Cinta Tuan Dokter Yang Posesif

Cinta Tuan Dokter Yang Posesif
Berdebar


__ADS_3

"Ty....ndong",suara cadel Rania menghentikan langkah Kaira saat melewati ruang keluarga dimana Rania sedang bermain dengan salah satu Bibik yang ditunjuk Dea menjadi pengasuhnya.


"Bik...Kak Dea mana?",tanya Kaira berjalan menghampiri Rania.


"Nyonya ke kamar sebentar Non,menyiapkan air mandi untuk Tuan",jawab pelayan itu.


"Oh..."


"Rania kangen Aunty ya",ujar Kaira mengusap pucuk kepala gadis kecil itu.


"Ndong...Ty", rengek batita itu.


"Sayang...Aunty baru pulang kerja,belum mandi.Nanti ya...",ujar Kaira dengan lembut.


"No...no...",geleng batita itu membuatnya tersenyum kecil.


"Rania udah mandi Bik?",tanya Kaira mensejajarkan tubuhnya dengan Rania.


"Sudah Non...",jawab pelayan.


"Yah...sayang sekali,Aunty mandi sebentar ya sayang.Setelah itu kita main sepuasnya",ujar Kaira.


"No....Ty",rengek gadis kecil itu langsung berdiri dan memeluk leher Kaira dengan cukup erat.


"Ya ampun sayang...kamu kenapa manja begini,hm?",ujar Kaira mengusap punggung batita itu dengan lembut.


"Ada apa ini?",tanya Kalen yang juga baru pulang.


"Ini Tuan...Nona Rania merengek minta digendong sama Non Kaira.Padahal Non Kaira juga baru pulang",jawab pelayan menjelaskan.


"Oh..."


"Rania...Auntynya mandi dulu Nak",ujar Kalen dengan lembut.


"No...Pi",ujar Rania tegas membuat Kaira tertawa melihat tingkah lucu gadis itu.


"Gendong aja Ra",ujar Kalen.


"Tapi Kak,aku belum bersih bersih",jawab Kaira.


"Ya mau gimana lagi dia udah nempel gitu sama kamu,gak akan dilepaskan kamunya",ujar Kalen.


"Gak apa apa nih Kak,nanti Kak Dea ngomel loh.Kakak tanggungjawab ya", jawab Kaira.


"Iya... kasihan tuh ponakan kamu",ujar Kalen.


Kaira membawa Rania kedalaman gendongannya dan betapa terharunya gadis itu melihat tawa lepas dari batita itu.


"By...sudah pulang?",tanya Dea menghampiri sang suami lalu mencium punggung tangan sang suami.


"Iya...kamu dari mana?",tanya Kalen mengecup kening sang istri.


"Menyiapkan air mandi buat kamu,By", jawab Dea.


"Ya ampun Rania,itu Aunty baru pulang bekerja sayang,pasti capek kok minta gendong sih sayang",ujar Dea menggeleng pelan melihat kelakuan putrinya yang begitu manja pada Kaira.

__ADS_1


Rania hanya mengggeleng sembari mengeratkan kedua tangannya di leher Kaira sembari menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kaira.


"Gak apa apa Kak, sudah beberapa hari ini aku jarang bermain dengannya,mungkin rindu",jawab Kaira mengusap punggung batita itu lembut.


"Kak,besok aku ke kota xxx sama Mas Faris jemput dokumen untuk mengurus kepindahan kuliah ku kesini di rumah Kak Kaisan", sambung Kaira.


"Kenapa tidak Faris saja Ra",jawab Dea.


"Mas Farisnya tidak tau alamat mereka Kak",ujar Kaira.


"Kan tidak jauh dari rumah Mama", ucap Dea.


"Mungkin Kak Faris canggung Kak,nanti jika Kak Kaisan tidak ada di rumah kan gak etis juga Kak.Ditambah Mas Faris dulunya memiliki perasaan pada Kak Mika,bisa salah paham nantinya",jawab Kaira.


"OOO... benar juga ya", sambung Dea.


"Kak...aku bawa Rania ke kamar ya",ujar Kaira.


"Iya...maaf ya merepotkan kamu", jawab Dea.


"Apaan sih Kak,Rania itu keponakan aku loh Kak",ujar Kaira melangkah menuju kamarnya dilantai atas dengan Rania yang ada dalam gendongannya.


