Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Sah


__ADS_3

Waktu terus berlalu dan hari ini adalah hari yang paling mendebarkan bagi Kaisan.Sebentar lagi ia akan menghalalkan sang kekasih.Pria itu tampak gagah dengan beskap putih senada dengan kebaya yang akan digunakan Mika.


Kiasan tampak berkali-kali menghembuskan nafas panjang menepis rasa gugupnya.Pria yang kini sudah duduk dihadapan pak penghulu itu makin berdebar saat paman Mika yang ditunjuk Bapak Mika menggantikan dirinya sebagai wali nikah dari putrinya duduk dihadapannya.


Bapak Mika belum seluruhnya pulih dari stroke yang pria paruh baya itu alami.Sehingga menunjuk adiknya untuk menikahkan putrinya.


Sedangkan Mika ada dikamarnya ditemani Dea dan Kaira.Gadis yang sudah dirias itu masih tetap disana sebelum Kaisan selesai mengucapkan ijab kabul.


Sementara itu diluar Kaisan baru saja menjabat tangan paman dari Mika untuk melakukan ijab kabul.


"Saudara Kaisan siap menjadi imam dan sini dari keponakan saya.Menerima kekurangannya karena sejatinya pernikahan saling melengkapi kekurangan pasangan",ujar Paman dari Mika.


"Insyaallah siap",jawab Kaisan.


Dengan satu tarikan Kaisan begitu lancar menjawab kabulnya.Resmi sudah ia dan Mika menjadi pasangan suami istri.Pria itu bernafas lega akhirnya gadis yang selama ini ia harapkan sah sudah menjadi istrinya.


Mika dikamarnya ikut bernafas lega karena Kaisan begitu lancar membaca kabulnya.Didampingi Dea dan Kaira,Mika digandeng menuju meja akad.


Kaisan yang duduk di meja akad begitu terpesona akan kecantikan gadis yang baru beberapa menit yang lalu resmi menjadi istrinya.


"Ehemmm...",Kaira berdehem pelan menyadarkan Kaisan yang menatap Mika tak berkedip.


Semua orang tertawa melihat kelakuan pria itu.Terkecuali Kalen yang tampak kesal karena beberapa pria diam diam menatap sang istri.


Setelah penghulu membacakan khutbah nikah acara dilanjutkan dengan penandatanganan buku nikah.


Kaisan menyematkan cincin berlian yang merupakan cincin nikah yang sengaja ia pesan khusus untuk sang istri dimana ada nama mereka di belakang cincin.

__ADS_1


Dan Tak hanya itu, Marisa mengalungkan kalung yang merupakan milik keluarga Atmaja.Kalung yang merupakan milik dari mendiang istri Tuan Wiliam itu tampak sangat indah di leher jenjang Mika.


"Terimakasih Ma...", bisik Mika memeluk mertuanya itu dengan haru.


"Ya... jadilah istri yang baik dan juga kelak ibu yang baik untuk anak anak kalian.Ingat rumah tangga itu saling melengkapi bukan siapa yang unggul.Jika Kaisan salah maka ingatkan dia,ya",ujar Marisa lalu mengecup kening sang menantu dengan penuh kasih sayang.


"Insyaallah Ma...",jawab Mika degan suara serak menahan tangisannya.


Acara dilanjutkan dengan syukuran yang diadakan oleh kaluarga Mika sebelum petang nanti mereka akan kembali ke kota melanjutkan acara resepsi pernikahan.


Mika saat sudah berada dikamarnya yang dihiasi layaknya kamar pengantin dengan ornamen putih dan ranjang yang ditaburi kelopak bunga mawar segar.


Gadis itu membuka satu persatu pernak pernik yang ada di tubuhnya didepan meja riasnya.


Ceklek


Kaisan memasuki kamar itu dan mengunci pintu kamar.Hal itu membuat Mika tampak gugup karena untuk pertama kalinya ia satu kamar dengan seorang pria.


Kaisan melangkah menghampiri Mika yang menatapnya dari pantulan cermin.


"Cantik...", bisik Kaisan membuat Mika tersipu malu.


Kaisan menyentuh kedua bahu Mika dengan lembut membuat gadis itu memejamkan kedua matanya.


"Aku mencintaimu...",bisik Kaisan tepat ditelinga Mika lalu mengecup leher jenjang Mika dengan lembut.


Nafas Mika tampak memburu menikmati sesuatu yang baru ia rasakan seumur hidupnya.

__ADS_1


Kaisan mengecup bahu polos Mika karena kebaya yang digunakan Mika memiliki model leher yang terbuka di bagian bahu.


"Mash...", lirih Mika membuat Kaisan terpaku.


"Kamu memanggilku apa barusan?", tanya Kaisan menatap sang istri dari pantulan cermin.


Mika tersenyum tipis."Mas...",jawab Mika.


Kaisan tersenyum lebar lalu memeluk gadisnya itu dari belakang.


"Salah ya...?",tanya Mika.


"Tidak...",jawab Kaisan.


"Aku tau usia kita berbeda,kamu lebih muda dariku.Tapi kamu suamiku sekarang,dan aku tak mungkin memanggilmu seperti biasanya",ujar Mika.


"Hanya dua tahun Mika",jawab Kaisan menyembunyikan wajahnya diceruk leher Mika.


"Mas..."


"Hmmmm"


"Aku--


"Kita akan melakukannya dikota bukan disini, jadi biarkan seperti ini sebagai sebentar saja",ujar Kaisan.


Mika membeku mendengar ucapan sang suami.Sebentar lagi apa yang ia jaga selama ini akan ia serahkan pada pria yang kini memeluknya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2