Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Kebenaran


__ADS_3

Dea membalikan badannya menatap Sandra yang tersenyum lembut padanya.


Kalen tak melepaskan genggaman tangannya pada jemari Dea.Ingin rasanya ia membawa Dea dari sana namun ia ingin melihat bagaimana reaksi Dea.


"Dea...ini ibu Nak,Ibu da--


"Kemana saja selama ini?",tanya Dea dengan wajah datarnya.


Sandra terpaku melihat tatapan datar sang putri."Dea...maafkan ibu--


"Untuk apa lagi datang menemuiku?,Anda sudah bahagia bukan dengan keluarga baru yang anda bangun saat ini",ujar Dea.


"Dea bukan seperti itu Nak,ibu--


"Kak...ayo kita pulang",ujar Dea menarik pergelangan tangan Kalen menuju mobil mereka.


Kalen mengikuti langkah Dea menuju mobil mereka dan sekilas melirik Sandra yang menatap mereka dengan raut wajah merah padam menahan amarah.


Dea tampak melamun sepanjang perjalanan pulang.Kalen tak mau menganggu wanitanya itu.Biarlah Dea berperang dengan hatinya tentang ibu kandungnya yang datang kembali ke kehidupannya.


"Kak..."


"Ya Baby,ada apa?",tanya Kalen menatap Dea sekilas kemudian kembali fokus pada jalanan.


"Menurut kamu apa aku salah bersikap seperti tadi?",tanya Dea dengan wajah datar menahan sesak di dadanya.


"Nanti kita bahas di apartemen,oke.Jika kita bahas di mobil aku yakin kamu pasti nangis dan aku gak akan konsentrasi nyetir jika kamu nangis baby",jawab Kalen.


"Kak...aku--Dea tak kuasa menahan laju air matanya yang dari tadi ia tahan.


Kalen yang tak kuasa melihat sang istri menangis membelokkan mobilnya kesebuah basment pusat perbelanjaan.


"Baby...hai...air mata kamu terlalu berharga untuk menangisi wanita itu",ujar Kalen membawa Dea kedalam pelukannya setelah ia mematikan mesin mobilnya.

__ADS_1


"Kak...kenapa baru sekarang", isak Dea.


Kalen tak menjawab pertanyaan Dea dan membiarkan wanitanya itu mengeluarkan semua apa yang ia pendam selama ini.Pria itu mengusap lembut punggung Dea agar wanitanya itu tenang.


"Kak...aku sudah tak lagi berharap untuk bertemu dengan dia yang meninggalkanku selama ini bersama seorang ibu yang begitu kejam.Dia hidup penuh kemewahan sedangkan aku untuk makan enak saja aku harus bekerja dulu",isak Dea disela tangisannya.


"Sekarang ada aku,dan kamu gak akan kekurangan apapun", bisik Kalen lalu mengecup pucuk kelapa Dea.


"Kak...aku membencinya,apa aku salah?",isak Dea sesugukan membenamkan wajahnya di dada bidang Kalen.


"Tidak sayang.Kamu berhak untuk membenci sifatnya tapi jangan orangnya.Bagaimanapun juga dia ibu kamu.Wanita yang melahirkan kamu",jawab Kalen memberikan pengertian pada sang istri dengan hati hati.


"Apa karena aku anak haram makanya dia malu dan meninggalkanku.Tapi--a-aku tak pernah minta dilahirkan Kak",isak Dea membuat Kalen mengeraskan rahangnya menahan amarahnya melihat tangisan sang istri.


Inilah yang ia takutkan jika Dea mengetahui kebenarannya.Dia takkan bisa melihat wanitanya itu menangis.


Kalen melerai pelukannya lalu menangkup pipi sang istri dengan kedua tangannya sembari mengusap sisa air mata dipipi sang istri dengan kedua ibu jarinya."Dengar aku baby,tak ada anak haram.Setiap anak yang lahir itu suci dan bersih.Yang haram itu perbuatan ayah dan ibunya",ujar Kalen yang tak tahan lagi melihat mata sembab sang istri.


"Tapi--


"Kak....a-aku gak mau lagi ketemu dia.Bawa aku pergi jauh Kak,aku mohon", lirih Dea kembali memeluk Kalen dan terisak.


Kalen membalas pelukan sang istri namun tiba tiba saja Dea gak sadarkan diri membuat Kalen panik seketika.


"Baby... Dera... bangun sayang",teriak Kalen menepuk pelan pipi Dea.


"Sayang... jangan bercanda.Ini gak lucu baby",ujar Kalen mengecek denyut nadi ditangan Dea yang ternyata lemah.


Kalen mendudukkan Dea dengan hati hati dan memasang seatbeltnya lalu kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit.


Panik.Tentu saja kerena denyut nadi Dea melemah.Kalen melajukan mobilnya cukup kencang,ia takut terjadi sesuatu pada Dea.


Sesampainya dirumah sakit Kalen langsung membawa wanitanya itu ke UGD.

__ADS_1


"Pak Kalen ,apa yang terjadi dengan Dea?",tanya Aris.


"Kamu tolong cek kondisi Dea ,Ris.Dea pingsan",ujar Kalen yang tampak mulai kacau.


"Ya...aku juga membutuhkan dokter kandungan Pak, karena Dea sedang hamil",jawab Aris.


"Aku akan menghubungi dokter Ria",jawab Kalen menghubungi mantan teman seprofesinya itu.


Tak lama Dokter Ria datang dan langsung memasuki UGD.Kalen menunggu dengan harap cemas.Ia takut terjadi hal buruk pada Dea dan berpengaruh pada kehamilannya.


Bukan dia tak bisa mengecek kondisi Dea.Ia terlalu kacau dan juga dia bukanlah dokter kandungan.


"Kalen..."


"Tante Vio...", gumam Kalen.


"Siapa yang sakit?",tanya Viona yang tak lain Tantenya sendiri.


"Dea...Tan",jawab Kalen.


"Apa yang terjadi?",tanya Viona.


Kalen menceritakan apa yang terjadi pada Dea.


"Tante yakin Dea baik baik saja, mungkin dia shock dengan semuanya",ujar Viona berusaha menenangkan sang keponakan.


"Ya Tan... Semoga", lirih Kalen.


Tak lama pintu ruang UGD terbuka,Kalen langsung menghadang Aris yang baru baru saja membuka pintu.


"Ris.. bagaimana keadaan Dea",ujar Kalen.


"Dia..."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2