Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Ancaman Kaisan


__ADS_3

"Apa?",ujar Kaisan menatap Wulan yang sudah ketakutan.


"Kak...aku minta maaf,aku--


"Aku bukan Kakakmu", ketus Kaisan.


"Tuan...saya mohon ampuni saya,saya berjanji tidak akan menggangu Dea lagi",lirih Wulan.


"Apa jaminannya?",tanya Kaisan.


"Apapun Tuan",jawab Wulan.


Kaisan tersenyum licik."Kau dipecat dari pekerjaanmu",ujar Kaisan.


"Baiklah Tuan tapi saya mohon jangan lakukan apapun pada saya sekarang",jawab Wulan dengan raut wajah ketakutan.


"Kau tak bisa memerintahku",ujar Kaisan dengan tatapan datar.


Gluk


Wulan menelan salivanya kasar saat melihat tatapan tajam Kaisan yang seakan ingin mengulitinya.


"Tu-tuan...maaf bukan maksud sa-saya se--


"Heh...dimana keberanianmu tadi menyerang Dea,huh?.Pergilah dari sini dan temui esok pagi HRD dari rumah sakit",ujar Kaisan.


"Tuan...bukankah Anda tidak akan


mempermasalahkan ini",ujar Wulan ketakutan.


"Kata siapa, hum?",ujar Kaisan tersenyum remeh.


"Tuan saya mohon--


"Pergilah dari sini dan jangan lagi tampakkan muka sok polos kamu ini dihadapan Dea maupun saya",ujar Kaisan mengusir Wulan.


Wulan langsung balik kanan dan pergi dari hadapan Kaisan.Renacananya untuk memberi pelajaran pada Dea gagal total.Kini dia tak bisa lagi menyentuh Dea jika tidak karirnya yang akan hancur.


"Kenapa semuanya jadi seperti ini",gumam Wulan saat melihat Dea yang sedang Anda bersama Kalen.


Gadis itu melangkah meninggalkan kediaman Atmaja dengan langkah gontai.Sekarang kedudukan dengan Dea jauh berbeda.Dea sekarang istri dari CEO rumah sakit tempatnya bekerja.


"Jika aku tau Dea akan menikah dengan Pak Kalen aku saja yang mengajukan diri pada ibuk",gerutu Wulan berjalan menuju gerbang untuk mencari taksi.


Sementara itu Dea sedang duduk disalah satu meja karena lelah berdiri menemani Kalen menyapa relasi bisnisnya.


"Kak Dea..."


"Eh...Ra,ada apa?",tanya Dea pada adik iparnya.


"Boleh duduk disini gak?",tanya Kaira balik.

__ADS_1


"Silahkan...!",jawab Dea mempersilahkan adik iparnya itu untuk duduk.


"Kamu cantik sekali Kak",puji Kaira.


"Kamu juga Kaira",jawab Dea.


"Aku kalah jauh mah dibandingkan Kak Dea",ujar Kaira.


"Kamu bisa saja...",jawab Dea.


"Kak..."


"Ya..."


"Kayaknya Kak Kalen mulai menyukai Kakak deh, lihatlah dari tadi dia curi curi pandang ke Kakak ",ujar Kaira yang memergoki Kakaknya mencuri curi pandang pada Dea.


"Kamu bisa saja Ra,mana mungkin aku bukanlah tipe wanita idaman Kakak kamu",ujar Dea yang teringat saat pertama mereka menikah jika Kalen pernah mengatakan jika dirinya bukanlah wanita idamannya.


"Tapi aku yakin kali ini Kak, siapa sih yang bisa nolak gadis secantik kamu Kak.Kak Kalen itu susah untuk mengakui perasaannya Kak.Tapi jika sudah jatuh cinta bakalan posesif",ujar Kaira.


"Aku gak pernah berharap lebih Ra, biarlah waktu yang merubah semuanya.Jika pada akhirnya kita pisah setidaknya aku pernah memiliki keluarga seperti kalian",jawab Dea.


"Kak...aku yakin sekali Kakak dan Kak Kalen bakalan saling jatuh cinta",ujar Kaira.


Dea tersenyum tipis mendengar ucapan adik iparnya itu.Tak lagi menjawab karena ia juga tak tau dengan nasib rumah tangganya akan seperti apa ke depannya.


"Buktinya Kak Kalen sudah memperkenalkan Kakak dengan semua orang bahkan rekan kerja dan relasi bisnisnya.Tunggulah ucapan kata cinta dari Kak Kalen,Kak",ujar Kaira beranjak dari duduknya karena melihat Kalen berjalan menuju mereka.


