
"Silahkan masuk sayang...",ujar Kaisan saat membukakan pintu rumah mereka.
"Assalamualaikum...",ucap Mika melangkahkan kakinya memasuki rumah yang dibelikan sang suami.
"Waalaikum salam",jawab beberapa orang pelayan yang sudah menunggu kedatangan mereka.
"Mas... mereka--
"Dia yang akan membantu kamu mengurus rumah ini mulai hari ini",jawab Kaisan yang menarik koper mereka.
"Selamat datang Nona Muda", ucap kepala pelayan.
"I-iya Buk", jawab Mika tersenyum tipis.
"Bik...tolong siapkan makan siang ya",ujar Kaisan.
"Baik Tuan Muda",jawab kepala pelayan itu patuh.
"Sayang...ayo kita lihat kamar kita",ujar Kaisan menarik pergelangan tangannya Mika menuju lantai dua rumah itu.
"Mas...ini rumahnya bukan kecil tapi besar",ucap Mika menatap seisi rumah itu yang tampak mewah.
"Tapi tak sebesar rumah Kak Kalen yang pernah kamu tempati",jawab Kaisan.
"Tapi aku lebih suka rumah ini karena dibeli oleh suamiku sendiri dengan jerih payahnya sendiri selama ini",ujar Mika saat mereka akan memasuki kamar mereka.
"Terimakasih mau menerimaku apa adanya",jawab Kaisan mengusap pucuk kepala sang istri dengan lembut.
"Ya..."
"Ayo masuk,ini kamar kita", ujar Kaisan menarik gagang pintu.
"Mas...ini--
"Kenapa?", tanya Kaisan melihat sang istri yang tertegun diambang pintu kamar.
"Mas kamar ini sangat indah",jawab Mika berjalan dengan pelan memasuki kamar itu.
"Kamu suka?", tanya Kaisan.
"Ya Mas...",jawab Mika.
"Itu ruang ganti sekaligus tempat pakaian kita",ujar Kiasan menunjuk sebuah ruangan disisi kamar mandi.
__ADS_1
"Mas kamar mandi ini?",tanya Mika saat menatap kamar mandi di dindingnya dari kaca.
"Kenapa?,hanya akan ada kita berdua dikamar ini jadi apa masalahnya?",jawab Kaisan.
"Ck...ini sangat mengerikan jika aku yang mandi Mas, kamu--
"Aku sudah melihat semuanya bahkan menikmatinya lalu apa lagi yang membuat kamu malu atau risih jika aku melihatmu mandi dari luar kamar mandi",ujar Kaisan.
"Tapi--
"Sudah ayo kita lihat walk in closetnya",ujar Kaisan membawa Mika memasuki ruangan yang terdapat disebelah kamar mandi.
"Lihatlah...semua pakaian,tas,sepatu dan perhiasan untukmu ada diruangan ini", sambung Kaisan.
"Kapan kamu membeli semua ini Mas?", tanya Mika menyentuh satu persatu barang yang ada di ruangan itu.
"Sebelum kita menikah,aku dibantu Kak Dea untuk memilihkan ukuran pakaianmu",jawab Kaisan.
"Oh..."
Kaisan membiarkan Mika diruangan ganti sementara ia merebahkan tubuhnya di ranjang.Matanya terasa berat dan mengantuk, perlahan pria itu memejamkan kedua matanya dan tertidur dengan posisi kaki yang menjuntai ke bawah.
Mika yang keluar dari walk in closet menggeleng pelan melihat sang suami yang sudah memasuki alam mimpinya.
Dengan hati hati Mika membuka sepatu Kaisan dan dengan sedikit kesulitan ia membenarkan tidur suaminya itu.
Ia gak menyangka akan menjadi Cinderella dalam dunia nyata.Suaminya begitu mempersiapkan semuanya untuknya dirumah mewah ini.
Ia bahkan tak pernah bermimpi akan hidup seperti ini setelah menikah.Ia pikir Kaisan tak akan sanggup membeli rumah sebesar ini karena pria itu belum bekerja.Tapi Kaisan memiliki beberapa restoran yang cukup ramai.
***
"Nak Faris hati-hati ya.Kaira anaknya sedikit cerewet dan gak bisa diam.Harap dimaklumi ya",ujar Marisa pada Faris.
"Ya Buk...",jawab Faris.
Faris dimintai Kalen untuk menjemput sang adik yang akan berliburan di rumahnya.Sekalian pria itu ada meeting di daerah itu.
"Ma...aku berangkat ya",ujar Kaira yang datang dari dalam rumah lalu menyalami punggung tangan sang Mama.
"Iya...jangan membuat Nak Faris susah selama perjalanan",jawab Marisa mewanti wanti putrinya itu.
"Iya Ma...", jawab Kaira.
__ADS_1
"Saya berangkat dulu Buk",ujar Faris tersenyum ramah.
"Iya hati hati",jawab Marisa melepas kepergian asisten kepercayaan anak sulungnya itu dengan putrinya.
Mobil yang dikendarai Faris meninggalkan kediaman Atmaja.Pria itu fokus pada stir mobilnya.
Kaira tampak canggung dengan situasi ini karena kejadian kemarin.Ia ingin sekali menemani pria itu mengobrol tapi ia takut Faris mengacuhkannya seperti kemarin.
Selama perjalanan keduanya bungkam dan tak ada yang membuka suara.Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Kalau mau ke kamar mandi, silahkan dulu turun",ujar Faris saat ia memasuki area pom bensin.
"Ya Kak...",jawab Kaira turun dari mobil karena dirinya memang sedari tadi ingin buang air kecil.
Kaira memasuki toilet umum dan menuntaskan hajatnya.Setelah selesai gadis itu kembali menuju mobil Faris yang ternyata sudah selesai mengisi bensin.
Saat Kaira akan memasuki mobil ternyata pria itu tak ada di dalam mobil.Gadis itu memutuskan untuk menunggu diluar mobil karena ia yakin Faris pergi ke toilet.
"Hai sendiri?", seorang pria menghampiri Kaira.
Kaira mengacuhkan pria itu karena ia tak berniat untuk berkenalan dengan orang asing yang gak ia kenal.
Merasa diabaikan pria itu tampak terlihat kesal."Jangan sok jual mahal",geram pria itu mencengkram tangan Kaira.
"Lepaskan tanganmu darinya",teriak seseorang.
"Kak Faris...",gumam Kaira.
"Jangan ikut campur",ujar pria itu menatap tajam Faris.
"Kau menyentuhnya istriku, jelas itu menjadi urusanku",jawab Faris membuat pria itu langsung melepaskan cengkeramannya ditangan Kaira dan pergi begitu saja.
Kaira membeku dengan pengakuan Faris yang mengatakan jika dia adalah istrinya.
"Kenapa tidak menungguku didalam mobil Kaira.Area sini rawan kejahatan pelecehan terhadap wanita",ujar Faris.
"Oh aku pikir tadi pintunya dikunci",jawab Kaira.
"Tanganmu baik baik saja kan?", tanya Faris memegang pergelangan tangan Kaira yang tampak merah.
"Hanya memar sedikit saja Kak",jawab Kaira.
"Walau sedikit akan jadi masalah besar oleh Pak Kalen, Kaira",ujar Faris.
__ADS_1
"Masuklah...!, nanti aku akan membelikan obat memar", sambung Faris.
...****************...