Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Derita Kalen


__ADS_3

"Kak...rumah ini terlalu luas untuk kita tinggali berdua",ujar Dea.


"Kita tidak akan tinggal berdua saja sayang,nantinya juga akan ada anak kita",jawab Kalen mengelus perut Dea.


"Tapi masih lama Kak",balas Dea.


"Aku telah minta Mama untuk mencarikan beberapa pelayan dirumah ini untuk membantu kamu mengurus rumah kita",ujar Kalen.


"Tapi gak boleh ada yang muda Kak",jawab Dea.


"Kok gitu.Kalau yang tua mana sanggup ia bekerja sayang",jawab Kalen mengerutkan keningnya.


"Maksudku...jika wanita diharuskan sudah menikah karena aku gak mau nantinya ada yang menggoda kamu",ujar Dea.


"Hehehe...mulai posesif juga,hum?",jawab Kalen terkekeh geli.


"Gak Kak...aku hanya menjauhkan kamu dari bibit pelakor",ujar Dea.


"Hahaha...baiklah.Tapi aku gak akan pernah tergoda dengan yang lain sayang",jawab Kalen.


"Kak...kapan kita tinggal disini?",tanya Dea.


"Jadi...?.Kamu setuju kita pindah?",ujar Kalen.


"Huummm... rumahnya nyaman",jawab Dea.


"Ada yang mau di ganti gak sayang interiornya?",tanya Kalen.


"Gak Kak...semuanya pas.Jangan buang buang uang untuk hal gak penting Kak",jawab Dea.


"Lusa kita adakan pengajian dulu disini sayang dan sekalian Mama seleksi dulu pelayan yang akan bekerja disini.Baru kita tinggal disini",ujar Kalen.


"Ya Kak...,oh ya aku hampir lupa aku mau ajak kamu ke acara pertunangan Aris dan Dokter Shasa Kak",ujar Dea.


"Kenapa baru bilang sayang?",tanya Kalen.


"Hehehe... lupa.Emangnya Dokter Shasa gak undang kamu?",tanya Dea.

__ADS_1


"Undang kok.Tapi aku tak terlalu peduli sayang",jawab Kalen.


"Mau temani aku gak Kak?", tanya Dea.


"Sekarang?",tanya Kalen.


"Ya dong Kak...",jawab Dea.


"Kita ke rumah Mama dulu sayang, ganti baju",ujar Kalen.


"Gak balik ke apartemen Kak?",tanya Dea.


"Gak... kejauhan sayang.Dekat rumah Mama dari sini",jawab Kalen.


"Ayo...!",ujar Dea.


"Baiklah...",jawab Kalen menggeleng pelan karena istrinya itu begitu sangat lincah.


Keduanya meninggalkan hunian mewah itu menuju kediaman utama keluarga Atmaja.


Dea terlihat begitu bersemangat karena ia tak sabar melihat sahabat yang ia anggap seperti kakaknya akan bertunangan dengan wanita pujaan hatinya.


"Hah?. Kelihatan ya Kak",tanya Dea.


"Ya...", ketus Kalen.


"Dia orang yang selalu ada Kak untuk aku disaat suka dan duka aku.Dia udah aku anggap Kakakku sendiri begitu juga sebaliknya.Makanya aku senang banget pas dengar dia mau tunangan sama gadis yang dari dulu ia incar.Perjuangannya untuk mendapatkan cinta Dokter Shasa itu begitu sulit Kak.Jadi aku bahagia sekali Aris akan bertunangan",jawab Dea.


"Kamu gak pernah sedikitpun memiliki perasaan lebih sama Aris??",tanya Kalen penuh selidik.


"Maksud Kakak,aku suka sama Aris gitu",tanya Dea.


"Ya...karena setahu aku gak ada antara cewek dan cowok itu murni sahabat",jawab Kalen.


"Yah...tapi kenyataannya aku gak memiliki perasaan lebih pada Aris.Mungkin dari kecil aku tak mendapat perhatian dari seorang Kakak makanya pas ketemu Aris yang sering melindungi aku dan pasang badan jika ada yang nyakitin aku",ujar Dea.


"Oh ya kamu tau gak Kak, sebenarnya Aris ingin sekali nonjok kamu saat tau kamu nyakitin aku dengan kamu masih menjalin hubungan dengan Kak Aluna.Tapi urung karena aku larang dan sayang sama karirnya dirumah sakit milik kamu", sambung Dea terkekeh pelan teringat akan sikap Aris.

__ADS_1


"Maaf untuk saat itu",jawab Kalen.


"Sudah Kak...kamu gak perlu cemburu dan merasa jika aku menyimpan perasaan pada Aris.Dan untuk masa lalu kita jadikan pelajaran",ujar Dea.


"Wajar aku cemburu sayang.Itu karena aku cinta sama kamu dan takut jika kamu akan meng--


"Aku bukan dia Kak",sela Dea dengan mode serius.


Akhirnya setelah menempuh setengah jam perjalanan mereka sampai di kediaman kedua orang tua Kalen.


Keduanya turun dari mobil dan memasuki rumah dengan saling bergandengan tangan.


"Mama mau kemana?",tanya Dea saat melihat Marisa yang tampak cantik.


"Ke pertunangan Dokter Aris sayang,kalian gak pergi?",jawab Marisa.


"Pergi Ma..."


"Barengan aja Ma,tunggu sebentar aku dan Dea ganti baju dulu",ujar Kalen.


"Baiklah...Mama juga lagi nunggu adik kamu dandan dari tadi gak kelar kelar juga",jawab Marisa.


Kalen dan Dea melangkah menuju kamar mereka untuk berganti pakaian.


Setelah setengah jam berlalu semuanya siap berangkat menuju tempat dimana pertunangan Aris dan Dokter Shasa dilaksanakan.


Dea begitu sangat cantik dengan gaun pesta yang membalut tubuh indahnya.Kalen sebenarnya uring uringan dengan Dea yang tampak begitu berbeda kali ini.


"Berhenti bersikap seperti itu Kalen.Dea sudah menjadi milikmu lalu apa lagi yang kamu takutkan?",ujar Marisa yang geleng kepala melihat muka cemberut Kalen.


Dea tersenyum melihat sang suami yang memeluknya dengan posesif dari samping.


"Bukankah kamu telah berhasil membuat aku hamil Kak,agar tak ada lagi yang menggangguku",ujar Dea.


"Tapi tetap saja banyak pria yang memandangmu dan berusaha mendekatimu",ujar Kalen.


"Hahahaha...derita kamu memiliki istri cantik dan masih belia",kekeh Marisa membuat semua orang tertawa.

__ADS_1


"Sudah Kak...aku gak akan tergoda, percayalah",jawab Dea.


...****************...


__ADS_2