"Lihatlah lah By, sepertinya anak kamu lebih lengket ke Kaira dibandingkan aku Maminya.Seharian ini di ngoceh nyebut Auntynya saja",adu Dea pada Kalen.


"Biarkan saja sayang.Lebih baik kamu temani aku mandi mumpung Rania lagi bersama Kaira",ujar Kalen menarik pergelangan tangan sang istri menuju kamar utama rumah itu.


"By...aku sudah selesai mandi",jawab Dea.


"Sssttt...aku mau kamu", bisik Kalen.


Sementara itu di kamarnya Kaira meletakkan Rania diatas tempat tidur.Gadis kecil yang tampak lucu dan menggemaskan itu tersenyum lebar saat Kaira memberikan beberapa mainan padanya.


Rania hanya tersenyum lebar memamerkan gigi susunya dan itu terlihat begitu lucu.


"Duh... pengen deh Aunty punya anak kayak kamu",gemas Kaira.


Tring


Mas Faris is calling...


"Ya Mas..."


"Lagi apa?",tanya Faris.


"Nih lagu ngasuh Rania,kamu sudah sampai di apartemen Mas?",ujar Kaira.


"Sudah...aku alihkan ke panggilan video ya,mau lihat Rania",jawab Faris.


"Ya...."


"Kamu belum mandi?", tanya Faris saat panggilan video terhubung memperlihatkan Kaira yang masih memakai pakaian kerjanya.


"Belum Mas, nyampe rumah langsung di tempelin si kecil yang mengemaskan ini",jawab Kaira memperlihatkan Rania yang sedang sibuk dengan mainannya.


"Rania ini siapa nih",ujar Kaira mengarahkan kamera kehadapan gadis itu.

__ADS_1


"Pa--man...",kekeh Rania dengan wajah menggemaskannya.


"Rania...lagi apa?",sahut Faris.


"Ain...Pa--man",jawab gadis itu dengan logat cadelnya yang suka meninggalkan huruf pertama di setiap kata yang diucapkannya.


"Rania sudah maem?",tanya Faris.


"Dah...",angguk gadis kecil itu.


"Kai..."


"Ya Mas...", jawab Kaira menatap pria itu yang tampak lelah namun makin terlihat tampan menurut Kaira.


"Kamu juga belum ganti baju Mas?",tanya Kaira saat menyadari Faris masih memakai kemeja kerjanya yang kancing atasnya sudah ia buka.


"Belum...baru sampai apartemen aku langsung nelfon kamu",jawab Faris.


"Kamu mau ke restoran setelah ini Mas?",tanya Kaira.


"Ya...mau cek bahan sama perkembangan restoran",jawab Faris yang memiliki sebuah restoran yang menjual makanan khas negeri ginseng.


"Oh..."


"Kenapa?, mau ikut.Biar nanti aku jemput",ujar Faris.


"Gak deh Mas,masih capek.Ini Rania juga lagi sama aku", jawab Kaira.


"Ya sudah...aku mandi dulu ya,mau siap siap ke restoran.Oh ya mau di kirimin makanan dari restoran aku gak kesana?", tanya Faris.


"Hmmmm boleh memangnya Mas?", ujar Kaira.


"Ya .. tentu.Kamu mau makan apa?", tanya Faris.


"Terserah Mas aja, yang penting enak",jawab Kaira.


"Ya sudah,aku tutup dulu ya.Sekalian pesanan makanan buat kamu",ujar Faris.


"Ya Mas...",jawab Kaira


"Dah....sayangnya Mas",ujar Faris.


"Apaan sih Mas",jawab Kaira tersipu malu.


"Hehehe...muka kamu kok memerah gitu, seingat aku kamu tadi tidak memakai pemerah pipi deh",kekeh Faris.


Klik


Kaira mematikan begitu saja sambungan teleponnya karena ia begitu malu saat ini.Apalagi dengan tatapan Faris tadi yang membuat jantungnya berdebar kencang.


Ting


Mas Faris


Kenapa dimatikan sayangnya Mas?,kamu makin terlihat cantik saat pipi kamu merona seperti tadi.Mas makin cinta

__ADS_1


"Huh... jantungku",batin Kaira memegangi dada sebelah kirinya yang semakin berdebar kencang di tambah wajahnya yang memanas saat ini.


...****************...


__ADS_2