
Faris tersenyum tipis saat melihat sang istri berjalan menuju mobilnya.Istrinya itu terlihat sangat cantik,aura ibu hamil membuat wanitanya itu makin mempesona.Bahkan ia tak bisa berkedip sedari tadi menatap wanita yang sudah mencuri seluruh hati dan dunianya itu.
Faris membukakan pintu otomatis saat Kaira akan memasuki mobil.
Kaira mengikat asal rambutnya keras karena gerah sedari tadi menggerai rambutnya.Sebenarnya ia sedari tadi ingin mengikat rambutnya itu tapi teringat akan ucapan sang suami yang tak mengizinkannya untuk mengikat rambutnya dihadapan banyak orang ia memilih untuk menahan rasa gerah.
Faris yang melihat sang istri yang begitu tampak makin cantik dengan rambut yang diikat asal itu gak bisa menahan diri.Ia menarik tengkuk Kaira dan melabuhkan kecupan di bibir wanita itu dan **********.
"Ahhh...Mas", lirih Kaira saat Faris melepaskan pagutannya dibibir sang istri.
"Your is beautiful baby", bisik Faris mengusap bibir sang istri yang basah oleh salivanya dengan ibu jarinya.
Kaira tersipu malu di puji demikian, jantungnya berdegup kencang.Pria itu sungguh sangat pandai membuat hatinya melayang..
"Bagaimana dengan ujiannya,hm?",tanya Faris kembali menegakkan tubuhnya.
"Sedikit sulit tapi aku yakin semua jawabanku benar", jawab Kaira.
"Mas yakin semua pasti benar karena istri Mas ini sangat pintar",ujar Faris mengacak rambut Kaira.
"Bisa saja kamu Mas",kekeh Kaira.
"Langsung pulang satu ke suatu tempat dulu",ujar Faris saat akan menyalakan mesin mobilnya.
"Hmmm jalan jalan ke Mall, boleh?",tanya Kaira.
"Tentu baby",jawab Faris tersenyum tipis lalu melajukan mobilnya meninggalkan pelataran parkir kampus.
"Mau beli apa nanti di Mall?",tanya Faris melirik sekilas pada sang istri yang sibuk dengan ponselnya.
"Gak tau,lihat nanti dulu aja",jawab Kaira menyimpan ponselnya.
"Mas...Kak Mika ngundang kita untuk syukuran tujuh bulan kehamilannya besok lusa",ujar Kaira.
"Baiklah tapi kita ke dokter dulu besok untuk memeriksakan kehamilan kamu",jawab Faris.
"Iya Mas...",jawab Kaira.
"Dia baik baik saja kan sayang?",tanya Faris mengusap perut rata Kaira dibalik gaun yang Kaira gunakan.
"Alhamdulillah Mas,dianya gak rewel.Akunya juga gak mengalami mual atau sebagainya.Hanya pusing saja itupun hanya dipagi hari",jawab Kaira.
__ADS_1
"Syukurlah sayang.Mas harap kalian sehat selalu", ucap Faris.
"Aamiin...",jawab Kaira.
Tak lama kedua sampai di Mall, Faris mengenggam erat jemari Kaira takut wanita itu hilang di tengah keramaian ini.Faris diminta Kaira untuk mamakai Masker agar ketampanan suaminya itu tersamarkan.Ia tidak ingin pengunjung kegenitan menggoda suami.
Faris yang sudah bucin pada sang istri menurut saja.Ia tak ingin memperburuk mood sang istri dengan membantah keinginan ibu hamil itu.
"Mas...aku mau beli dalaman dulu,mau ikut atau nunggu diluar?",tanya Kaira.
"Jika Mas nunggu diluar gak apa apa kan?",tanya Faris.
"Gak apa apa,kalau gitu aku masuk dulu ya",ujar Kaira.
"Ya...ini kartu untuk kamu pakai",ujar Faris memberikan kartu berwarna emas pada Kaira.
Kaira menerima kartu itu dan masuk kedalam toko, sementara Faris menunggu diluar dengan mengecek email dari ponselnya.
Kaira memilih beberapa set pakaian dalam dan ia tak sengaja melihat sebuah lingerie berwarna hitam dengan model yang sangat sexy.Wanita itu menyambar lingerie itu dan memajukan kedalam keranjang belanjanya.
Setelahnya ia membayar lalu keluar dari toko menghampiri sang suami yang sibuk dengan ponselnya.
"Mas..."
"Udah...",angguk Kaira lalu memberikan kembali kartu kredit yang tadi Faris berikan padanya.
"Pegang aja dulu",jawab Faris lalu menggandeng tangan sang istri.
"Mau beli apa lagi?",tanya Faris.
"Jalan aja dulu Mas",jawab Kaira.
"Kamu gak mau beli perhiasan?",tanya Faris saat melewati toko perhiasan.
"Hmmm...gak deh Mas",geleng Kaira.
"Kenapa?",tanya Faris.
"Bukankah di rumah udah ada ya Mas",jawab Kaira yang memang tak terlalu menyukai perhiasan saat bepergian.Saat ini saja ia hanya memakai cincin nikah, anting dan juga kalung kecil.
"Mas ingin membelikannya untuk kamu tapi jangan pernah dilepas",ujar Faris membawa Kaira memasuki toko perhiasan itu.
__ADS_1
"Kalung dengan liontin huruf F ya",ujar Faris membuat Kaira melongo.Suaminya itu membeli perhiasan sudah seperti membeli makanan saja.
"Ini yang terbaru dari toko kami, liontin inisial bermatakan berlian 18 karat",ujar pemilik toko memperlihatkan deretan liontin inisial huruf.
"Saya ambil yang F dengan rantai kecil saja",jawab Faris.
"Mas...itu pasti mahal", bisik Faris.
"Jika untukmu tak ada yang mahal sayang.Justru semakin kamu bahagia rezeki Mas semakin banyak",jawab Faris.
"Ini Tuan...",ujar pemilik toko.
Faris menerima kalung itu dan memasangkannya di leher sang istri.Pria itu tersenyum melihat kalung dengan inisial namanya itu terpasang di leher sang istri.
"Jangan pernah di lepas ya sayang",ujar Faris diangguki Kaira yang mengamati kalung itu dari pantulan cermin toko perhiasan itu.
Setelah itu mereka keluar dari toko.Lagi dan lagi Faris memaksa Kaira untuk membeli beberapa gaun untuk Kaira gunakan pergi kuliah.Karena ia melarang keras Kaira menggunakan celana jeans.
"Kamu mau makan apa?",tanya Faris.
"Gak...aku mau makan di rumah aja Mas, masakan kamu",jawab Kaira.
"Baiklah tuan putri,kita pulang",ujar Faris yang menenteng begitu banyak belanjaan dan itu semua milik Kaira.
"Capek ya?",tanya Faris saat mereka sudah didalam perjalanan pulang.
"Sedikit,kaki aku terasa sedikit pegal Mas",jawab Kaira.
"Sini kan kaki kamu!",ujar Faris.
"Ha?"
"Naikan kaki kamu ke atas paha Mas!",jawab Faris yang masih fokus pada jalanan yang mulai gelap.
"Tapi--
"Ayo!",ujar Faris.
Dengan perlahan Kaira memiringkan duduknya lalu meletakkan kedua kakinya ia atas pangkuan Faris.
Pria itu langsung memijit dengan pelan kaki sang istri dengan sebelah tangannya sementara pandangannya fokus pada jalanan.
__ADS_1
Hati Kaira menghangat melihat perlakuan sang suami yang begitu pengertian dengannya.
...****************...