
Faris mengacak rambutnya kasar,bisa bisanya ia membuat istrinya itu kesal.Pria itu melirik sang istri yang memejamkan kedua matanya.Ia tau sang istri belum tidur, pria itu menghentikan mobilnya lalu melirik sang istri.Ia menurunkan jok mobil agar sang istri tidur dengan nyaman dan memperbaiki cara tidur sang istri agar saat bangun nanti tubuhnya tak merasa kesakitan.
"Mas sayang sama kamu,hanya kamu", bisik Faris lalu melabuhkan sebuah kecupan di kening sang istri.
Faris menyelimuti tubuh Kaira dengan selimut yang ia bawa.Ia sengaja menyiapkan segalanya agar Kaira nyaman dalam perjalanan.
Faris kembali melajukan mobilnya,nanti setelah istrinya bangun ia akan kembali membujuk Kaira.Tak ada niat sedikit sedikitpun untuknya menyukai wanita lain selain sang istri.Kaira telah mencuri semua hatinya.Tak akan ada tempat untuk wanita lain lagi.
Faris melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tak ingin sang istri terganggu dengan jalanan yang terkadang tidak rata.
Kaira sebenarnya belum tidur,ia hanya kesal saja saat suaminya itu memercayai mantan sahabatnya itu.Ia takut Faris kembali memiliki perasaan pada Kakak iparnya itu.Selama acara berlangsung Kakak iparnya itu terus saja memperhatikan suaminya.
Sementara itu di kediaman Kaisan,Mika tampak duduk melamun.Ia merasa Faris berubah padanya,meski ia hanya menganggapnya sahabat.Bahkan kini Faris tak menegurnya dan lebih parahnya menatapnya saja tidak.Faris juga tak mengucapkan selamat padanya.Ia sungguh merasa kehilangan akan sahabatnya itu.
"Mikirin apa,hm?",tanya Kaisan duduk disebelah sang istri tampak melamun.
"Gak Mas...",jawab Mika.
"Jangan memikirkan hal berat sayang",ujar Kaisan memeluk tubuh sang istri dari samping.
"Iya Mas,aku hanya sedikit capek saja",jawab Mika.
"Istirahatlah sayang",ujar Kaisan.
"Iya.Kak Kalen nginap disini?", tanya Mika.
"Gak... di rumah Mama",jawab Kaisan.
"Oh..."
***
Setelah menempuh perjalanan dua jam lebih Faris sampai di apartemennya.Pria itu turun dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Kaira.Pria itu menggendong sang istri yang tertidur lelap.Ia tak tega membangunkan sang istri, apalagi saat ini Kaira sedang merajuk padanya.
Dengan sedikit kesulitan Faris membuka kunci apartemennya,setelah terbuka ia menidurkan Kaira diatas sofa dengan pelan lalu membuka pintu kamar yang terkunci.
__ADS_1
Faris kembali menggendong sang istri untuk memindahkannya ke kamar.Dengan cukup hati hati Faris menidurkan sang istri.Pria itu lalu membuka sepatu yang Kaira gunakan.
Tak hanya itu Faris itu menggantikan pakaian Kaira dengan gaun tidur dan tak lupa ia mengelap tubuh sang istri dengan kain basah agar Kaira tidur dengan nyaman.Setelahnya ia menyusun bantal untuk kenyamanan tidur Kaira.Dan terakhir pria itu menyelimuti sang istri dan melabuhkan kecupan di kening sang istri.
"Selamat malam sayang",ucap Faris mengusap lembut pipi Kaira menikmati wajah cantik sang istri tanpa polesan makeup.
Faris melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Setelah selesai barulah berpakaian dan bergabung tidur disebelah sang istri dengan memeluk wanitanya itu dengan erat.
Dua jam kemudian, Kaira merasakan tubuhnya begitu berat.Ia tau tangan siapa yang melingkar di pinggangnya.Ia menatap sang suami yang tidur dengan lelapnya.Wanita itu perlahan menyingkirkan tangan Faris karena ia harus ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya.
Kaira melihat penampilannya yang menggunakan gaun tidur.Ia yakin suaminya yang memakaikannya.Wanita itu kembali ke kamar dan terkejut saat melihat sang suami yang duduk bersandar di kepala ranjang.
"Mas kenapa bangun?",tanya Kaira kembali naik keatas ranjang.
"Mas kehilangan guling hangat Mas",jawab pria itu merengkuh pinggang Kaira.
"Mas...aku ngantuk",ujar Kaira.
"Masih marah sama Mas?", tanya Faris.
"Enggak...aku gak marah hanya kesal saja",jawab Kaira.
"Iya...",angguk Kaira memeluk tubuh sang suami dengan begitu erat.
Faris tersenyum tipis lalu membalas pelukan sang istri.Ia mengecup pelan pucuk kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Ayo tidur,katanya ngantuk",ujar Faris.
"Enggak,aku lapar",cicit Kaira.
"Mau makan apa,hm?",tanya Faris mengurai pelukannya.
"Martabak manis",jawab Kaira.
"Baiklah...Mas akan belikan.Kamu tunggu sebentar gak apa apa kan?",tanya Faris.
__ADS_1
"Aku ikut",jawab Kaira.
"Ganti pakaian kamu sayang",ujar Faris turun dari ranjang.
"Auter saja Mas,nanti aku juga gak akan turun dari mobil",jawab Kaira.
Faris mengambilkan auter milik sang istri di dalam lemari lalu membantunya untuk memakaikannya.Faris berharap masih ada orang yang menjual martabak di jam hampir tengah malam ini.
Faris melajukan mobilnya membela jalanan yang mulai sepi.
"Mas itu ada penjual martabak",ujar Kaira.
Faris langsung menghentikan mobilnya,dia berharap masih ada."Mas putar arah dulu sayang",ujar Faris.
"Iya..."
"Mau rasa apa sayang?",tanya Faris saat akan turun dari mobil.
"Cokelat Mas,sama stroberi",jawab Kaira.
Faris menutup pintu mobil lalu menghampiri penjual martabak.
"Pak masih ada?",tanya Faris.
"Masih Pak...",jawab penjual martabak.
"Pesan dua ya,cokelat sama stroberi",ujar Faris diangguki penjual martabak.
Setelah menunggu beberapa menit, pesanan pun jadi.Faris kembali memasuki mobil dan memberikan martabak itu pada sang istri.
Faris melajukan mobilnya kembali pulang,ia tersenyum tipis melihat sang istri memakan makanan manis itu dengan lahap.
"Enak...?",tanya Faris.
"Huummm...Mas mau?",tanya Kaira.
__ADS_1
"Buat kamu aja",jawab Faris.
...****************...