Dea tersenyum tipis lalu menggeleng pelan karena sang adik ipar yang terus memberikannya harapan jika suatu saat suaminya akan menerima kehadirannya dalam hidup pria itu.


"Oh gak ada Kak...",kilah Dea tersenyum canggung.


"Mau makan?",tanya Kalen.


"Nanti saja Kak,aku belum merasa lapar",jawab Dea.


"Yakin?.Kamu belum makan apapun dari siang loh Dea",ujar Kalen perhatian.


"Eh...?"


"Tunggu disini sebentar aku akan meminta pelayan mengambilkan makanan untukmu",ujar Kalen beranjak darii duduknya berjalan menghampiri pelayan untuk meminta mengantarkan makanan untuk Dea.


Dea tersenyum tipis sangat tipis.Bohong jika ia tak bahagia di perhatikan sedemikian oleh sang suami.Diakui saja sudah lebih dari cukup olehnya.


Dari kejauhan seorang pria yang baru saja datang memerhatikan Dea.Ingin menghampiri tapi tadi saat melihat Kalen duduk semeja dengan Dea membuatnya tak mau mengganggu gadis itu.Setidaknya ia bisa melihat Dea dari kejauhan.


Dea tersenyum saat melihat pelayan datang membawakan begitu banyak makanan untuknya.


"Bi... kenapa sebanyak ini?",tanya Dea yang terkejut dengan begitu banyaknya makanan yang dibawakan oleh pelayan.


"Ini pesanan Tuan muda Nona",jawab pelayan ramah.

__ADS_1


"Dea...Kalen mana?",tanya Marisa menghampiri menantunya.


"Oh tadi kearah sana Ma", tunjuk Dea ke arah meja prasmanan.


"Oh..."


"Nah... itu dia Kak Kalen Ma",ujar Dea menunjuk seorang pria tampan berjalan menuju mereka.


"Kenapa Dea ditinggal sendirian Kalen?",ujar Marisa.


"Kalen tadi ada--


"Kamu gak lihat para pria diam diam mencuri pandang kearah Dea.Mau...Dea ada yang menggoda,hum?",ujar Marisa.


Kalen menatap sekelilingnya dan benar saja ada beberapa pria yang kepergok olehnya mencuri pandang pada sang istri.


"Ck...ingin rasanya aku congkel mata mereka",batin Kalen.


"Ya sudah Mama tinggal dulu,ingat Dea jangan kamu tinggal lagi",ujar Marisa sebelum benar benar pergi meninggalkan sepasang suami istri itu.


Kalen kembali duduk dihadapan sang istri,dia akui memang Dea cantik dan ada sesuatu yang ada pada diri Dea yang mampu menarik perhatian kaum adam yaitu pesona alami dari gadis itu.


"Kenapa gak di makan?",tanya Kalen.


"Kak aku gak bisa habisin sebanyak ini",ujar Dea.


"Makan saja dulu,aku gak tau makanan kesukaanmu makanya meminta pelayan membawakan makanan sebanyak ini",ujar Kalen.


"Kakak gak ikut makan?",tanya Dea yang sedikit salah tingkah karena ditatap lekat oleh Kalen.


"Kamu makan saja dulu",jawab Kalen.


"Tapi aku gak--


"Makanlah...!",ujar Kalen.


Dea dengan pelan mengambil makanan dan memberikan pada Kalen."Kakak juga harus ikut makan,pasti Kakak juga belum makan kan?",ucap Dea.


"Terimakasih...",jawab Kalen menerima. makanan yang diberikan oleh Dea.


Keduanya makan dengan khidmat dan tak ada yang saking membuka suara.


Keduanya tak luput dari pandangan Tuan Wiliam yang tersenyum bahagia melihat cucunya mulai bisa menerima kehadiran Dea sebagai istrinya.


"Kamu akan berterimakasih pada Kakek jika kau ingat siapa Dea",batin Tuan William.


"Ada apa Pa?",tanya Rendra menghampiri Papanya.


"Lihatlah... mereka terlihat begitu serasi",ujar Tuan Wiliam pada anaknya menunjuk Dea dan Kalen.


"Iya Pa...andai mereka saling cinta pasti akan lebih bagus lagi", jawab Rendra membenarkan ucapan Papanya.

__ADS_1


"Selamat malam Tuan Wiliam..."


...****************...


__ADS_2