
"Ayo...!",ujar Kalen mengenggam tangan Dea dengan penuh kelembutan.
Dea mengikuti langkah sang suami mengahampiri wanita paruh baya yang menatapnya dengan penuh kebencian.
"I-ibuk...", lirih Dea saat duduk di hadapan wanita paruh baya itu.
"Masih ingat saya kamu, hum?",ujar wanita paruh baya itu ketus dan hati yang sangat kesal.Benar apa yang dikatakan anaknya Wulan jika Dea menikah dengan pria tampan yang merupakan anak sulung keluarga Atmaja.
"Hmm... maksud ibuk apa ya?",tanya Dea mengerutkan keningnya.
"Enak ya nikah sama orang kaya,dan setelahnya kamu lupa dengan keluarga yang selama ini membesarkan kamu",ujar wanita paruh baya itu.
Kalen berusaha untuk tenang selagi wanita itu tak menyakiti Dea secara fisik.
"Buk...bukannya aku lupa tapi aku belakangan ini jarang dirumah",jawab Dea jujur karena baru dua hari ia di kota ini setelah berbulan madu ke Bali.
"Sok ya kamu,kamu tau tidak ayah kamu sekarang pengangguran dan tak memiliki pekerjaan.Harusnya kami sebagai anak membantu ayah kamu", ucap wanita paruh baya itu tanpa malu.
"Tunggu...bukankah Dea tak ada hubungannya dengan suami anda selain hubungan anak angkat dan ayah angkat",ujar Kalen menengahi.
"Paling tidak ia harus balas budi dengan apa yang selama ini kami berikan padanya",ujar wanita itu tanpa tau malunya.
"Bukankah selama ini ia bekerja secara cuma cuma dirumah kalian?",ujar Tuan Wiliam yang baru saja datang dari rumah sakit.
__ADS_1
"Tu-tuan Wiliam anda salah paham maksud saya setidaknya Dea tak melupakan suami saya sebagai ayah yang sudah membesarkannya", kilah wanita paruh baya itu.
"Buk...saya tidak pernah melupakan ayah,saya tak pernah datang kerumah bukan berarti saya tak lagi menganggap kalian keluarga",jawab Dea.
"Apa tujuanmu sebenarnya datang kesini?",tanya Tuan Wiliam.
"Oh...itu saya--
"Berapa?",tanya Tuan William.
"Seratus juta...",jawab wanita itu.
"Baiklah...tapi dengan satu syarat untuk tidak lagi mengangguku cucu menantuku",ujar Tuan Wiliam.
"Bukankah Dea adalah putri suamiku anda tidak berhak memisahkan mereka",ujar wanita paruh baya itu.
"Hanya putri angkat",jawab Tuan Wiliam.
"Tapi--
"Iya atau tidak.Jika kau tak setuju silahkan angkat kaki dari sini.Jika kau bersedia maka tanda tangani surat peryataan jika kau tak akan menggangu Dea lagi",ujar Tuan Wiliam.
Dea menatap tak percaya ibu tirinya yang tak pernah berubah."Buk... jadikanlah uangnya untuk modal usaha agar kalian tidak kesusahan lagi",ujar Dea.
__ADS_1
"Huh... baiklah",jawab wanita paruh baya itu akhirnya.
Tuan Wiliam meminta asistennya untuk membuatkan surat pernyataan secara manual.
Kalen hanya diam saja karena ia tak tahu banyak tentang sang istri.Tapi setelah ini ia akan menanyakan semua tentang Dea yang tidak ia ketahui pada Kakeknya termasuk wanita paruh baya yang ada dihadapannya yang ia yakini begitu licik.
Setelah mendapatkan apa yang di inginkan wanita paruh baya yang tak lain adalah Hayati ibu tiri dari Dea itu langsung meninggal kediaman Atmaja dengan wajah sumringah.
"Kek...maafkan ibukku yang--
"Sudah...tak apa apa Dea.Yang penting dia tak lagi menganggu kamu lagi",jawab Tuan Wiliam.
"Kek...ada yang ingin aku tanyakan pada Kakek,tapi tidak disini",ujar Kalen.
"Kakek tunggu diruang kerja",jawab Tuan Wiliam.
"Ya Kek...",balas Kalen.
"Sayang aku temui Kakek dulu ya",ujar Kalen diangguki oleh Dea.
Dea menatap kepergian sang suami dengan perasaan bersalah.Ia merasa malu dengan kelakuan ibu tirinya tadi.
"Dea..."
__ADS_1
...****************...