Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Pebinor sialan


__ADS_3

Kalen menatap sang istri yang tertidur pulas,pria itu tak tega membangunkannya karena semalam mereka tidur cukup lama.Entah angin dari mana wanita hamil itulah bergadang menonton film kesukaannya.Tak biasanya wanita hamil itu mau bergadang apalagi pagi ini ia ada kelas pagi.


Kalen turun dari ranjang dengan begitu hati hati agar sang istri tak terbangun.Namun wanita itu nyatanya terbangun.


"Kak...",ujar Dea dengan suara serak khas bangun tidur.


Kalen menoleh lalu tersenyum tipis."Sudah bangun, hum", tanya Kalen mengecup kening Dea cukup lama.


"Huummm...",angguk Dea tersenyum kecil.


"Ayo mandi,kamu ada kelas pagi kan?", ujar Kalen menyibak rambut Dea yang menutupi wajah polosnya.


"Ya...Kak",jawab Dea tersenyum tipis.


"Mau aku gendong?",tanya Kalen.


"Gak usah Kak,aku bisa jalan sendiri",jawab Dea.


"Ayo...nanti kamu telat loh",ujar Kalen.


"Hmmmm...",jawab Dea bangkit dari tidurnya.


Kalen tersenyum lalu turun dari tempat tidur dan berjalan menuju arah jendela untuk menyibak gorden jendela.Sedangkan Dea melangkah memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tring....


Kalen menatap layar ponsel yang istri yang berdering.Tampak nomor asing yang menghubungi istrinya itu.


Kalen mengerutkan keningnya mencoba mengabaikan panggilan itu,namun nomor itu kembali menghubungi Dea.Kalen menghela nafas panjang lalu menekan tombol hijau.


"*Dea...ini aku Deva--


"Masih berani menghubungi istriku, hum?.Tidak cukup kemarin kau mendapatkan hukumannya karena telah mengganggu istri orang",ujar Kalen datar.


"Dea harus tau apa yang telah anda lakukan pada saya Pak",ujar Devano.


"Lalu kau pikir Dea akan peduli?.Dia MILIKKU dan dia akan selalu menjadi milikku.Dan satu lagi Dea tak akan pernah peduli denganmu",ujar Kalen.

__ADS_1


Klik*.


"Shitt...",umpat Kalen lalu menekan tombol blokir lalu meletakkan kembali ponsel Dea diatas nakas.


"Dasar pebinor sialan",gumam Kalen diiringi umpatan kecil.


"Kak...ada apa?", ujar Dea yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Tak apa sayang, sudah siap?", tanya Kalen.


"Sudah...Kakak mandi gih",jawab Dea.


"Baiklah baby...",ujar Kalen mengecup sekilas pipi Dea lalu berlari ke kamar mandi.


Dea mengggeleng pelan melihat kelakuan sang suami.Ia meraih ponselnya untuk mengecek apakah ada pesan digrup kelasnya.


Tring...


Dea mengerutkan keningnya saat panggilan masuk dari nomor yang tak ia kenali.Karena penasaran ia mendial tombol hijau.


"*Hallo..."


"Maaf ini siapa?",tanya Dea.


"Aku Devano..."


"Hah?.A-ada apa Kak?",tanya Dea.


"Aku ingin mengatakan jika su--


Klik*


"Yah...mati",keluh Dea saat ponselnya mati kehabisan baterai.


Wanita itu langsung mencarger ponselnya lalu membersihkan tempat tidur.Setelahnya selesai barulah ia berpakaian sekaligus mengambilkan pakaian ganti untuk sang suami yang akan berangkat kerja.


Meski hamil ia tak mau manja,ia akan melakukan pekerjaan kecil yang bisa ia lakukan.Walau Kalen seringkali melarangnya namun selagi aman dan nyaman ia tak mempermasalahkan.

__ADS_1


"Kak...ini pakaian kerja kamu ya",ujar Dea meletakkan pakaian kerja Kalen diatas tempat tidur.


"Sayang... sudah berapa kali aku katakan jangan melakukan pekerjaan apapun,kamu lagi hamil",ujar Kalen mendekap pinggang langsing Dea.


"Hanya mengambilkan pakaian kerja kamu Kak gak akan membuat perut aku sakit",jawab Dea.


"Selalu saja ada jawabannya, hum",ujar Kalen mencubit gemas hidung mancung Dea.


"Hehehe...kamu berpakaian dulu Kak,katanya ada meeting",jawab Dea terkekeh kecil.


"Baiklah baby...kamu kenapa cantik begini?",tanya Kalen menatap intens wajah Dea.


"Dari lahir Kak",kekeh Dea.


"Pintar menjawab ya sekarang", gelak Kalen.


"Udah Kak... cepatan,kalau gak aku biar diantar Pak Abdul saja",ujar Dea.


"Berani kamu berangkat diantar Pak Abdul, besok dia tidak lagi bekerja",ujar Kalen datar.


Dea menelan salivanya melihat wajah serius sang suami."Kak kamu kenapa tega banget kayak gini",jawab Dea.


"Itu karena kamu.Aku tak mau satu orangpun yang berdekatan dengan kamu, kecuali aku gak bisa mengantar kamu",ujar Kalen.


"Posesif", jawab Dea.


"Itulah Kalendra...",balas Kalen.


"Kak..."


"Hmmmm", jawab Kalen.


"Tadi...Kak Devano telfon aku", ujar Dea.


"Lalu--Kalen menatap datar sang istri.


"Gak tau, tiba tiba ponsel aku mati", jawab Dea.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2