
Faris tersenyum tipis menunggu jawaban dari Kaira.Wajah cantik Kaira tampak begitu lucu saat sedang tengah berpikir itu oleh Faris.
"Gimana kalau Mas?",tanya Kaira.
"Tidak terlalu buruk", jawab Faris.
"Tapi saat di kantor aku akan tetap memanggil kamu dengan sebutan Pak,gimana?",tanya Kaira.
"Terserah kamu dan senyamannya kamu",jawab Faris mengacak rambut panjang Kaira.
Gadis itu melongo dengan apa yang baru saja Faris lakukan padanya.
"Kenapa?",tanya Faris yang mengerutkan keningnya saat melihat Kaira tanpa bengong.
"Ah tidak.Aku keruanganku dulu Kak-- eh Mas", jawab Kaira segera berlalu dari ruangan tunangannya itu.
Setibanya diruangannya Kaira menyentuh dada sebelah kirinya yang berdebar saat Faris mengacak rambutnya.
"Ada apa sama gue?", batin Kaira.
"Ck...apa yang aku pikirkan,masa iya sih gue--ah gak mungkin",gumam Kaira duduk di kursi meja kerjanya untuk memulai pekerjaannya.
Diruangannya Faris tampak duduk bermenung, kenapa tadi ia begitu takut Kaira salah paham dengan apa yang terjadi dengannya dan Ayuni.
Jujur beberapa hari ini bayangan Kaira terus muncul dalam pikirannya.Perkataan sang Mama kembali terngiang diingatannya.
**Jangan sampai nanti kamu menyesal dikemudian hari karena mengabaikan gadis itu.Gadis seperti Kaira pasti banyak yang suka.Jaga dia baik baik sebelum kamu kehilangan karena Kaira kepincut pria lain**
Ucapan sang Mama membuat Faris galau, terlebih ia saat ini terang terangan ada pria lain yang juga menyukai gadis periang itu.
Benar apa yang dikatakan sang Mama jika Kaira pasti banyak yang suka.Apalagi usia mereka yang terpaut 6 tahun lebih tua dari Kaira yang saat ini menginjak usia 20 tahun.Gadis seperti Kaira pasti lebih menyukai pria yang seumuran dengannya dibandingkan dirinya yang jauh lebih tua darinya.
Tring
Faris mengangkat panggilan telfon dari resepsionis.
^^^"Ada apa Linda?",tanya Faris pada resepsionis yang bernama Linda itu.^^^
"Maaf Pak Faris,ada seseorang yang ingin bertemu dengan Bapak",jawab Linda.
"Siapa?",tanya Faris menatap layar komputer.
"Atas nama Pak Rendra...",jawab Linda.
"Apa?, kenapa kamu tak langsung menyuruhnya langsung ke atas, beliau adalah orang tua Pak Kalen",ujar Faris.
"Maaf Pak,saya tidak tau",jawab Linda.
"Saya akan menjemputnya ke bawah",ujar Faris.
"Baiklah Pak,akan saya katakan",jawab Linda.
"Hmmmm"
Tut
Faris beranjak dari duduknya untuk menjemput sang calon mertua yang berada dilantai dasar.
Pria tampan ia tampak begitu gugup karena kedatangan Rendra ke kantor dan ingin menemuinya.
Ting
Faris terkejut saat lift terbuka dan tampak Rendra keluar dari sana.
__ADS_1
"Tuan...saya berencana menyambut anda ke bawah",ujar Faris.
"Santai saja Faris, panggil saya Papa saja sama akan halnya Kaira",jawab Rendra menepuk pelan bahu Faris.
"I-iya Pa",ujar Faris.
"Mari Pa,ke ruangan saya",jawab Faris.
"Ya..."
Keduanya melangkah menuju ruangan Faris dengan beriringan.
"Mau minum apa Pa?",tanya Faris.
"Tidak usah Ris, Papa hanya sebentar saja", jawab Rendra.
"Duduklah!,maaf kedatangan Papa mengganggu pekerjaanmu",ujar Rendra.
"Tidak apa apa Pa", jawab Faris.
"Begini,Papa ingin membahas tentang Kaira",ujar Faris.
"Iya Pa,ada apa?",jawab Faris.
"Papa tau kamu dan Kaira dijodohkan atas permintaan Kalen.Dan Papa juga tau kamu sebelumnya memiliki perasaan pada Mika.Papa ingin kamu bisa menjaga hati Kaira.Dia masih labil dan juga perjodohan ini tak mudah baginya juga kamu",ujar Rendra.
