
"Kak Dev--
"Dea...apa kabar?",ujar Devano yang menghampiri Dea dan Kalen.
"B-baik K-Kak",jawab Dea.
"Boleh ga--
"Gak...",ketus Kalen datar.Dia begitu sangat kesal karena tak henti hentinya ada saja yang membuat ia merasa cemburu.
"Oh...Pak Kalen...anda--
"Kak...Kakak di minta Papa dan Dea menemuinya",ujar Kaisan tiba tiba.
"Hmmmm"
Kalen membawa Dea pergi dari hadapan Devano yang menatap Dea tak berkedip.
"Ehmmm... harusnya anda tau diri dengan tidak menggangu istri orang",sindir Kaisan.
Devano tersenyum miring."Aku akan merebutnya,karena dari awal dia milikku",jawab Devano.
"Anda berpendidikan bukan?.Dan juga seorang tenaga pendidik.Apa jadinya jika semua mahasiswa anda tau jika anda seorang pebinor?.Jangan hancurkan reputasi yang anda bangun hanya dengan sebuah cinta",ujar Kaisan tersenyum sinis.
"Jangan ikut campur dalam urusan pribadiku", ketus Devano.
"Saya hanya memperingatkan anda,jika anda masih ingin menjadi tenaga pendidik,jauhi Dea!.Anda harusnya tau diri jika sampai kapanpun dia takkan bisa menjadi milik anda Pak Guru Devano",ujar Kaisan tersenyum smirk.
"Kau--
"Anda tau bukan siapa pemilik kampus itu.Dengan mudahnya Kakakku bisa mendepak anda dari sana dan membuat anda kehilangan pekerjaan anda selamanya",ujar Kiasan yang geram dengan kelakuan dosen satu itu.
"Kau pikir mudah mendepak ku dari sana,hum?. Pemilik kampus akan berpikir dua kali mendepak saya",ujar Devano dengan pongahnya.
"Oh ya....hehehehe.Asal anda tau Pak Devano, pemilik kampus tak akan tinggal diam jika istri dari cucunya diganggu",ujar Kaisan terkekeh geli.
__ADS_1
"A-apa?"
"Kenapa?,anda kaget.Kakakku sengaja menyembunyikan identitasnya sebagai cucu pemilik kampus karena suatu alasan.Dan...sekarang anda baru saja tau bukan,jadi-- jauhi Kakak iparku",ujar Kaisan dengan tatapan tajam.
Kaisan meninggalkan Devano dengan keterkejutannya.Ia menatap Dea dari kejauhan yang tampak begitu bahagia bersama Kalen.Haruskah ia merelakan cinta pertamanya?. Sekarang ia tak lagi bisa menggapai gadis yang selama ini ia cintai.Bertahun terpisah dan kembali bertemu namun sang pujaan hati telah dimiliki oleh orang lain.Sungguh sakit rasanya memendam cinta sendirian.Kini yang dicintai telah behagia bersama orang yang mencintainya.
Devano akhirnya beranjak pergi meninggalkan acara tanpa pamit pada pemilik acara.Hatinya begitu hancur melihat orang yang ia cintai bahagia bersama orang lain.Ia akan mencoba merelakan meski ia tau itu sangat sulit.
***
"Sayang...aku tinggal sebentar ya",ujar Kalen.
"Kemana Kak?",tanya Dea.
"Aku ke toilet sebentar.Jangan kemana mana,oke",ujar Kalen beranjak pergi.
"Ya Kak...jawab Dea tersenyum tipis menatap punggung Kalen yang mulai menjauh.
"Maaf Nona ini minuman untuk anda",ujar seorang pelayan menghampiri Dea..
"Terimakasih...",jawab Dea.
Dea duduk sendirian karena satu persatu keluarga mertuanya sudah pulang karena ada pekerjaan lain.
"Hai...kenapa minumannya di anggurin saja",ujar seseorang menghampiri Dea.
"Oh...saya belum haus",jawab Dea asal karena tak mengenali wanita yang ada dihadapannya.
"Boleh aku duduk disini?",tanya wanita itu.
"Silahkan...!", jawab Dea.
"Kenalkan aku Dewi...",ujar wanita itu.
"Dea...",jawab Dea ramah.
__ADS_1
"Mari bersulang...",ujar Dewi mengangkat gelasnya ke atas.
Dea dengan sedikit ragu mengangkat gelasnya.
Cling
"Ayo minum...!",ujar Dewi tersenyum penuh misteri.
Dengan pelan Dea membawa gelas itu ke bibirnya.
"Tunggu...!"
"Kak Kai...",gumam Dea saat Kaisan memegangi tangannya.
"Jangan diminum Dea...minuman ini telah dicampur sesuatu",Kaisan.
Dewi terlihat begitu gugup dengan tatapan tajam Kaisan.
"Ada apa ini?", tanya Kalen yang baru saja datang.
"Kenapa Kakak meninggalkan Dea sendirian?",tanya Kaisan yang masih menatap tajam Dewi yang terlihat begitu gugup.
"Aku dari toilet...",jawab Kalen.
"Siapa yang menyuruhmu?",tanya Kaisan yang tak sengaja tadi melihat Dewi mencampur sesuatu pada minuman milik Dea sebelum diantar pelayan.
"Ada apa Kai?",tanya Kalen.
"Jawab...!", teriak Kaisan mengabaikan sang Kakak yang bertanya.Hal itu membuat para tamu undangan menatap mereka termasuk Aris pemilik acara langsung menghampiri Kaisan.
"A-aku--
"Kai...apa yang sebenarnya terjadi?",tanya Kalen yang bingung tiba tiba adiknya bersikap seperti itu.
"Dia... mencampur sesuatu pada minuman milik Dea ini",ujar Kaisan mengangkat gelas milik Dea.
__ADS_1
"Apa?",ujar Kalen dan Aris bersamaan.
...****************...