Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Kumpul


__ADS_3

Marisa menatap tajam sang suami yang salah bicara.


"Hahahaha...makanya Pa,jangan asal bicara, disuruh Mama tidur diluar tahu rasa Pa",gelak Kalen melihat sang Mama meneliti Papanya.


"Ide yang bagus Kalen",jawab Marisa.


"Ma...kok tidur diluar sih, bagaimana--


"Gak boleh komplen Pa",jawab Marisa.


"Hahahaha..."


"Ketawain Papa kualat kamu Kalen",sungut Rendra.


"Makanya Pa,jangan sesekali Papa membahas tentang itu dihadapan wanita jika Papa tak ingin dapat murkanya",kekeh Kalen duduk disebelah sang istri.


"Dea suruh Kalen tidur diluar juga,gak adil ini",ujar Rendra.


"Eh...mana bisa Pa",jawab Kalen.


"Maaf Pa,aku gak punya alasan nyuruh Kak Kalen tidur diluar", balas Dea


"Tuh dengar Pa...",ujar Kalen.


"Huffhhh...."


"Hahahaha..."


"Kalen...gimana kamu tinggal dirumah yang Kakek belikan waktu itu",ujar Tuan Wiliam.


"Maaf Kek,aku dan Dea sudah memiliki rumah.Dan disana aku juga punya usaha jadi aku gak bisa Kek,maaf",jawab Kalen.


"Kamu masih marah sama Kakek?", tanya Tuan Wiliam.


"Gak Kek,tapi kejadian waktu itu membuat aku dan Dea bisa mandiri",jawab Kalen.


"Jadi kamu nolak balik ke rumah sakit lagi?",tanya Tuan Wiliam.


"Maaf Kek",geleng Kalen.


"Rumah sakit aku serahkan pada Kaisan nantinya untuk meneruskan bersama Kaira", sambung Kalen.


"Kak aku masih Coas,mana--


"Belajar Kai,tak ada yang tak mungkin jika kamu mau belajar",sela Kalen.

__ADS_1


"Kakak bisa seperti ini juga karena mau belajar.Dan kamu Ra, fokuslah pada kuliahmu selanjutnya.Wujudkan impian kamu", timpal Kalen pada sang adik bungsu.


"Lalu bagaimana dengan impian kamu sedari kecil Kalen?",tanya Tuan Wiliam.


"Akan segera terwujud Kek,doakan saja.Iya kan sayang?",ujar Kalen meminta dukungan dari sang istri.


"Iya Kek...Kak Kalen bisa mewujudkan mimpinya sendiri ",jawab Dea tersenyum tipis pada sang suami.


"Oh ya...Dea.Kemarin Mama kamu datang kerumah.Dia ingin minta maaf sama kamu Nak",ujar Marisa.


Seketika senyuman dibibir Dea meredup."Ma....aku masih belum siap untuk bertemu dengannya.Aku cukup kecewa dengannya Ma",jawab Dea.


"Mama tau.Tapi sampai kapan kamu mau menghindar.Temui dia tapi harus bersama Kalen",ujar Marisa.


"Tapi--


"Ma...jangan paksa Dea.Biar kita lihat apakah wanita itu benar benar telah berubah atau pura pura baik demi sesuatu hal yang kita tak tahu", timpal Kalen.


Dea terdiam menimbang apa yang dikatakan mertuanya.Entah kenapa saat ini keinginan untuk bertemu sang ibu tak ada lagi setelah mendapatkan kasih sayang yang tulus dari sang mertuan.Awalnya ia ingin sekali bertemu Sandra,bahkan saat pertama kali ia bertemu Sandra di pesta pernikahannya Sandra mengakuinya.


Tapi mertuanya benar ia harus tanyakan langsung apa alasan sang ibu meninggalkannya."Kak..."


"Ya...baby",jawab Kalen.


"Aku mau bertemu dengan Ibu, temani aku ya",ujar Dea tiba tiba.


"Ya Kak.Ada yang ingin aku tanyakan padanya",jawab Dea


"Tapi bagaimana jika--


"Aku bersamamu Kak.Aku percaya selagi aku bersamamu,aku aman",jawab Dea.


"Huffhhh...besok ya",ujar Kalen di angguki oleh Dea.


"Dea...masak yuk Nak",ujar Marisa.


"Ma...Dea...",ujar Rendra dan Kalen bersamaan menggeleng cepat.


"Apa sih Pa.Masak gak akan membuat Mama itu capek",jawab Marisa.


"Baby...No.Kamu hamil sayang,aku--


"Kamu ini.Dea cuma bantu Mama Kalen",ujar Marisa.


"Ma...aku gak izinkan--

__ADS_1


"Lalu jika kalian lapar, mau makan apa, hum?",tanya Marisa berkacak pinggang.


"Pesan...",jawab semuanya kompak.


"Benar kompak ya",kesal Marisa.


"Hahaha...kita Atmaja sejati Ma,jadi beruntunglah yang menjadi wanita kami karena kami tak akan mengizinkannya di dapur",kekeh Kalen.


"Kak...aku mau masakan kamu",ujar Dea tiba-tiba.


"Hahaha...tuh dengar, masakin sana!", gelak Marisa.


"Mau makan apa, hum?", tanya Kalen lembut.


"Hoek...dasar bucin", ledek Kaisan.


"Diam Kai,jangan sampai nanti kamu juga kayak Kakak kamu",ujar Rendra.


"Aku mau macaroni schotel",jawab Dea.


"Baiklah baby.Kamu tunggu disini,oke",ujar Kalen.


Kalen melangkah menuju dapur membuatkan makanan kesukaan sang istri.


"Itu benar Kak Kalen,kan?",tanya Kaisan.


"Ya..nanti kamu juga tau dan merasakan bagaimana jika sudah benar benar jatuh hati pada wanita.Kamu akan melakukan apapun agar wanitamu bahagia bersamamu",jawab Rendra.


"Ogah Pa...",jawab Kaisan.


"Enak ya Kak jadi istrinya Kak Kalen?",tanya Kaira membuat semua orang menatap Dea menunggu jawabannya.


"Hmmmm...Ya gitu.Seperti yang terlihat",jawab Dea.


"Bucin dianya mah",kekeh Kaisan.


"Gimana sih Kak, bikin pria bucin sama kita?",tanya Kaira kepo.


"Hustt...kamu masih kecil Ra, belajar yang rajin jangan mikirin pria kamu",berang Kaisan.


"Ck...Kak Dea juga masih ke--


"Itu beda ceritanya Ra",jawab Kaisan.


"Ih...Kak Kai gak asyik", sungut Kaira.

__ADS_1


Kalen tersenyum tipis melihat kehangatan keluarganya dari dapur.Jarang mereka berkumpul seperti sekarang.Dan sekali ngumpul akan seperti ini.


...****************...


__ADS_2