Faris menelan ludah kasarnya,ia tau arah pembicaraan Rendra kali ini.
"Jika kamu tak bisa melupakan Mika, lepaskan Kaira.Maaf...bukan bermaksud lain, Papa ingin yang terbaik untuk putri Papa",ujar Rendra.
Faris memejamkan kedua matanya, permintaan Rendra merupakan sebuah cambukan oleh Faris.
"Pa...aku dan Kaira sudah memutuskan untuk menerima dan menjalani perjodohan ini.Aku sedang berusaha untuk move on dan menerima kehadiran Kaira",jawab Faris mantap.
"Papa harap kamu tidak mematahkan hati Kaira",ujar Rendra.
"Ya Pa...",jawab Faris tersenyum tipis.
"Huh...kalau begitu Papa permisi dulu",ujar Rendra.
"Ya Pa,saya akan mengantarkan Papa ke bawah", jawab Faris.
"Tidak perlu,kamu lanjutkan saja pekerjaanmu",ujar Rendra lalu meninggalkan ruangan kerja Faris.
Faris mendesah berat,ia sudah memutuskan untuk menerima Kaira dan itu artinya ia mulai membuka hati untuk gadis yang akhir-akhir ini mengusiknya.
Kaira mengusap kasar wajahnya, ia tak sengaja mendengar percakapan Papanya dan Faris saat ia akan ke ruangan pria itu.
**Jika kamu tak bisa melupakan Mika, lepaskan Kaira**
Bagaimana jika Faris memilih melepaskannya karena entah kenapa ia mulai nyaman dengan pria itu.
Kaira memang tak mendengar jawaban dari Faris tadi.Ia langsung kembali ke ruangannya setelah mendengar ucapan Papanya.
"Papa ada ada saja",gerutu Kaira yang mulai tak fokus pada pekerjaannya.
***
Kaira bersiap untuk pulang saat waktu sudah menunjukkan jam 17:00 sore.Gadis itu mematikan layar komputernya lalu berjalan meninggalkan ruangannya itu.
Kaira melirik sekilas ruangan Faris yang tampak masih tertutup rapat.
Tok tok tok
__ADS_1
Terdengar suara perintah dari dalam untuk masuk.Kaira membuka handel pintu dan menyembulkan kepalanya.
"Mas...kamu belum pulang?", tanya Kaira.
"Belum,ia ada sedikit pekerjaan.Kamu mau pulang?",tanya Faris.
"Iya...", angguk Kaira
"Sebentar aku akan menyelesaikan pekerjaanku,aku akan mengantarmu",ujar Faris.
"Aku bawa mobil sendiri Mas",jawab Kaira masuk kedalam ruangan Faris.
Faris menghentikan pekerjaannya lalu menatap Kaira."Aku akan mengikutimu dari belakang",ujar Faris.
Tring
Anggun is calling...
"Ya Nggun..."
"Kamu sudah pulang belum,aku rencana mau ngajak kamu nonton.Ada Deril juga",ujar Anggun.
Kaira menatap Faris yang fokus pada pekerjaannya.
Merasa ditatap Faris menoleh dan tampak bertanya dengan mengangkat kepalanya.
" Anggun ngajakin aku nonton",ujar Kaira menjauhkan ponselnya.
"Sama siapa saja?",tanya Faris.
"Anggun sama pacarnya dan juga--Deril", lirih Kaira.
"Tidak usah,jika kamu mau nonton kita bisa pergi setelah ini",jawab Faris yang tak akan membiarkan Kaira bersama pria lain.
"Maaf Nggun aku gak bisa,ada acara keluarga", bohong Kaira.
"Yah..."
"Maaf ya...",ujar Kaira.
"Ya..."
klik
"Ayo pulang!",ujar Faris berdiri dari duduknya.
"Sudah selesai memangnya Mas?",tanya Kaira.
"Sudah...",jawab Faris.
Keduanya meninggalkan ruangan Faris dan memasuki lift.
"Jadi mau nonton?",tanya Faris.
"Gak Kak, tapi aku dengar ada danau didekat sini",ujar Kaira.
"Kamu mau kesana?",tanya Faris.
"Ya...", angguk Kaira.
"Baiklah kita kesana", jawab Faris.
...****************...
__ADS_1