang istri.


Kalen melangkah menuju walk in closet untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian santai.


Tok tok tok


Kalen membukakan pintu kamar menatap kepala pelayan yang berdiri dihadapannya.


"Maaf Tuan...makan siangnya sudah siap",ujar kepala pelayan.


"Sebentar lagi kita akan turun Pak",jawab Kalen pada kepala pelayan yang seusia dengan dengan Papanya itu.


Kalen menutup kembali pintu kamarnya lalu melangkah menuju ranjang untuk membangunkan sang istri untuk makan siang.


"Baby... bangun sayang", bisik Kalen ditelinga sang istri sembari mengusap rambut wanita itu dengan lembut.


Dea membuka matanya perlahan dan mendapati sang suami yang tersenyum padanya."Kak...",lirih Dea dengan suara serak khas bangun tidur.


"Ayo bangun...makan siang dulu",ujar Kalen tersenyum tipis menikmati wajah cantik sang istri dengan tatapan memuja.


"Ya Kak...", jawab Dea tersenyum tipis.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2